Saat ini Kinokuniya di Plaza Senayan adalah toko buku paling ok seindonesia. Design interiornya ok, buku2 nya tertata rapi dan cukup luas, bisa dikatakan paling lengkap deh. Sayang harganya juga selangit, sangat tidak memadai dengan situasi kantongku. Klo dibandingkan dengan gramedia jauh banget... untung jg ga paham bhs jepang, klo paham bisa-bisa duitku habis beli manga di Kino. Sekarang sih beli manga nya yg terjemahan aja di GM, itu juga udah mahal... rata-rata 11 rb.... hmmm... kapan gaji gw naik ya?
Celana pendek jeans lagi ngetrend... hooraaaayyyy... aku sudah punya 2 hihihi... enak banget deh. yg satu pipa sempit, yang satu pipa longgar... akhirnya mode kembali berpihak padaku... syukurlah... celana pendek adalah mode terbaik sedunia. Siapapun, umur berapapun, kecuali udah jadi nenek-nenek peot akan tetap bisa memakainya dengan santai dan nyaman. dan untunglah di Indonesia banyak jeans harga murah... sesuai dengan kantongku. Aku cukup puas dengan masalah celana pendek jeans...
Thursday, August 31, 2006
Wednesday, August 30, 2006
My Monster
Lurking around the dark corner a monster wacthing at me. It following me to every place I go. The monster called depression. Long time ago I realized that I have a manic depressive syndrome. When I get the sindrome then in a moment my feeling will in high elation but in the next moment will deep sinking in a pole of depression. But because I think that it's not in severe level yet, I always cancelled to go to a shrink.
Last year is better, i didn't have any depression episode. But deep inside me I know the monster is still there. Never vanished. I always worried when it will spring again. Yesterday, the monster started to active one more time. First, in the morning I feel helpless and empty, so I didn't go to work. I just out from my bedroom for bath, after that I hide myself in the bedroom and just read or played a computer game. It's not a lazy behavior, but a condition. I have no power to command my brain and body to do a constructive activity. This morning the condition is better but still I must push myself harder to go. Such an illness. Where will it recover or I should burden with that all my life.
Last year is better, i didn't have any depression episode. But deep inside me I know the monster is still there. Never vanished. I always worried when it will spring again. Yesterday, the monster started to active one more time. First, in the morning I feel helpless and empty, so I didn't go to work. I just out from my bedroom for bath, after that I hide myself in the bedroom and just read or played a computer game. It's not a lazy behavior, but a condition. I have no power to command my brain and body to do a constructive activity. This morning the condition is better but still I must push myself harder to go. Such an illness. Where will it recover or I should burden with that all my life.
Tuesday, August 29, 2006
SINGA MASAI
Iklan jaman sekarang lucu-lucu, misalnya iklan Wrap Gourmet dari Mac D. Disebutin bahwa singa masai selalu tidur kalau habis makan. Iklan ini patut disodorkan ke bos-bos, bahwa tidak semua orang bisa langsung aktifitas kalau siang.
Aku paling merasa parah kalau siang hari sekitar jam 1-2 an. Ngantuk banget bo! Apalagi kalau harus meeting, bisa-bisa aku mengikutinya setengah sadar. Mata sudah 5 watt, tapi begitu jam 3 mulai lagi kekuatannya keluar. Maklum waktu kecil dibiasakan untuk siesta alias tidur siang. Makanya sekarang kelimpungan banget. Rupanya aku punya gen Singa Masai.... whoaaaahhh!
Aku paling merasa parah kalau siang hari sekitar jam 1-2 an. Ngantuk banget bo! Apalagi kalau harus meeting, bisa-bisa aku mengikutinya setengah sadar. Mata sudah 5 watt, tapi begitu jam 3 mulai lagi kekuatannya keluar. Maklum waktu kecil dibiasakan untuk siesta alias tidur siang. Makanya sekarang kelimpungan banget. Rupanya aku punya gen Singa Masai.... whoaaaahhh!
Monday, August 28, 2006
Talking to myself
Friends, a lot of friends, new friends, old friends.
Kadang-kadang waktuku habis untuk semua teman itu.
Bukan aku tidak mau bersyukur, karena doa yang sering aku panjatkan adalah agar aku tak merasa kesepian.
Tapi ternyata mahluk seperti aku juga memerlukan waktu untuk dinikmati sendirian.
Kebutuhan privacy.
Ngapain kalo lagi sendirian?
Cuma menikmati saja. melakukan apapun yang muncul di benak tanpa memperhitungkan perasaan orang lain.
Apa aku egois?
Ntahlah...
Tapi kebutuhan privacy bagiku sama seperti kebutuhan udara
Sesekali perlu menghirup yang murninya
untuk mengembalikan kewarasan dan kestabilan mental
untuk merenung supaya tidak serakah dan kejam dan tidak berhati
untuk.... beristirahat dari dunia
Kadang-kadang waktuku habis untuk semua teman itu.
Bukan aku tidak mau bersyukur, karena doa yang sering aku panjatkan adalah agar aku tak merasa kesepian.
Tapi ternyata mahluk seperti aku juga memerlukan waktu untuk dinikmati sendirian.
Kebutuhan privacy.
Ngapain kalo lagi sendirian?
Cuma menikmati saja. melakukan apapun yang muncul di benak tanpa memperhitungkan perasaan orang lain.
Apa aku egois?
Ntahlah...
Tapi kebutuhan privacy bagiku sama seperti kebutuhan udara
Sesekali perlu menghirup yang murninya
untuk mengembalikan kewarasan dan kestabilan mental
untuk merenung supaya tidak serakah dan kejam dan tidak berhati
untuk.... beristirahat dari dunia
Wednesday, August 23, 2006

Di suatu masa sebuah hati pernah dihancurkan, menciptakan ketidakpercayaan yang nyaris permanen dari puing-puing reruntuhannya. Bahwa pengalaman itu bisa merupakan cerita klise yang terjadi pada banyak anak manusia, tidak mengurangi pedihnya hati saat dialami. Dunia yang dipercayai hancur luluh lantak di hadapannya, menjerit kepada Tuhan apakah ini merupakan hukuman atau hanya nasib yang telah terukir dan tidak bisa dipungkiri, atau semata-mata hanya merupakan hasil dari kebodohan belaka yang pernah mempercayai tindakan dan ucapan sebuah topeng manusia yang ramah yang menyembunyikan hati berbulu.
Waktu telah berputar dan tahun-tahun bergulir, betapa sulitnya kembali polos dan percaya pada perasaan tulus seorang laki-laki. Satu demi satu mengkhianati setiap tunas kepercayaannya yang menyeruak. Dengan mata setengah tertutup dan penuh kalkulasi menilai wajah-wajah polos yang tersenyum disekitarnya. Sungguhkah? Tuluskah? Dan hati yang hanya dibuka sedikit celah untuk sekedar memasukkan seberkas mentari atau secuil kehangatan, celah yang segera ditutup dan dikunci begitu didapati tanda-tanda udara dingin dan kegelapan dari sifat manusia yang terburuk. Perlahan-lahan hati itu mulai mengeras seperti batu, dan dia mengeluh tak pernahkah akan merasakan kehangatan cinta lagi? Haruskah semua cinta dihitung untung dan ruginya?
Tawanya kini tidak terdengar ceria jika dihadapan kawanan manusia dewasa, hanya pada bayi dan anak-anak tak berdosa dia bisa tersenyum dengan tulus. Sungguhkah di dunia ini tak pernah ada manusia untuk berbagi hidup. Kemarahan yang pernah ditujukan kepada Tuhan kini telah tergantikan dengan apatisme, mungkin hanya kematian yang akan bisa mengakhirinya. Tidak ada perlunya merancang masa depan, hiduplah untuk saat ini. Nikmatilah saat ini. Saat tidak ada lagi yang perlu dipertahankan yang kauperlukan hanya kematian.
Perkawanan masih memberikan arti. Tetapi seorang kawan tidak memerlukan dirimu seratus persen, sehingga waktu yang ada masih bisa dibagi-bagi untuk pekerjaan dan orang tua dan saudara. Hari demi hari terlewati dan tertapaki, kadang bisa merasa berarti kadang merasa hampa. Terimakasih kepada si penghancur hati karena kini beragam topeng manusia bisa terlihat lebih jelas. Tetapi kepercayaan telah hancur dan tidak ada gunanya lagi menautkan tali persahabatan. Jembatan itu sudah terbakar dimasa yang lalu dan abunya sudah tertiup angin, yang ada hanya jurang yang tajam antara masa lalu dan masa kini. Sudah tidak ada lagi semangat untuk membuat jembatan baru. Biarlah berlalu….
Sunday, August 20, 2006
Inspirational Poet
KARENA AKU PEREMPUAN
bukankah tubuhku adalah cahaya?
dan jika jalan digelapkan
haruskah aku membutakan mata?
agar biasa dalam kegelapan?
hidup yang digelapkan
karena aku perempuan
dengan tulus aku katakan : gelapkanlah!
kerna aku tak pernah takut kegelapan
kerna akulah cahaya
yang membuat kegelapan menangisi dirinya
dan kamu tak bisa berpaling dari silaunya
(by: cok. sawitri)
bukankah tubuhku adalah cahaya?
dan jika jalan digelapkan
haruskah aku membutakan mata?
agar biasa dalam kegelapan?
hidup yang digelapkan
karena aku perempuan
dengan tulus aku katakan : gelapkanlah!
kerna aku tak pernah takut kegelapan
kerna akulah cahaya
yang membuat kegelapan menangisi dirinya
dan kamu tak bisa berpaling dari silaunya
(by: cok. sawitri)
Thursday, August 03, 2006
SMS TANPA ID
Beberapa kali orang sms aku tanpa menyertakan identitas. Beberapa temanku suka gonta ganti no HP bikin sebel dan malas mensave nomornya di hp. Tau2 muncul sms tak ber-id. Walaupun beberapa kali memang merupakan kesalahanku (krn aku punya penyakit suka malas save no HP orang). Tapi aku sedikit paranoid juga karena beberapa orang doyan ngisengin orang lain dengan nomor baru.
So waktu pagi ini aku menerima sms pertama dari no tak dikenal dengan kode area NTT, aku pikir dari kolega di NTT. Tapi kok pertanyaannya seenak udel yaitu "Lagi dimana?" tapi karena aku orangnya baik (xixixixi) aku menjawab dengan jujur sedang ada di mana. Setelah itu dibalas "Aku kangen lho".... what??? siapa ini, aku jadi malas untuk menjawabnya, dan dicuekin aja. Ternyata keisengan masih dilanjutkan dengan ditelp, tapi waktu aku angkat, dan aku sapa tidak ada jawaban, sialan, main-main benar ini. Kumatikan saja HP-nya. Eh masih nekat telp lagi. tentu saja langsung matikan itu hp.... pagi-pagi gitu lho, kok udah main-main. Emangnya ga ada kerjaan apa? Sebbbbbellllll....!
Pagi hari merupakan waktu dengan mood terjelek untuk aku, so, sorry siapapun kamu yang pagi ini sms, kalau kena imbas dari mood jelekku. Lagian siapa sih yg bakal girang kalau diisengin, mau pagi atau malam ya sama aja.
So waktu pagi ini aku menerima sms pertama dari no tak dikenal dengan kode area NTT, aku pikir dari kolega di NTT. Tapi kok pertanyaannya seenak udel yaitu "Lagi dimana?" tapi karena aku orangnya baik (xixixixi) aku menjawab dengan jujur sedang ada di mana. Setelah itu dibalas "Aku kangen lho".... what??? siapa ini, aku jadi malas untuk menjawabnya, dan dicuekin aja. Ternyata keisengan masih dilanjutkan dengan ditelp, tapi waktu aku angkat, dan aku sapa tidak ada jawaban, sialan, main-main benar ini. Kumatikan saja HP-nya. Eh masih nekat telp lagi. tentu saja langsung matikan itu hp.... pagi-pagi gitu lho, kok udah main-main. Emangnya ga ada kerjaan apa? Sebbbbbellllll....!
Pagi hari merupakan waktu dengan mood terjelek untuk aku, so, sorry siapapun kamu yang pagi ini sms, kalau kena imbas dari mood jelekku. Lagian siapa sih yg bakal girang kalau diisengin, mau pagi atau malam ya sama aja.
Subscribe to:
Posts (Atom)

