Minggu yang sangat aneh. Dengan hujan yang turun di minggu ini mengiringi kepergian 2 orang yang kukenal. Tadi malam Dr Widjajanto secara mendadak mendapat serangan jantung dan meninggal. Dan aku tak bisa mengungkapkan rasa kehilangan itu. Beliau orang yang baik, walaupun sudah senior dan expert di bidangnya tapi tidak pernah angkuh terhadap kroco sepertiku. Dengannya aku bisa dengan bebas melaporkan hal di lapangan tanpa harus berputar otak menyusun kata-kata agar tidak dianggap kurang ajar. Tapi memang dr Widj tidak pernah menuntut satu penghormatan berlebih. Sebagai senior, beliaulah salah satu dari sedikit orang yang dengan sepenuh dan setulus hati kuhormati dan kudengarkan kata-katanya. Tak pernah aku menyangka akan secepat ini beliau berpulang. Dr Widj semoga diterima disisiNya, dibalaskan amal ibadahnya dan diampuni kesalahan-kesalahanNya. Selamat jalan, terimakasih walau baru sebentar berkenalan sudah memberikan banyak dorongan dan nasihat pada seorang kroco di lapangan. Innalillahi wa inna illaihi roji'un.
Di lain pihak, ibu Am yang tidak terlalu aku kenal, tetapi juga masih terlalu muda untuk meninggalkan 2 orang putrinya yang masih remaja. Semoga mereka bisa merelakan kepergian ibunda tercintanya. Mungkin dunia ini sudah cukup penuh dengan orang-orang berdosa dan orang-orang baik diambil Tuhan lebih cepat agar tidak tergencet derita berkepanjangan.
Sudah kukatakan minggu yang aneh...sungguh...sungguh...aneh.
Saturday, April 19, 2008
Saturday, April 12, 2008
DOA HARIAN

Mudah-mudahan sih ga ada bos ku yg blogwalking sampai sini. At least, kalau sampai dia gak ngeh identitas asliku...huahahahahahaha
Dear God, I beg you
Give me the wisdom, .............to understand my boss
Give me love, ...........to forgive him
Give me the patient, ..........to understand his deeds
But , dearest God, don't give me the power
Because if you give me the power
.................................... I"LL BREAK HIS HEAD!!
Start to work
Sudahlah
Kenapa ya aku ga bisa berhenti membenci dia. Maunya dia juga mengalami luka hati sama seperti dia pernah menyakitiku. Maunya dia ketemu sekali denganku dan menjadi sangat minder saat tahu aku yang sekarang itu seperti apa.
Kebencian itu memang kanker, buruk pengaruhnya untukku tapi harga diriku tak mengijinkan aku untuk memaafkan dia. Walaupun aku bersyukur tak pernah jadi sama dia. Kalau aku renungkan sekarang, seandainya jalan hidup kami berbeda, toh pada akhirnya aku pasti akan berusaha meninggalkan dia. Untunglah aku sadar jauh sebelum aku melakukan kerusakan yang lebih parah dari yang bisa kuperbuat.
Untunglah aku juga bukan jenis orang yang tidak bisa hidup sendiri. Sudah terlalu lama aku sendiri, sehingga tidak berpengaruh apakah aku akan tetap sendiri. Yang kuinginkan agar tidak pernah uzur dan tergantung pada manusia lain. Cukup menggantungkan semua mimpi, harapan dan permintaan di tanganNya saja dan jangan di tangan ciptaanNya.
Kebencian itu memang kanker, buruk pengaruhnya untukku tapi harga diriku tak mengijinkan aku untuk memaafkan dia. Walaupun aku bersyukur tak pernah jadi sama dia. Kalau aku renungkan sekarang, seandainya jalan hidup kami berbeda, toh pada akhirnya aku pasti akan berusaha meninggalkan dia. Untunglah aku sadar jauh sebelum aku melakukan kerusakan yang lebih parah dari yang bisa kuperbuat.
Untunglah aku juga bukan jenis orang yang tidak bisa hidup sendiri. Sudah terlalu lama aku sendiri, sehingga tidak berpengaruh apakah aku akan tetap sendiri. Yang kuinginkan agar tidak pernah uzur dan tergantung pada manusia lain. Cukup menggantungkan semua mimpi, harapan dan permintaan di tanganNya saja dan jangan di tangan ciptaanNya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

