Wednesday, December 31, 2008
AKhir tahun 2008
Tuesday, December 30, 2008
Niatnya tanggal 2 mau bolos tapi ga bisa, arrrgh...
Thursday, December 25, 2008
Blogwalking
Apresiasi tertinggi untuk miund.com/mumbles2, yg gokil abis spt bukunya, terus punya tepsoy n si bule ngehe juga ok. klo surgamaya.blogdrive.com masih kurang gila, sedangkan si kambing n miss jinjing udah kebanyakan postingan promo, jadi bikin males baca. Serasa nonton siaran tipi yg kebanyakan iklan deh.
Yg lumayan seru (tp hari ini belum update) adalah naked-traveler.com. Ternyata postingan blogger cewek itu banyak yg gokil juga, girl power kata miss jinjing tea mah.
Penguasa kantor yg teledor
Tuesday, December 23, 2008
Ikan picu inflasi
Wednesday, December 17, 2008
Coklat, Makanan dewa-dewa
Makanan dewa-dewa, istilah ini pertama kukenal dari buku Dul si Monyet apalah... udah lupa judul benernya, maklum kubaca waktu masih kinyis2 anak SD. Tu buku bercerita kalo ga salah tentang sekelompok monyet yang menyerbu ke sebuah desa mencari makan. Waktu mereka melihat coklat timbulah perdebatan sengit diantara pasukan monyet. Yg satu bilang berbahaya karena beracun, tapi ada seekor monyet bijak yg mengatakan bahwa makanan itu terlarang karena MAKANAN DEWA DEWA, nti dikutuk kalo makan. Dan dasar Dul bengal, dia penasaran dan dimakanlah coklat itu, ternyata OH LA LA...! monyet2 pun keenakan sampai orgasme dan ketangkep sama penduduk desa. Hehehe, lupa tamatnya gimana, udah lama banget sih, bukunya aja udah ntah dimana. Padahal ceritanya bagus banget.
Beberapa pelajaran yang kudapat adalah Coklat memang makanan dewa-dewa, monyet itu lucu, perlunya konservasi hutan agar monyet / atau mahluk hutan lain tidak menyerbu tumbuhan yg ditanam petani. Pelajaran sampingan aku jadi cinta sama monyet, hihihi... lucu aja ngebayangin si bandel dul yg bisa melompat tinggi2 gara-gara orgasme menikmati coklat.
Setelah dewasa baru nyadar kalau penulis buku itu mengutip perkataan orang Inca, yang memang mengganggap coklat adalah makanan dewa-dewa saking enak rasanya. Dan penulisnya buku itu memang hebar banget karena bisa memberikan pengetahuan yang baik tanpa terasa menggurui. Berharap mudah2an penulis buku seperti ini semakin banyak, klo nggak kasian nasib anak2 jaman sekarang. Selain sudah terpolusi dengan hp, sinetron ga mutu dan game komputer yg dijamin akan menghabiskan waktu luang anak-anak dengan percuma.
Fakta tambahan: selain enak coklat bisa membantu merelease endorphin, sehingga di saat stress, patah hati, ketakutan, bete binti boring tidak ada salahnya untuk disantap. Tapi dengan jumlah terbatas tentunya, kecuali yg dimakan itu coklat bubuk cap windmoellen, itu mah mangga wae mau sekilo juga, kalau mampu nelennya. Untuk coklat batangan karena ada tambahan gula, lemak, susu dll, tidak disarankan banyak2 kecuali bersedia berat badannya nambah.
Gyahahahaha... Dulmonyet kamu memang monyet pintar.
Tuesday, December 16, 2008
Tea Addict babak 2
Perkebunan teh di Indonesia sebenarnya menghasilkan cukup banyak teh berkualitas tinggi. Sebagian besar masih diproduksi untuk menjadi teh hitam. Mungkin karena perkebunan2 tsb ex belanda kali. Sepertinya cerita akan berbeda jika yang Belanda hanya menjajah 3,5 th dan Jepang menjajah 3,5 abad, mungkin yg akan banyak diproduksi perkebunan teh kita saat ini adalah teh hijau.
Masyarakat Indonesia sendiri masih sedikit proporsi yang mengkonsumsi teh dengan yang mengkonsumsi minuman lain. Beruntung ada pabrik Teh botol sosro yang memulai ide pertama membotolkan teh sebagai bagian minuman ringan. Lupa sumbernya di mana, katanya Coca-cola tidak berhasil memimpin pangsa pasar minuman ringan di Indonesia karena teh botol. Syukurlah… mungkin ada pengaruh dari teh tubruk yg menjadi banyak kegemaran orang jawa dan karena suku ini terdistribusi merata di seluruh Indonesia jadinya bisa turut andil menyebarkan kegemaran akan teh botol.
Aku sendiri termasuk tea-addict, rasanya ga lengkap jika sehari ga minum teh. Untuk produksi dalam negri aku memilih Jasmine tea dibanding jenis lain. Tapi untuk produk luar aku memilih teh hijau dari Dilmah. Sebenarnya lebih enak Sencha, sayangnya jarang bisa didapatkan di sini, sehingga aku harus puas dengan green tea saja. Untuk teh hijau juga aku mengkonsumsi satu merek dari Jepang. Karena rasa tehnya yang sempurna. Green tea di Indonesia ga begitu enak rasanya. Walaupun kalau harga, yah lumayan nguras kantong sih. Jadinya aku sering beralasan membawa teh2 import ini sebagai oleh2 kalau habis cuti atau meeting di Jawa, sebagai alasan pembenaran membeli teh yg harganya berlipat2 dari harga teh produksi dalam negri. Gapapa lah kan cuma beli sekotak dua kotak aja, ntar klo abis persediaan kan beli produk dalam negri juga, yg penting bisa menikmati teh.
Cara menikmati teh, sejatinya tidak ditambahi gula atau susu, jika ingin mendapatkan rasanya yang asli. Diminum panas2, dijamin bisa menghilangkan segala kepenatan dan rasa2 tidak enak lainnya. Menjadi tea addict ada keuntungannya lho, karena mengurangi pertumbuhan plak dan menjaga kadar kholesterol dalam tubuh. Percayalah…percayalah… (huh, kayak bang napi aja deh).

