Wednesday, December 31, 2008
AKhir tahun 2008
Tuesday, December 30, 2008
Niatnya tanggal 2 mau bolos tapi ga bisa, arrrgh...
Thursday, December 25, 2008
Blogwalking
Apresiasi tertinggi untuk miund.com/mumbles2, yg gokil abis spt bukunya, terus punya tepsoy n si bule ngehe juga ok. klo surgamaya.blogdrive.com masih kurang gila, sedangkan si kambing n miss jinjing udah kebanyakan postingan promo, jadi bikin males baca. Serasa nonton siaran tipi yg kebanyakan iklan deh.
Yg lumayan seru (tp hari ini belum update) adalah naked-traveler.com. Ternyata postingan blogger cewek itu banyak yg gokil juga, girl power kata miss jinjing tea mah.
Penguasa kantor yg teledor
Tuesday, December 23, 2008
Ikan picu inflasi
Wednesday, December 17, 2008
Coklat, Makanan dewa-dewa
Makanan dewa-dewa, istilah ini pertama kukenal dari buku Dul si Monyet apalah... udah lupa judul benernya, maklum kubaca waktu masih kinyis2 anak SD. Tu buku bercerita kalo ga salah tentang sekelompok monyet yang menyerbu ke sebuah desa mencari makan. Waktu mereka melihat coklat timbulah perdebatan sengit diantara pasukan monyet. Yg satu bilang berbahaya karena beracun, tapi ada seekor monyet bijak yg mengatakan bahwa makanan itu terlarang karena MAKANAN DEWA DEWA, nti dikutuk kalo makan. Dan dasar Dul bengal, dia penasaran dan dimakanlah coklat itu, ternyata OH LA LA...! monyet2 pun keenakan sampai orgasme dan ketangkep sama penduduk desa. Hehehe, lupa tamatnya gimana, udah lama banget sih, bukunya aja udah ntah dimana. Padahal ceritanya bagus banget.
Beberapa pelajaran yang kudapat adalah Coklat memang makanan dewa-dewa, monyet itu lucu, perlunya konservasi hutan agar monyet / atau mahluk hutan lain tidak menyerbu tumbuhan yg ditanam petani. Pelajaran sampingan aku jadi cinta sama monyet, hihihi... lucu aja ngebayangin si bandel dul yg bisa melompat tinggi2 gara-gara orgasme menikmati coklat.
Setelah dewasa baru nyadar kalau penulis buku itu mengutip perkataan orang Inca, yang memang mengganggap coklat adalah makanan dewa-dewa saking enak rasanya. Dan penulisnya buku itu memang hebar banget karena bisa memberikan pengetahuan yang baik tanpa terasa menggurui. Berharap mudah2an penulis buku seperti ini semakin banyak, klo nggak kasian nasib anak2 jaman sekarang. Selain sudah terpolusi dengan hp, sinetron ga mutu dan game komputer yg dijamin akan menghabiskan waktu luang anak-anak dengan percuma.
Fakta tambahan: selain enak coklat bisa membantu merelease endorphin, sehingga di saat stress, patah hati, ketakutan, bete binti boring tidak ada salahnya untuk disantap. Tapi dengan jumlah terbatas tentunya, kecuali yg dimakan itu coklat bubuk cap windmoellen, itu mah mangga wae mau sekilo juga, kalau mampu nelennya. Untuk coklat batangan karena ada tambahan gula, lemak, susu dll, tidak disarankan banyak2 kecuali bersedia berat badannya nambah.
Gyahahahaha... Dulmonyet kamu memang monyet pintar.
Tuesday, December 16, 2008
Tea Addict babak 2
Perkebunan teh di Indonesia sebenarnya menghasilkan cukup banyak teh berkualitas tinggi. Sebagian besar masih diproduksi untuk menjadi teh hitam. Mungkin karena perkebunan2 tsb ex belanda kali. Sepertinya cerita akan berbeda jika yang Belanda hanya menjajah 3,5 th dan Jepang menjajah 3,5 abad, mungkin yg akan banyak diproduksi perkebunan teh kita saat ini adalah teh hijau.
Masyarakat Indonesia sendiri masih sedikit proporsi yang mengkonsumsi teh dengan yang mengkonsumsi minuman lain. Beruntung ada pabrik Teh botol sosro yang memulai ide pertama membotolkan teh sebagai bagian minuman ringan. Lupa sumbernya di mana, katanya Coca-cola tidak berhasil memimpin pangsa pasar minuman ringan di Indonesia karena teh botol. Syukurlah… mungkin ada pengaruh dari teh tubruk yg menjadi banyak kegemaran orang jawa dan karena suku ini terdistribusi merata di seluruh Indonesia jadinya bisa turut andil menyebarkan kegemaran akan teh botol.
Aku sendiri termasuk tea-addict, rasanya ga lengkap jika sehari ga minum teh. Untuk produksi dalam negri aku memilih Jasmine tea dibanding jenis lain. Tapi untuk produk luar aku memilih teh hijau dari Dilmah. Sebenarnya lebih enak Sencha, sayangnya jarang bisa didapatkan di sini, sehingga aku harus puas dengan green tea saja. Untuk teh hijau juga aku mengkonsumsi satu merek dari Jepang. Karena rasa tehnya yang sempurna. Green tea di Indonesia ga begitu enak rasanya. Walaupun kalau harga, yah lumayan nguras kantong sih. Jadinya aku sering beralasan membawa teh2 import ini sebagai oleh2 kalau habis cuti atau meeting di Jawa, sebagai alasan pembenaran membeli teh yg harganya berlipat2 dari harga teh produksi dalam negri. Gapapa lah kan cuma beli sekotak dua kotak aja, ntar klo abis persediaan kan beli produk dalam negri juga, yg penting bisa menikmati teh.
Cara menikmati teh, sejatinya tidak ditambahi gula atau susu, jika ingin mendapatkan rasanya yang asli. Diminum panas2, dijamin bisa menghilangkan segala kepenatan dan rasa2 tidak enak lainnya. Menjadi tea addict ada keuntungannya lho, karena mengurangi pertumbuhan plak dan menjaga kadar kholesterol dalam tubuh. Percayalah…percayalah… (huh, kayak bang napi aja deh).
Monday, December 15, 2008
Kelas Ekonomi
Thursday, December 11, 2008
BER...BER...DESEMBER...
Tuesday, December 09, 2008
Ied Adha 2008M
Saturday, November 29, 2008
Berani ga?
Kenapa sih aku selalu tidak berani bermain di luar aturan? Sedangkan lembagaku juga tidak memikirkan diriku. Mungkin kelihatan seperti orang bego, tapi kok rasanya tidak etis kalau harus menduakan pekerjaan. Sebenarnya kecil kemungkinan akan ketahuan jika aku mendua. Tapi tetap saja aku segan.
Hahhhh... bagaimana ya? Berani ambil ga ya?
Wednesday, November 26, 2008
Dentingan dawai gitar
Friday, November 21, 2008
Syam Kamaruzaman
Tanpa ada penjelasan yang mencerahkan dan cukup dengan pesan PKI itu organisasi yg berbahaya, laten komunis, haram hidup di Indonesia, Atheis, dllsb yg diberikan oleh nenek dan orangtuaku membuat PKI menjadi salah satu misteri yg harus kubongkar. Nenek dan orang tuaku entah kenapa tidak bisa menceritakan teror yg mereka alami, padahal biasanya mereka suka memberikan penjelasan panjang dan lebar untukku. Menghadapi pertanyaan-pertanyaanku berkaitan dgn PKI, nenek hanya menjawab "kamu akan mengerti sendiri kalau nanti sudah besar". Whua ... malah diberi tantangan, dan aku tidak sabar menunggu sehingga semua hal yg berkaitan dengan PKI aku cari materinya mati2an. Sayang selama Suharto berkuasa tidak ada materi lain selain yg tercatat di buku2 sejarah dan menyisakan banyak pertanyaan. Akhirnya aku menjadi tertari dengan memoir politik Indonesia hanya untuk mencari serpihan2 puzzle dari misteri terbesarku.
Majalah Tempo edisi 17-23 November 2008 ternyata memuat investigasi khusus tentang Syam Kamaruzaman. Ini adalah tokoh teraneh, misterius, dan menjadi kepala biro chusus yg menangani masalah2 intel. Tapi dibandingkan dengan tokoh2 PKI di seantero dunia termasuk yg paling bocor mulutnya. Mungkin PKI bisa dibantai habis oleh Suharto karena Syam ini. Sebelumnya aku juga sudah membaca Cornell Paper-nya Ben Anderson, biografi Suharto, beberapa situs eks Lekra dan memoir eks Lekra, memoir tentang Sukarno yg ditulis oleh anak buahnya dan banyak lagi. Aku jadi lebih percaya dengan teorinya John Rossa ini tentang Syam sebagai biang kerok kegagalan kup PKI di tahun 65. Aneh aja, kalau dilihat sebagian gaya hidup dan arah politik Indonesia saat itu ibaratnya sudah ada dalam genggaman tangan PKI, tapi mereka menghancurkannya dalam sebuah kup yg ga penting. Kebetulan sekali yg mendapat keuntungan adalah Suharto, sosok yg ... you know laa klo mau baca tentang dia.
Yup pada akhirnya aku bisa menerakan label case close dengan investigasi terakhir ini. Yeeah... ga ada lagi nih penasarannya. End. Tutup. Dan tampaknya tokoh2 komunis itu sudah tidak mendapat tempat lagi di masyarakat kita yang sudah sangat materialistis, maruk dan satu fakta lagi para pentolan di jaman itu kalau ga udah meninggal, yg tersisa kan sudah kehabisan tenaga, maklum udah uzur. Seperti juga di China yg tdk lagi punya Mao. Jadi era itu benar2 sudah berakhir sekarang, entah kalau besok2 ada orang yg cukup sinting untuk percaya bahwa ideologi komunis bisa membawa kesejahteraan. Tetap waspada dan pakai akal saja, karena apapun ideologinya tapi kalau ada di tangan yg tidak tepat yg memiliki kekuasaan tidak tepat, akhirnya hanya akan membawa kehancuran saja.
Friday, November 14, 2008
PLN oh PLN
Aku hanya membayangkan jika kejadian ini terjadi di Jepang misalnya. Mungkin direkturnya sudah tidak akan bisa tidur atau makan dengan tenang. Tapi tidak dengan di Indonesia, direktur PLN tetap akan menikmati semua kehidupannya yg lebih dari cukup, walaupun tahu di satu daerah ada yg mengalami krisis listrik.
Adakah otaknya pernah diperas sekuat tenaga untuk mengupayakan agar rakyat tercukupi kebutuhan listriknya? Aku rasa yg ada hanya bagaimana memperkaya dirinya sendiri, bagaimana agar proyek-proyek tetap berjalan, bagaimana biar bisa jalan-jalan gratis menggunakan uang negara dan uang bayaran listrik dari pengguna.
Menyebalkan, sepertinya tidak ada lagi yang punya target agar masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman lampu. Dasar birokrat reseh, norak, ga berotak.
Wednesday, November 12, 2008
Mama.... I'm hungry ...
Ternate, apa itu?
Hmm, terus terang aku sendiri malas menjelaskan seperti apa Ternate itu pada orang2. Karena aku ga tau mau mengklasifikasikan ternate kedalam apa. Kota? Kota Pulau? atau.... Kota Kecamatan? hahahaha. Sementara ini Ternate masih berstatus ibu kota dari propinsi Maluku Utara. Tapi tidak lama lagi ibu kotanya akan dipindahkan dan Ternate tertinggal menjadi kota Ternate saja.
Gunung Gamalama adalah pusat dari Ternate. Penampakannya seperti muncul dari bawah laut dan tidak menyisakan banyak pantai datar luas. Pantai yg sa-uprit itu langsung mendaki ke pusatnya sang Gamalama. Walhasil penduduknya menempati daerah pantai melingkar di kaki gunungnya. Walaupun puncaknya diatas 1000 m dpl tapi udara dingin sama sekali tidak terasa di sini. Tapi lucunya hampir tidak ada kemarau berkepanjangan seperti di pulau jawa. Kepulauan Maluku (termasuk Maluku Utara) diberkahi dengan turunnya hujan sepanjang tahun. Di musim kemarau yang paling panaspun hujan akan turun lebih dari sekali dalam sebulan. Mungkin iklim mikro dari pulau-pulau kecil yang bergunung dengan lautan di sekelilingnya akan membuat siklus iklim yang ramah penduduk. Persis seperti di pelajaran geografi di SMP dulu tentang pembentukan awan dan hujan.
Penduduk yang berjumlah 180 ribuan tidak membuat sesak pulau ini. Transportasi utama adalah angkot (pete2, atau apapun namanya) akan mengantarkan penumpang ke berbagai penjuru pulau, ada armada taksi argo(30-an taksi), taksi gelap, andong dan ojek, sedangkan ke pulau sebelah bisa pakai speedboat atau kapal laut untuk tetangga yang jauhan.
Biarpun kecil ternyata armada ojek di Ternate ini adalah kelompok ojek terbesar di Indonesia (katanya, entah siapa yg bilang, tp aku malas banget mengkonfirmasinya, ga penting sih). Ga heran sih kalau jumlah ojeknya sangat banyak karena orang2 di sini malas untuk jalan kaki. Aku sampai speechless karena ada ibu yang naik angkot untuk jarak 20 meteran saja. Bayangkan! Jalan kaki kayaknya lebih cepat deh. Karena itu setiap kali jalan pasti kita akan diklakson sama oujyek2nya cinlou. Sehingga kalau pada ga punya uang, banyak cowok2 yang alih profesi ke ngojek, lumayan jarak dekat 4000, jarak jauh sih tergantung, misalnya klo ke bandara bayar 30 rb. Walaupun saingannya banyak tapi penumpangnya juga banyak.
Yang menyedihkan di kota ini adalah toko bukunya beneran parah buanget, sejajar deh sama kota2 di pedalaman sumatra sana. Jangan harap bisa dapat novel baru, majalah tempo aja paling cepat didapat 3 hari setelah terbit di Jakarta. Hahaha... menangislah kau...! Toserba ada beberapa buah, yg paling ngetop ada 4-5. Tapi itu juga dengan isi yang ga beda jauh sama kelasnya Alfa-mart atau Indomaret. Jangan kata cari produk yg ajaib, produk yang lazim ada di toserba Menado mungkin ga akan didapat di sini. Aku aja sampai bela2in beli kapas muka di Jakarta beberapa bungkus untuk persediaan, remeh temeh sih, tapi essensial, hahahaha.
Enaknya tinggal di pulau ini adalah bebas dari khawatir copet. Hanya di kota ini kita bisa pakai ransel sewajarnya (di punggung) saat jalan2, kalau di jakarta si ransel harus pindah ke depan, kecuali kita telah mengamankan dompet dan hp di tas kecil lain. Hal lainnya karena ga ada macet, hal ketiga karena langitnya masih biru. Karena tingkat alergiku yang tinggi terhadap debu, maka hidup di daerah yang polusi udaranya rendah ini lumayan membantu.
Sayang alam yang indah ini dikotori warganya yang menganggap laut sebagai tempat sampah besar. Buat mereka lebih mudah melempar sampah ke sungai yang ada di belakang rumah dan bermuara ke laut dibandingkan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Hal ini berkaitan juga dengan malasnya mereka berjalan kaki. Walhasil beberapa pantai sering terlihat menyebalkan dengan hiasan sampah plastik yang mengapung di permukaannya.
Demikianlah Ternate, yang pernah memiliki kerajaan yang bisa menjajah sampai ke daerah leher burung papua.
Monday, November 10, 2008
Perhaps Love
Dari album the essential of John Denver baru aku tahu bahwa lagu2nya tidak ada nada minor, semuanya mayor. Hal lainnya dia bisa menyanyikan kata cinta dengan elegan dan hangat, bahkan lagu patah hatinya saja jadi sangat indah didengar. Juga sangat kental dengan semangat enviromentalist. Kelebihan lain karena lagu2nya bisa melewati batas generasi dan waktu, kapan saja didengarkan masih bisa uptodate dengan permasalahan masa kini.
Favoritku justru lagu Perhaps Love, For You & Follow me yg tidak begitu dikenal di Indonesia. Lirik2nya ga nahan banget deh. Ada juga saat aku bosan dengan John Denver, tapi selalu kangen lagi ingin mendengarkan. Perhaps love...
Monday, November 03, 2008
Bom apa kompor mleduk, wahahahaha...
Ternate kembali bergejolak dan memanas suasana politiknya, setelah semalam 3 bom mengguncang pulau mungil ini. Hahaha, hiperbola. Iya semalam aku tidur terganggu, tapi oleh keberisikan tetangga2. Buset deh, malah ga kedengeran sama sekali bunyi bom mleduk itu. Padahal pas jam yg sama aku terbangun untuk ngurusin air yg baru ngocor tengah malam. Bah, sengsaranya.Siangnya memang ada demo sih, preman pasar yg pada jalan. Tapi mereka berdemo di kantor gubernur sih dengan tema utama mengungkit kembali "kekalahan" AGAR melobby SBY. Huahahaha... kocak banget deh. Padahal sebagian besar orang yg hidup disini cuma melirik sebelah mata aja deh. Segitu ga ada kerjaannyakah mereka? Enakan menikmati sore hari di salah satu kafe sambil makan goreng pisang dan kasbi plus kelapa muda. Eeeh, ada pelangi tuh... Indah ya...
Saturday, November 01, 2008
Hectic Week
Minggu ini juga diawali dengan hari2 dibawah guyuran hujan hampir 24 jam, sehingga sempat berjibaku melintasi laut yang bergelombang tinggi. Untung jarak pendek saja, kalau jarak panjang ga terbayang betapa stressnya. Baru kali ini aku merasakan gelombang yang cukup tinggi, tiga meterkah.. atau lima meter...? Entahlah, tapi serasa naik kora-kora gratis dah. 10 menit bo, di dufan berapa menit ya? hihihihi. Mana hari sudah magrib, sempat juga kusesali keputusan memaksa pulang, kenapa ga nginep aja ya?
Dilanjutkan dengan mempersiapkan rakor yg surat undangannya terlambat disetorkan panitia pada peserta. Senyumanku sudah lenyap dari wajah setiap kali melihat panitia yg bersantai-santai, Tuhan, memang bangsaku ini ga tahu mana prioritas deh. Terpaksalah kita back-up full, dan hasilnya, mereka juga yg dapat pujian dari bos2 yg datang. Huh... ga tahu aja siapa yg berdarah-darah dibelakang.
Sialnya, di tempat kos mendadak dangdut air kok macet. Huwaaaa... nangis bombay dah gw akhirnya mandi di kantor saja. Bangun tidur ku terus ke kantor tanpa gosok gigi, gosok giginya di kantor aja... jangan diikuti yaa...
Akhirnya, aku merasa layak diriku ini mendapat reward... hahaha... kerja sendiri, ngasih reward sendiri, kayak orang bego aja. Tapi layak dong aku mentreat diriku sebelum mulai lagi 3 hectic weeks in November.... Mudah2an stamina mendukung...
Thursday, October 23, 2008
Demo masak atau Demo politik?
Hari ini di koran muncul beritanya. Ada yang unik dalam demo kemarin, ternyata ibu2 itu mengangkut serta alat masaknya dan membuat bubur menado untuk dimakan bersama-sama. Hehehe... udah kurang dana ya? Ga sanggup lagikah beli nasi bungkus?
Sebenarnya apa sih yang mereka kejar dengan demo seperti itu. Sudah jelas petinggi partai tersebut di Jakarta juga sudah mengibarkan bendera putih, jadi kenapa mesti memaksakan demo untuk menggugat pengesahan gubernurnya. Aneh2 aja, buang2 uang, waktu dan tenaga. Mana dilakukan di tengah hari lagi, hiii... panas bo...
Sunday, October 19, 2008
Into thin air
Into Thin Air menjadi sangat istimewa untuk orang yang punya mimpi bisa mendakinya. Mendaki Everest memerlukan pengorbanan waktu untuk meningkatkan stamina fisik dan juga uang. Tingginya yang lebih dari 8000 meter diatas permukaan laut, membuat para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi tipisnya oksigen di sana. Memang para pendaki itu bisa memakai tabung oksigen, tapi berapa besar tabung yang bisa dibawa untuk efisiensi waktunya?
Selain itu Everest atau Chomulongma aka Samargatha, tetap menunjukkan kekokohannya, kedahsyatannya kepada manusia2 yang mencoba seperti semut mendaki sampai ke Puncaknya. Ingat Everest, akan teringat suatu malam dibawah cahaya purnama yang menimpa puncaknya dan memberikan bayangan gelap di bawahnya. Sementara udara dingin menusuk di hamparan padang es dan salju. Misterius dan Gelap tapi dengan daya pikat yang dahsyat yang membuat beberapa manusia tidak bisa berpaling lagi walaupun harus mengorbankan nyawanya.
Robert Hall, Stuart Fischer, Andy Harris telah memberikan nyawa mereka tragedi kemanusiaan di Everest. Jerakah manusia-manusia lain? Rasanya tidak, magnet misterius yang cantik dari Everest tetap memikat manusia untuk bisa berkenalan erat dengannya.
Monday, October 13, 2008
Kecap Manis No 1 di Dunia
Tetapi ternyata ... oh..ternyata, copy writer iklan kecap itu menuliskan kebenaran lebih dari yang aku sangka. Mereka memang tidak berbohong. Kecap manis memang khas Indonesia, tidak ditemukan dimana-mana. Lihat artikel ini http://community.kompas.com/read/artikel/1365 . Terbukti bahwa Kecap manis no 1 di dunia memang benar adanya. Karena kecap yang asalnya dari cina adalah kecap asin yang saat masuk ke Nusantara mendapatkan modifikasi gula jawa, dengan hasil akhir KECAP MANIS, yang pastinya no 1 di dunia dong, wong ndak ada negara lain yang produksi kok. LOL...LOL...LOL...
Friday, October 10, 2008
Ternyata ada yang baca blog-ku juga
Berhubung beberapa content ada yang mengungkapkan rasa jengkel dan bete terhadap situasi sekeliling, karena itu aku memilih pasif dan tidak dipromosi dalam forum2 blogger Indonesia. Menjaga saja supaya tidak ada temanku yang tahu dan kemudian sakit hati.
Tetapi ternyata ada juga yang membaca blog-ku yang sangat sederhana ini. Ah, jadi terharu. Terimakasih ya, buat yang pernah baca.
Thursday, October 02, 2008
Religius atau ??
Wednesday, October 01, 2008
Lebaran 1429H pada 1 oktober 2008, ingat?
Thursday, September 25, 2008
US bangkrut?
Friday, September 19, 2008
Diteror Penelpon Salah Sambung
Sunday, August 31, 2008
Mestinya Internet masuk ke dalam 10 kebutuhan pokok
Internet diperlukan untuk menunjang kesehatan jiwa manusia. Sebagai tempat untuk curhat, membuat jaringan pertemanan dengan orang lain, pemesanan barang, sumber bacaan. Nah kalau hilang timbul seperti sekarang ini, jelas akan membuat banyak manusia menjadi sensitif karena jengkel mesti melakukan refresh berulang-ulang. Jadi pemerintah harus menjamin keberadaan internet sebagai prioritas utama, lebih baik lagi jika bukan dial-up tetapi wi-fi.
Dengan menyediakan internet dimana-mana juga akan bisa mendongkrak angka melek huruf. Karena hanya orang melek huruf saja yang akan bisa menggunakan internet. BTW, di daerah terpencil Indonesia masih banyak lho orang yang tidak bisa membaca, atau membaca dengan kecepatan kura-kura berjalan. Artinya upaya mengkodekan huruf menjadi kata dan bahasa tidak berjalan lancar.
Hah, betapa bahagianya manusia yang hidup di negara maju, yang bisa menikmati jaringan internet dengan kecepatan tinggi. Klak-klik-klak-klik dapatlah data yang dibutuhkan.
Mungkin ide ini terlalu freak untuk pengatur negri yang seharusnya kaya ini. Memang seh gap teknologi membuat banyak orang yang phobia dengan teknologi terkini dan membuat mereka menjadi over paranoid, di lain pihak masih banyak orang-orang iseng yang memiliki pemahaman komputer sebagai ladang tempat penipuannya. Tapi bukan alasan untuk tidak mendukung internet masuk desa.
Gyahahahahaha.
Saturday, August 30, 2008
Puasa ke dua di pulau rempah-rempah
Yah puasa lagi, kembali mencoba purifikasi jiwa kotorku, membilas keangkuhanku, mencoba menikmatinya sesufistik mungkin. Halah bahasanya. Walaupun cacing diperutku sudah mulai memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pasokan nutrisi yang enak dan bukan sekedar disumpel biskuit atau indomi. Yaiks, cacing lagi kena fitnah.
Yup dengan keterbatasan piranti keras untuk memasak, aku sepenuhnya harus menggantungkan diri dengan keberadaan warung2 dan resto2 yang ga jelas jadwal bukanya. Maklumlah, sebagian besar pengusaha makanan K5 maupun warteg adalah pendatang dari P. Jawa dan pulau lainnya, sehingga setelah cukup menabung dalam 11 bulan, ramadhan merupakan kesempatan mereka untuk mudik. Toh siang hari mereka tidak bisa berusaha, lebih baik libur saja bukan?
Jadi, selamat menikmati lagi menu yang tidak jelas, tergantung mood hati ini mau makan seperti apa. Kapan ya aku akan menikmati lagi puasa dengan makanan rumah yang fresh dan tidak sahur sendirian lagi? Hm, konsekwensi dari kerja mengikuti kata hati. Nikmati sajalah.
Marhabban ya Ramadhan... mudah2an tahun ini aku mampu mencuci jiwaku sebersih-bersihnya.
Tuesday, August 26, 2008
Fatwa haram untuk rokok?
Apa enaknya merokok? Yup, aku bisa bilang merokok tidak ada enaknya karena sudah kucicipi dari yang light sampai full nikotin. Hasilnya tenggorokanku serak dan pita suaraku lumpuh, mataku memerah, jariku berwarna kuning dan badanku dipenuhi bau asap.
Tetapi tentu saja anjuran untuk mengharamkan rokok akan ditentang habis-habisan. Semua dalil akan keluar dan senjata paling efektif adalah "tidak boleh mengharamkan barang yang halal" dan satu argumen yang diajukan oleh asosiasi para perokok di Indonesia "bagaimana nasib para buruh rokok jika pabriknya ditutup?"
Ya, mereka begitu peduli dengan para buruh pabrik rokok. Wow, begitu luhurnya para perokok tersebut. Sementara di lain fakta bahwa banyak balita di Indonesia yang meninggal dunia karena ISPA dan tidak sedikit yang menderita penyakit saluran nafas kronis. Juga sudah ada korelasi antara BBLR dengan ibu yang perokok pasif. Selain itu juga kematian karena emfisema yang diderita oleh para perokok kronis ini juga tidak sedikit.
Ok, fair saja bahwa dalam Islam rokok bukan barang haram. Tetapi promosi besar-besaran rokok di kalangan remaja dan pencitraan rokok sebagai sarana gaul yang gila-gilaan, bukanlah hal yang tepat untuk terus mendapatkan support. Menurutku yang paling tepat adalah mengharamkan promosi rokok di semua ajang yang dihadiri kelompok usia anak, per definisi kurang dari 18 tahun. Juga mengharamkan promosi rokok di semua sarana olahraga dan televisi di semua jam tayang. Gimana jika promosinya yang diharamkan? Apakah MUI bersedia? Secara... sebagian besar ulama di Indonesia juga perokok....
Thursday, July 31, 2008
Mimpi jika aku jadi pemimpin negri
Setelah itu semua laporan harus dikirimkan by email ke pusat. Dan orang pusat harus diam dan melakukan analisa data, bukannya jalan-jalan. Ini akan memotong anggaran besar di bidang traveling. Keduanya jika akan travel di setiap departemen hanya bisa melakukannya dengan menggunakan tiket online, dan pembayarannya melalui internet banking. Pasti susah deh untuk diakalin, and ga ada biaya transportasi juga bukan?
Bakalan mahal dalam pengadaan kompie? Pastinya tidak, karena sekarang saja sudah sukar kita mencari mesin tik manual di kantor pemerintah. Takut datanya dibobol? pakai enkripsi saja kan, dan tidak perlu semua data disharing, cukup data2 tertentu yang tidak sensitive. Untuk ini, silahkan lakukan studi banding, misalnya ke pentagon, untuk keamanan data. Kurasa orang ITB dan bagian kriminal UI lebih dari mampu dalam mengelola data internet ini.
Bagian kedua dari komputerisasi ini adalah Security number. Semua orang diatas usia 18 tahun mendapat security number. Tetapi jangan lupakan online akta kelahiran, berarti disetiap sarana kesehatan yang online, mereka langsung melaporkan bayi baru lahir. Jika ada yang terlewat, maka didatabase ulang saat pelayanan posyandu atau di level pendidikan dasar, saat masuk SD.
Alasan sulitnya membuat data base, karena jumlah penduduk yang banyak adalah alasan yang ga lucu. Pakai aja data untuk pemilu yang secara berangsur diperbaiki. Aku yakin jika sudah bisa melakukan managemen data penduduk yang baik maka akan ada perubahan dalam membuat perencanaan kegiatan. Sebenarnya Indonesia bisa melakukan hal itu. Sayang sekelompok pemimpin hanya memikirkan proyek2 yang menghabisakan uang untuk dana kerja mereka dibandingkan mengefisiensikan dana yang ada.
Monday, July 28, 2008
Definisi Barang Second
Singkat kata kita memilih eStore di Ratu Plaza, lebih nyaman bagiku karena belinya di sini dulu. Setelah urusanku beres, giliran temanku yang konsul sama teknisi di sana. Dia minta diupgrade dan agar di laptopnya bisa pakai account dengan namannya.
Saat ditanya riwayat belinya, temenku bilang "iya, yang saya beli kan barang displaynya di xxx, jadi accountnya masih nama toko itu, dan CD installernya ga tahu dimana"
Si teknisi dengan wajah polos ngomong, " yah ibu, kenapa beli barang second, mending beli dari yang jual butuh"
Kontan muka temenku kayak balon kempes... hihihi, dan dia ngeles,
"itu bukan barang second, tapi display dan didiskon 10%"
"tapi kan sudah dipakai? Ya itu namanya barang second" si teknisi keukeuh dengan definisinya.
Weeks, muka temenku udah kayak orang mau nangis aja tuh, dibilang barang second~barang second. Aku langsung becandain aja teknisinya " Ya, kamu jahat... liat tuh temenku mau nangis, jahat~"
Si teknisi langsung sadar, "eh, bukan begitu maksudnya"
Hihihi... cair deh suasana. Dan sumpah, aku ga berani ngomong2 yang menjurus ke barang second.
Ada-ada aja. Perempuan memang suka gaptek. Aku inget satu nasehat, kalau ga ngerti kompu saat belanja kompu ajak temen yang ngerti. Kebayang kan gara2 diskon 10% kurang lebih sejuta aja, tapi dapat barang yang dikatagorikan second. Atau mestinya saat itu langsung ganti nama aja.
Wednesday, July 23, 2008
Menularkan virus MUSASHI
Setelah minggu lalu aku mendisiplinkan diri untuk menonton HANYA 3 episode permalam, perkecualian hari sabtu dan minggu, agar tidak terlambat dan mengganggu aktivitas kantor. 2 hari yang lalu kuberikan segepok CD padanya. “Tontonlah, kamu pasti akan suka. Pemeran Musashinya hebat, belum lagi ceritanya yang sangat strict dengan novel Eiji Yoshikawa” adalah promosiku padanya. Dan ternyata terbukti, semalam setelah mulai sampai pagi ini masuk kantor dia sudah menghabiskan 12 episode.
Dan pagi ini sekian puluh menit habis untuk membandingkan adegan yang sama-sama kami suka. Ah Musashi, ah Ichikawa Ebizo, walaupun 5 tahun sudah berlalu dari tayangan perdananya tetap mampu memukau bagi penontonnya. Sepertinya karya ini bisa menjadi salah satu film klasik.
Saturday, June 28, 2008
Monday, June 23, 2008
Perjalanan Panjang
Padahal dengan ketinggian sekian puluh ribu kaki di udara dan kelembaban rendah, otomatis saluran lendir di hidung dan tenggorokanku cepat sekali kering. Hidungku sering sakit dan tenggorokan ada yang mengkilik-kilik. Tetapi tetap saja aku menyukai perjalanan dalam pesawatnya sebanding dengan senangnya aku bisa menapaki dataran eropa.
Udara dingin dan matahari yang benderang namun ga terasa panasnya membuatku ingin dan ingin kembali lagi kesana. TInggal di negara itu? Hmmm, entahlah, rasanya tidak terlalu menarik hati, tapi kalau berpetualang sebagai backpacker selama beberapa saat memang menyenangkan juga.
Kapan ya aku bisa melakukannya lagi?
Wednesday, June 18, 2008
Siapa Calon Presiden Indonesia mendatang yang paling Asyik

Pilihanku? tentunya Tukul. Ada alasan logis, pertama Tukul itu dengan pemikirannya yang steril dari politik lebih mampu melihat kebutuhan rakyat Indonesia, keduanya dia bisa menciptakan bidang pekerjaan baru dengan penghasilannya sebagai presenter, ketiga Tukul ga berminat sama kekuasaan dan ga sok pintar - beda dengan artis2 yang terjun ke dunia politik spt Dede Yusuf, Rano Karno, Adjie massaid, dll yg tiba2 jadi sok pinter dengan urusan kekuasaan, tapi belum keliatan hasilnya itu.
Kenapa tidak ada calon serius yang kujagokan? Karena Mega & SBY sudah terbukti ga mampu berpihak pada kebutuhan rakyat banyak, Sutiyoso & Wiranto sudah jelas2 melanggar HAM saat mereka menduduki jabatan sebagai petinggi ABRI dan aku tak bisa membayangkan seperti apa jika orang2 kayak mereka diberi kekuasaan tertinggi di Indonesia ...hiiiii. Sedangkan HB X, hmmm, dibandingkan dengan ayahnya tidak ada kebijakan dan karisma yang berarti. Apakah dalam kepemimpinannya Jogja mendapatkan kemajuan yang berarti? Kalau masalah turunan raja, aku kira hanya berarti untuk mereka yang asli Jawa Tengah saja. Buat orang suku lain, gelar sultannya nga ngefek tuh. Apa sih prestasi dari HB X ini untuk Indonesia?
So dengan demikian yang masuk akal adalah TUKUL... huahahahaha..... Dan yang sepemikiran juga ternyata banyak, 46% yang pilih TUKUL hari ini, hahahaha, bandingkan dengan tempat kedua SBY (21%) dan ketiga HBX (17%). Rasain tuh.... Sutiyoso n Wiranto n Mega, dapet 5% suara aja nggak!! Udah, nyadar diri aja, mundur aja dari bursa presiden dah.
Tuesday, June 17, 2008
Surat untuk temen gw, presiden RI
Semestinya Golkar harus legowo dalam hal ini. Kan bisa menjadi promosi menarik simpati untuk pemilu presiden tahun 2009. Cukup menyuarakan ketidakpuasan tapi menerima secara ikhlas lah, setelah bisa membuat artikel yang menganalisa pilkada malut ini dan bisa saja memojokkan keputusan presiden. Soalnya presiden kita sekarang ini memang tidak ada keberanian sama sekali untuk memutuskan disisi mana dia akan berdiri, peragu dalam menentukan keputusan dan takut salah. Pres, memangnya lo Tuhan yang ga pernah bikin putusan salah? Lo cuma manusia biasa yang pasti sering membuat putusan salah, tapi pleaseeeee, jangan jaim n sok wibawa segala. Makin peragu makin tak ada penghargaan dari rakyat. Apalagi dengan fakta lo paling gampang kepancing komentar orang yang mengkritik lo, telinga merah dan langsung buka muncung untuk protes, heeh... cape deh.
Oh ya, pres, biar gw kagak ngefans sama mbah Harto alm, tapi masih salut sama keberanian dia. Waktu dia memimpin, mana ada negara yg berani terang-terangan melecehkan indonesia. Dan kalo dikritik dia bungkam mulut pengkritik dengan cara yang ga diketahui oleh orang banyak. Yeah, gayanya mbah Harto jg emang keterlaluan ga manusiawi sih, tp gw cuman mau jelasin klo dia itu BERANI. Bodo amat kalau putusannya salah, pokoknya sebagai presiden dia tahu kemana dia mau melangkah. Ga kayak lo sekarang, yang ga jelas mau kemana. Mau humanis juga ga bisa, mau jadi jagoan juga payah. .
Ingat tinggal setahun lagi lo duduk di kursi panas. Kesempatan lo duduk di kursi panas satu periode lagi hanya bisa terwujud kalau banyak golput, karena yg milih pasti sedikit dan orang-orang itu bakalan mudah dikendalikan partai. Atau... kalau lo bisa menarik hati rakyat di tahun terakhir ini, dengan benar2 berpihak pada rakyat dan bukan pada golongan elit partai yg paling bisa mengumbar janji kosong. Ga ada kata terlambat untuk berubah pres. Gw yakin klo tulus lo perbaiki kehidupan rakyat ini, suara buat lo memenangkan pemilu udah di tangan. Caranya, lo sikat semua jaksa geblek yg disuap jeng ayin. Plus sikat habis koruptor2nya, termasuk kasus lumpur lapindo dan pembalakan hutan, beresin juga pertamina supaya jangan selalu dijadikan sapi perahan, hajar semua koruptor dari kelas ikan paus sampai kelas terinya. Ekonomi makro hancur (karena pengusaha lo tangkepin) ga usah dipeduliin, bersama kita bisa .... makan nasi aking. Setelah bersih sampahnya baru kita bangun masyarakat yang madani dan sholeh dan suka kerja keras. Nah gw tanya sekarang, lo berani ga?
Friday, June 06, 2008
kualitas mental?
Entah kenapa bangsa Indonesia mudah sekali tergiur dengan harta yang tidak seberapa. Sebagai contoh, tidak usah jauh2, cukup di lingkunganku sendiri yaitu di klub yang aku dirikan bersama sahabatku. Sejak awal kami tahu bahwa dalam kegiatan klub ini tidak akan mencari untung dan sebagai tim inti diajaklah beberapa teman yang kami kira sepaham dengan visi yang akan diusung oleh lembaga ini. Ada 2 orang yang dengan kerelaan hati (pada awalnya) minta bergabung. Mereka sudah diperingatkan bahwa di lembaga ini jangan mengharapkan keuntungan materi. Mereka setuju dan menyatakan satu visi dengan kami semua.
Aku sejak awal sudah menyatakan akan menjadi anggota tidak aktif karena lebih membutuhkan satu pekerjaan yang lebih biasa, lebih ambisius dengan gaji memadai. Sahabatku setuju dengan pendirianku, dan dengan dukungan moril+materiel yang bisa aku sumbangkan di luar waktu kerjaku. Sering juga aku mengingatkan pada mereka yang bergabung belakangan jika mereka membutuhkan pekerjaan tetap agar mencari pekerjaan lain dan jangan lama-lama membuang waktu di klub ini. Cukuplah mereka sumbangkan tenaga sebagai bahan mencari pengalaman bekerja di tempat lain.
Waktu berlalu tak terasa lembaga yang kami motori memasuki tahun ke 4, hebat bukan? Sayang di tengah2 perjalanan ada 2 orang yang mengundang diri gugur menghadapi rayuan penyalahgunaan dana. Sungguh tak disangka dan tak diduga 2 orang itu tega memakan dana, melakukan mark up dan menggunakan dana untuk kebutuhan pribadi. Satu orang menyangkal mati2an, yang satu orang berdalih bahwa dana itu dimakan tidak hanya oleh dirinya sendiri tapi juga oleh staf proyeknya. Aku menangis dana yang dimakan tidak lebih dari 20 juta masing2, tetapi besar atau kecil tetap saja penyalahgunaan dana, pengkhianatan terhadap visi dan misi yang didukung. Lembaga kami tidak punya modal lain kecuali kejujuran, yang telah dikhianati oleh 2 orang itu. Tercatat mereka masih muda dan sering menyuarakan suara-suara sumbang masyarakat kecil.
Sedangkan di salah satu LSM besar tempat aku pernah bekerja, dengan penuh hormat aku keluar karena ada supervisorku saat itu adalah orang yang tanpa kemampuan, bossy, bergelar S2 tapi kemampuannya masih dibawah aku yang hanya S1. Terbukti setelah aku keluar, dia dipindahkan ke posisi lain. Tentunya! Akhirnya atas dia melihat seperti apakah orang itu, yang paling pandai memanfaatkan kerja orang lain untuk diakui menjadi kerjanya sendiri, sedangkan kapabilitas analisisnya sama sekali nol besar.
Ada juga dulu subordinatku yang sudah aku promosikan mati2an kepada atasanku akhirnya menusuk dari belakang dengan memfitnah aku di hadapan bos-ku. Weks, maaf-maaf saja, kalau kebijakanku dalam melakukan penilaian dengan fair dipertanyakan, aku memilih untuk keluar saja dari lembaga yang dimaksud. Buktinya tidak lama kemudian kemampuanku malah di recognize oleh orang lain dan aku dengan cepat mampu berganti posisi. Sub ordinatku? Hanya bisa mengandalkan dukungan orang2 yang tertipu dengan kelakuannya yang sok polos, padahal dia selalu menyebar racun untuk menjatuhkan orang. Please deh, fair aja, coba lawan aku dengan kemampuan dan kapasitas kerja,kalau bisa lebih baik silahkan ambil posisiku. Bagiku tujuan utama aku bekerja untuk bisa meningkatkan atau mengubah keadaan kesehatan di masyarakat supaya bisa lebih baik statusnya. Lembaga manapun yang membiayai tidak masalah bagiku. Aku tidak akan pernah mau mempertahankan suatu jabatan lho.
Trus kalau udah begitu deket2in lagi aku. Untuk apa? Mau minta kerjaan lagi? Hiks..hiks, maaf sudah ketahuan belangmu, aku ga bakalan mau mempromosikan orang yang seperti itu lagi, masih banyak orang jujur lain yang bisa aku promosikan.
Katanya sepakat, katanya
Propinsi ini memang dikaruniai alam dengan potensi bahan tambang yang cukup menggiurkan. Dengan analisa yang superficial terhadap kekayaan daerah ini, yang penduduknya hanya 2 juta orang saja, bahwa ada kepentingan politik bermain dibelakangnya.
Cagub yang menjadi finalis yang satu didukung partainya presiden RI sedangkan cagub lainnya mengusung bendera partai cawapres. Who knows kalau pemilu tahun 2009 apakah pres dan wapres akan tetap berkolaborasi bersama dan mengajukan diri bersama, atau ada yang ingin mengubah situasi. Yang tampak olehku hanyalah keuntungan materi akan didapat dari perusahaan tambang untuk partai pemenang pilkada gub disini. Analisa ini mungkin salah, tapi hanya itu yang bisa aku pikirkan saat melakukan perenungan terhadap konflik pilkada yang tidak bisa diselesaikan oleh yang berwenang. Apakah mereka tidak memahami bahwa tidak ada kekekalan di dunia ini. Kedudukan, harta dll itu semu belaka.
Dilain pihak masyarakat sudah terbelah opininya, sehingga setiap hari ada saja yang demo untuk protes keputusan terakhir. Sedangkan pres sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan menerbitkan kepres penunjukkan, apalagi dengan ancaman impeachment, apakah akan ada yang berani mengubah status quo saat ini? Entahlah.
Jadi hari-hari terakhir ini diwarnai dengan demo, biasanya dilakukan di depan kantor gubernur, yang sudah siap untuk upacara pelantikan gub definitif. Sedangkan bagian kota lainnya hanya menikmati lalu lintas yang macet akibat pengalihan lalu-lintas. Yang beruntung dalam keadaan ini tinggal para pengusaha tenda, karena semakin banyak order-an cagub-cagub yang sengaja memasang tenda untuk kenyamanan pendukungnya berkumpul merencanakan demo.
Walaupun belum sangat chaos, tetapi sudah ada aksi anarkhis seperti pelemparan batu dan pembakaran rumah. Yang lebih ngenes lagi karena saat ini banyak pendukung cagub2 itu yang beraksi tengah malam di saat sebagian besar orang terlelap dan lengah di istirahat malam. Apakah hal ini akan bisa teratasi?
Friday, May 23, 2008
Es, isis, cooler, dingin ...!!
Udara panas juga membuat mataku kliyer-kliyer mengantuk dan otakku berhenti berputar. Pokoknya jadi lebih bego deh. Dasar mahluk udara dingin.
Tuesday, May 06, 2008
Mogok kerja Angkasa Pura
Memang sih mendapatkan gaji yang layak adalah hak para pekerja. Tapi yg nyebelinnya adalah apakah mereka sudah layak meminta perbaikan nasib, secara, selama ini mereka belum memberikan servis yang terbaik bagi kliennya. Tidak tahu informasi, tidak ramah, dll. Wooiii... nyadar dong, sebelum demo perbaiki dulu kualitas pelayanan!
BBM mau naik lagi
Jika ada kepedulian itu artinya kenaikan harga barang di pasar tidak akan mencekik rakyat banyak. Juga jangan lupakan tetep kejar tu para koruptor, jangan kalah sama uang pelicin. Pikir2 bangsa ini beneran parah korupsinya. Nah, jika tidak bisa menjamin hal itu, biar aja kolaps sekalian. Mau apa lagi coba, diajak bener ga bisa, kita mati aja sama2. Jangan cuma orang miskin aja yang mati kelaparan.
Buka mata hai para petinggi, dan buka hatimu juga lah.
Sunday, May 04, 2008
Yotsuba & !
Hehehe, ini bukan kisah nyata, tapi manga. Menarik sekali karena penerjemahannya sangat detil. Misalnya waktu Yotsuba merasa dijanjikan akan ke laut (padahal ayahnya tidak berkata demikian) dan sudah mengajak kakak2 tetangga untuk ikut, saking malunya dia nangis sambil ngomong, "katanya mau pegi ke lauddd, kemarin bilangnya mau pergi ke lauuddd" wahahaahaaaa... asli pas banget kayak ngomong dengan hidung penuh ingus dan air mata.
Sedangkan goresan tintanya sangat bagus kalau menggambarkan Yotsuba bengong, marah, senang, jail, polos. aku jadi sangat favorit deh dengan manga ini. Baru kubaca jilid 1-6, tapi jadi pengen merekomendasikan sebagai manga of the year.
Saturday, May 03, 2008
Surat Untuk Raja
Dinobatkan sebagai buku anak-anak terbaik di belanda, dan sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa. Cerita anak-anak tentang ksatria dan kastil (diterjemahin kastel sih, wakakakaka...) memang kelemahanku sejak jaman baheula.. ga ada berubahnya. aslinya aku memang kutu kupret... eh salah kutu buku. Karena itu semua buku aku lalap, dari buku novel serius sampai novel bokep, dari sains sampai politik gwahahaha... ngelantur lagi nih.
Surat untuk raja berjudul asli "brief vor de koning" (klo ga salah spell) bercerita tentang Tiuri bin Tiuri (taruhan deh dalam buku aslinya pasti ditulis Tiuri van Tiuri), seorang calon ksatria yang karena permintaan tolong seseorang terpaksa kabur di malam sebelum dia akan dilantik menjadi ksatria. Seru banget, ada intrik antar negara khayal, dan petualangan bertarung lawan mata-mata ulung Slupor, sama asyiknya dengan baca Ivanhoe. Kadarnya memang beda, secara Ivanhoe itu memang ditujukan untuk dewasa sedangkan Surat Untuk Raja memang buku anak-anak.
Tapi untuk orang-orang yang tidak pernah bisa lepas dari masa kanak2 (tapi bukan peudophil lho) buku ini akan memberikan sensasi bacaan yang tiada tara. Percayalah... bintang 5 deh!
Ambil Cuti Aja...!
"Katanya bulan April mo ke Jakarta, kok ga ada kabar beritanya?"
My dear friends... bukannya aku ga mau ke jakarta, bukannya aku ga mau cuti, tapi jiwaku sudah tergadaikan pada pekerjaan sekarang. Hehehe... memang hiperbola sih. Soalnya biarpun punya jatah cuti sebulan 2,5 hari, pada kenyataannya sungguh sulit untuk bisa meluangkan waktu untuk cuti. Boro-boro cuti, sabtu & minggu aja sering disate untuk menyiapkan kerjaan. Jadi masuk kriteria menggadaikan jiwa kan?
Dan aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku sangat tidak bisa memanage waktu yang 24 jam sehari itu, 7 hari dalam seminggu, 52 minggu dalam setahun? Sepertinya bukan itu masalahnya, karena jadwal kegiatannya yang tidak memungkinkan aku untuk bisa bebas lepas ambil cuti. Seandainya... oh seandainya...
Aku juga sering didera perasaan bersalah kalau ga kerja hari sabtu, sementara masih ada hal yang belum beres. Dan aku menjadi tidak tenang. Tampaknya pekerjaan sudah mulai ga sehat untuk jiwaku. Sehingga akhirnya aku nekat minta cuti, walaupun taruhannya dicuekin si bos si raja ampat itu. Tapi syukurlah masih diijinkan, mungkin si bos si raja ampat itu takut staffnya bakalan mental breakdown beneran. Akan lebih repot lagi urusannya.
Nah ijin cuti sudah kukantongi, tinggal menyusun jadwal kegiatannya. Huahahaha... list pertama shopping tentunya (apalagi coba...?), selanjutnya mengupdate tetek bengek yang perlu diupdate, seperti memastikan bahwa tagihan BB ku langsung dari CC ku dll. Fhuaaaaaahhhh... cari buku, hunting CD musik, upgrade laptop hihihihihi...banyak juga euy. Bocor nih tabunganku. Ya, sutralah... paling ga masalah hiburan swalayan di pulau terpencil ini terpenuhi, daripada bengong doang, cengok doang, ntar SR beneran... parah.
Saturday, April 19, 2008
Kembali kesisiNya
Di lain pihak, ibu Am yang tidak terlalu aku kenal, tetapi juga masih terlalu muda untuk meninggalkan 2 orang putrinya yang masih remaja. Semoga mereka bisa merelakan kepergian ibunda tercintanya. Mungkin dunia ini sudah cukup penuh dengan orang-orang berdosa dan orang-orang baik diambil Tuhan lebih cepat agar tidak tergencet derita berkepanjangan.
Sudah kukatakan minggu yang aneh...sungguh...sungguh...aneh.
Saturday, April 12, 2008
DOA HARIAN

Mudah-mudahan sih ga ada bos ku yg blogwalking sampai sini. At least, kalau sampai dia gak ngeh identitas asliku...huahahahahahaha
Dear God, I beg you
Give me the wisdom, .............to understand my boss
Give me love, ...........to forgive him
Give me the patient, ..........to understand his deeds
But , dearest God, don't give me the power
Because if you give me the power
.................................... I"LL BREAK HIS HEAD!!
Start to work
Sudahlah
Kebencian itu memang kanker, buruk pengaruhnya untukku tapi harga diriku tak mengijinkan aku untuk memaafkan dia. Walaupun aku bersyukur tak pernah jadi sama dia. Kalau aku renungkan sekarang, seandainya jalan hidup kami berbeda, toh pada akhirnya aku pasti akan berusaha meninggalkan dia. Untunglah aku sadar jauh sebelum aku melakukan kerusakan yang lebih parah dari yang bisa kuperbuat.
Untunglah aku juga bukan jenis orang yang tidak bisa hidup sendiri. Sudah terlalu lama aku sendiri, sehingga tidak berpengaruh apakah aku akan tetap sendiri. Yang kuinginkan agar tidak pernah uzur dan tergantung pada manusia lain. Cukup menggantungkan semua mimpi, harapan dan permintaan di tanganNya saja dan jangan di tangan ciptaanNya.


