Saturday, June 28, 2008

Kerenan Mana Macbook atau ...?

Kerenan MacBook pastinya
Ga ada yg ngalahin deh

Monday, June 23, 2008

Perjalanan Panjang

Aneh tapi nyata, aku sangat senang naik pesawat dalam perjalanan yang panjang kalo travel ke belahan dunia lain. Kenapa aku tidak bosan dikurung dalam satu ruang kecil dengan tempat yang terbatas? Belum ada jawaban pasti.

Padahal dengan ketinggian sekian puluh ribu kaki di udara dan kelembaban rendah, otomatis saluran lendir di hidung dan tenggorokanku cepat sekali kering. Hidungku sering sakit dan tenggorokan ada yang mengkilik-kilik. Tetapi tetap saja aku menyukai perjalanan dalam pesawatnya sebanding dengan senangnya aku bisa menapaki dataran eropa.

Udara dingin dan matahari yang benderang namun ga terasa panasnya membuatku ingin dan ingin kembali lagi kesana. TInggal di negara itu? Hmmm, entahlah, rasanya tidak terlalu menarik hati, tapi kalau berpetualang sebagai backpacker selama beberapa saat memang menyenangkan juga.

Kapan ya aku bisa melakukannya lagi?

Wednesday, June 18, 2008

Siapa Calon Presiden Indonesia mendatang yang paling Asyik


Di polling KoKi minggu ini pilihannya adalah: Tukul Arwana, Sutiyoso, SBY, Sultan HBX, Mega, Wiranto dan pilihan bebas. Polling iseng kupikir, tapi menggelitik hati untuk ikutan. Siapa tau ada orang2 parpol yang iseng liat hasilnya dan ikut memasukkan hasil polling ini dalam bursa pemilihan presiden. Kedua, pengen tau juga berapa banyak sih fans dari calon2 serius tsb.

Pilihanku? tentunya Tukul. Ada alasan logis, pertama Tukul itu dengan pemikirannya yang steril dari politik lebih mampu melihat kebutuhan rakyat Indonesia, keduanya dia bisa menciptakan bidang pekerjaan baru dengan penghasilannya sebagai presenter, ketiga Tukul ga berminat sama kekuasaan dan ga sok pintar - beda dengan artis2 yang terjun ke dunia politik spt Dede Yusuf, Rano Karno, Adjie massaid, dll yg tiba2 jadi sok pinter dengan urusan kekuasaan, tapi belum keliatan hasilnya itu.

Kenapa tidak ada calon serius yang kujagokan? Karena Mega & SBY sudah terbukti ga mampu berpihak pada kebutuhan rakyat banyak, Sutiyoso & Wiranto sudah jelas2 melanggar HAM saat mereka menduduki jabatan sebagai petinggi ABRI dan aku tak bisa membayangkan seperti apa jika orang2 kayak mereka diberi kekuasaan tertinggi di Indonesia ...hiiiii. Sedangkan HB X, hmmm, dibandingkan dengan ayahnya tidak ada kebijakan dan karisma yang berarti. Apakah dalam kepemimpinannya Jogja mendapatkan kemajuan yang berarti? Kalau masalah turunan raja, aku kira hanya berarti untuk mereka yang asli Jawa Tengah saja. Buat orang suku lain, gelar sultannya nga ngefek tuh. Apa sih prestasi dari HB X ini untuk Indonesia?

So dengan demikian yang masuk akal adalah TUKUL... huahahahaha..... Dan yang sepemikiran juga ternyata banyak, 46% yang pilih TUKUL hari ini, hahahaha, bandingkan dengan tempat kedua SBY (21%) dan ketiga HBX (17%). Rasain tuh.... Sutiyoso n Wiranto n Mega, dapet 5% suara aja nggak!! Udah, nyadar diri aja, mundur aja dari bursa presiden dah.

Tuesday, June 17, 2008

Surat untuk temen gw, presiden RI

wacana mengulang pilkada diusung koran lokal sebagai pilihan mengatasi sengketa pilkada malut yang buntutnya berbentuk tak jelas. Please deh, berapa lagi biaya yang harus keluar. Aku merasa bahwa keputusan Mendagri sudah bijak, sekarang tinggal mendesak presiden untuk mengeluarkan SK sesegera mungkin.

Semestinya Golkar harus legowo dalam hal ini. Kan bisa menjadi promosi menarik simpati untuk pemilu presiden tahun 2009. Cukup menyuarakan ketidakpuasan tapi menerima secara ikhlas lah, setelah bisa membuat artikel yang menganalisa pilkada malut ini dan bisa saja memojokkan keputusan presiden. Soalnya presiden kita sekarang ini memang tidak ada keberanian sama sekali untuk memutuskan disisi mana dia akan berdiri, peragu dalam menentukan keputusan dan takut salah. Pres, memangnya lo Tuhan yang ga pernah bikin putusan salah? Lo cuma manusia biasa yang pasti sering membuat putusan salah, tapi pleaseeeee, jangan jaim n sok wibawa segala. Makin peragu makin tak ada penghargaan dari rakyat. Apalagi dengan fakta lo paling gampang kepancing komentar orang yang mengkritik lo, telinga merah dan langsung buka muncung untuk protes, heeh... cape deh.


Oh ya, pres, biar gw kagak ngefans sama mbah Harto alm, tapi masih salut sama keberanian dia. Waktu dia memimpin, mana ada negara yg berani terang-terangan melecehkan indonesia. Dan kalo dikritik dia bungkam mulut pengkritik dengan cara yang ga diketahui oleh orang banyak. Yeah, gayanya mbah Harto jg emang keterlaluan ga manusiawi sih, tp gw cuman mau jelasin klo dia itu BERANI. Bodo amat kalau putusannya salah, pokoknya sebagai presiden dia tahu kemana dia mau melangkah. Ga kayak lo sekarang, yang ga jelas mau kemana. Mau humanis juga ga bisa, mau jadi jagoan juga payah. .

Ingat tinggal setahun lagi lo duduk di kursi panas. Kesempatan lo duduk di kursi panas satu periode lagi hanya bisa terwujud kalau banyak golput, karena yg milih pasti sedikit dan orang-orang itu bakalan mudah dikendalikan partai. Atau... kalau lo bisa menarik hati rakyat di tahun terakhir ini, dengan benar2 berpihak pada rakyat dan bukan pada golongan elit partai yg paling bisa mengumbar janji kosong. Ga ada kata terlambat untuk berubah pres. Gw yakin klo tulus lo perbaiki kehidupan rakyat ini, suara buat lo memenangkan pemilu udah di tangan. Caranya, lo sikat semua jaksa geblek yg disuap jeng ayin. Plus sikat habis koruptor2nya, termasuk kasus lumpur lapindo dan pembalakan hutan, beresin juga pertamina supaya jangan selalu dijadikan sapi perahan, hajar semua koruptor dari kelas ikan paus sampai kelas terinya. Ekonomi makro hancur (karena pengusaha lo tangkepin) ga usah dipeduliin, bersama kita bisa .... makan nasi aking. Setelah bersih sampahnya baru kita bangun masyarakat yang madani dan sholeh dan suka kerja keras. Nah gw tanya sekarang, lo berani ga?

Friday, June 06, 2008

kualitas mental?

Dicerca dan dihina, bangsa Indonesia semakin tidak jelas mau kemana. Padahal aku masih menemukan banyak orang yang bekerja dengan jujur sebagai pegawai negri, pegawai swasta, staf LSM dll. Mereka punya passion dan compassion. Tapi juga tidak kalah banyak yang jago ngebacot dan melibas orang dengan kemampuannya yang minim tapi dengan kerakusan yang sangat.

Entah kenapa bangsa Indonesia mudah sekali tergiur dengan harta yang tidak seberapa. Sebagai contoh, tidak usah jauh2, cukup di lingkunganku sendiri yaitu di klub yang aku dirikan bersama sahabatku. Sejak awal kami tahu bahwa dalam kegiatan klub ini tidak akan mencari untung dan sebagai tim inti diajaklah beberapa teman yang kami kira sepaham dengan visi yang akan diusung oleh lembaga ini. Ada 2 orang yang dengan kerelaan hati (pada awalnya) minta bergabung. Mereka sudah diperingatkan bahwa di lembaga ini jangan mengharapkan keuntungan materi. Mereka setuju dan menyatakan satu visi dengan kami semua.

Aku sejak awal sudah menyatakan akan menjadi anggota tidak aktif karena lebih membutuhkan satu pekerjaan yang lebih biasa, lebih ambisius dengan gaji memadai. Sahabatku setuju dengan pendirianku, dan dengan dukungan moril+materiel yang bisa aku sumbangkan di luar waktu kerjaku. Sering juga aku mengingatkan pada mereka yang bergabung belakangan jika mereka membutuhkan pekerjaan tetap agar mencari pekerjaan lain dan jangan lama-lama membuang waktu di klub ini. Cukuplah mereka sumbangkan tenaga sebagai bahan mencari pengalaman bekerja di tempat lain.

Waktu berlalu tak terasa lembaga yang kami motori memasuki tahun ke 4, hebat bukan? Sayang di tengah2 perjalanan ada 2 orang yang mengundang diri gugur menghadapi rayuan penyalahgunaan dana. Sungguh tak disangka dan tak diduga 2 orang itu tega memakan dana, melakukan mark up dan menggunakan dana untuk kebutuhan pribadi. Satu orang menyangkal mati2an, yang satu orang berdalih bahwa dana itu dimakan tidak hanya oleh dirinya sendiri tapi juga oleh staf proyeknya. Aku menangis dana yang dimakan tidak lebih dari 20 juta masing2, tetapi besar atau kecil tetap saja penyalahgunaan dana, pengkhianatan terhadap visi dan misi yang didukung. Lembaga kami tidak punya modal lain kecuali kejujuran, yang telah dikhianati oleh 2 orang itu. Tercatat mereka masih muda dan sering menyuarakan suara-suara sumbang masyarakat kecil.

Sedangkan di salah satu LSM besar tempat aku pernah bekerja, dengan penuh hormat aku keluar karena ada supervisorku saat itu adalah orang yang tanpa kemampuan, bossy, bergelar S2 tapi kemampuannya masih dibawah aku yang hanya S1. Terbukti setelah aku keluar, dia dipindahkan ke posisi lain. Tentunya! Akhirnya atas dia melihat seperti apakah orang itu, yang paling pandai memanfaatkan kerja orang lain untuk diakui menjadi kerjanya sendiri, sedangkan kapabilitas analisisnya sama sekali nol besar.

Ada juga dulu subordinatku yang sudah aku promosikan mati2an kepada atasanku akhirnya menusuk dari belakang dengan memfitnah aku di hadapan bos-ku. Weks, maaf-maaf saja, kalau kebijakanku dalam melakukan penilaian dengan fair dipertanyakan, aku memilih untuk keluar saja dari lembaga yang dimaksud. Buktinya tidak lama kemudian kemampuanku malah di recognize oleh orang lain dan aku dengan cepat mampu berganti posisi. Sub ordinatku? Hanya bisa mengandalkan dukungan orang2 yang tertipu dengan kelakuannya yang sok polos, padahal dia selalu menyebar racun untuk menjatuhkan orang. Please deh, fair aja, coba lawan aku dengan kemampuan dan kapasitas kerja,kalau bisa lebih baik silahkan ambil posisiku. Bagiku tujuan utama aku bekerja untuk bisa meningkatkan atau mengubah keadaan kesehatan di masyarakat supaya bisa lebih baik statusnya. Lembaga manapun yang membiayai tidak masalah bagiku. Aku tidak akan pernah mau mempertahankan suatu jabatan lho.

Trus kalau udah begitu deket2in lagi aku. Untuk apa? Mau minta kerjaan lagi? Hiks..hiks, maaf sudah ketahuan belangmu, aku ga bakalan mau mempromosikan orang yang seperti itu lagi, masih banyak orang jujur lain yang bisa aku promosikan.

Katanya sepakat, katanya

Update tentang situasi politik di satu kepulauan yang tidak banyak penduduknya tetapi menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Hampir satu tahun tidak ada penyelesaian pilkada di Maluku Utara. Opiniku tampaknya pemerintah atau siapapun yang berwenang memutuskan hal ini menghadapi jalan buntu ibarat peribahasa "seperti makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tidak dimakan ayah mati".

Propinsi ini memang dikaruniai alam dengan potensi bahan tambang yang cukup menggiurkan. Dengan analisa yang superficial terhadap kekayaan daerah ini, yang penduduknya hanya 2 juta orang saja, bahwa ada kepentingan politik bermain dibelakangnya.

Cagub yang menjadi finalis yang satu didukung partainya presiden RI sedangkan cagub lainnya mengusung bendera partai cawapres. Who knows kalau pemilu tahun 2009 apakah pres dan wapres akan tetap berkolaborasi bersama dan mengajukan diri bersama, atau ada yang ingin mengubah situasi. Yang tampak olehku hanyalah keuntungan materi akan didapat dari perusahaan tambang untuk partai pemenang pilkada gub disini. Analisa ini mungkin salah, tapi hanya itu yang bisa aku pikirkan saat melakukan perenungan terhadap konflik pilkada yang tidak bisa diselesaikan oleh yang berwenang. Apakah mereka tidak memahami bahwa tidak ada kekekalan di dunia ini. Kedudukan, harta dll itu semu belaka.

Dilain pihak masyarakat sudah terbelah opininya, sehingga setiap hari ada saja yang demo untuk protes keputusan terakhir. Sedangkan pres sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan menerbitkan kepres penunjukkan, apalagi dengan ancaman impeachment, apakah akan ada yang berani mengubah status quo saat ini? Entahlah.

Jadi hari-hari terakhir ini diwarnai dengan demo, biasanya dilakukan di depan kantor gubernur, yang sudah siap untuk upacara pelantikan gub definitif. Sedangkan bagian kota lainnya hanya menikmati lalu lintas yang macet akibat pengalihan lalu-lintas. Yang beruntung dalam keadaan ini tinggal para pengusaha tenda, karena semakin banyak order-an cagub-cagub yang sengaja memasang tenda untuk kenyamanan pendukungnya berkumpul merencanakan demo.

Walaupun belum sangat chaos, tetapi sudah ada aksi anarkhis seperti pelemparan batu dan pembakaran rumah. Yang lebih ngenes lagi karena saat ini banyak pendukung cagub2 itu yang beraksi tengah malam di saat sebagian besar orang terlelap dan lengah di istirahat malam. Apakah hal ini akan bisa teratasi?