Pilpres tinggal 14 hari lagi..., sapa seorang penyiar radio lokal di kota yg saya tempati ini. Seperti diingatkan saja, saya berencana cuti minggu itu dengan alasan mau mengikuti pemilu di kota kelahiran. Alasan yang paling masuk akal karena toh KTP saya masih disana, walaupun sudah lama tidak saya kunjungi.
Hmm, pulang............! Kenangan menyerbu saya, tidak terlalu istimewa dan juga sudah banyak tempat yang berubah. Tapi kali ini saya ingin pulang untuk menyusuri kota di pagi hari dan melihatnya dari balik kamera. Rasanya akan banyak objek-objek menarik untuk diabadikan.
Pulanglah..., ibunda pun turut merayu, senang karena satu anaknya yang keseringan datang ke Jakarta tapi tak pernah menyempatkan diri singgah ke Bandung~kota kelahirannya, berencana mengambil cuti agak panjang. Suasana rumah akan berbeda kalau orang jauh datang, lanjutnya. Phew, saya sudah menjadi orang jauh, padahal belum keluar dari batasan NKRI ini. Jadi di mana semangat persatuan dan wawasan nusantara itu?
Tak usahlah kita diskusi hal yang tidak penting itu. Boleh kan sekedar kembali ke kota tempat dibesarkan dan menggauli sudut-sudutnya lagi dengan akrab. Masihkah kota itu mengingat diri saya?
Tuesday, June 23, 2009
Monday, June 01, 2009
Berhenti sejenak dan menengok ke belakang
Kalau hidup adalah sebuah perjalanan, kadang kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dan menegok ke belakang. Di titik ini terlihat warna-warni kehidupan kita. Saya yang sering lurus dan meninggalkan semua masa lalu, kali ini mencoba berhenti dan merenung.
Tangan sayapun bergerak mengetikkan sejumlah nama di fasilitas jejaring sosial dan menemukan berbagai nama yang akrab di kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu. Kehangatan dan keakraban yang dulu pernah ada, saya coba untuk dirangkai kembali. Ternyata sayalah si anak hilang, yang mengembara jauh dari komunitas yang dulu dibangun. Tetapi doa yang dulu pernah saya panjatkan kepadaNya, membawa kembali beberapa sahabat lama saya ke masa kini. Doa yang seperti mesin waktu.
Masa lalu seperti sebuah kotak yang telah lama terlupakan. Sortirlah isinya, mungkin kita akan terkejut mendapatkan beberapa benda berharga didalamnya, seperti ....sahabat sejati. Jarak dan waktu telah tercipta tetapi ada beberapa orang yang telah ditakdirkan menjadi sahabat sejati dan merekalah harta tak ternilai itu.
Tangan sayapun bergerak mengetikkan sejumlah nama di fasilitas jejaring sosial dan menemukan berbagai nama yang akrab di kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu. Kehangatan dan keakraban yang dulu pernah ada, saya coba untuk dirangkai kembali. Ternyata sayalah si anak hilang, yang mengembara jauh dari komunitas yang dulu dibangun. Tetapi doa yang dulu pernah saya panjatkan kepadaNya, membawa kembali beberapa sahabat lama saya ke masa kini. Doa yang seperti mesin waktu.
Masa lalu seperti sebuah kotak yang telah lama terlupakan. Sortirlah isinya, mungkin kita akan terkejut mendapatkan beberapa benda berharga didalamnya, seperti ....sahabat sejati. Jarak dan waktu telah tercipta tetapi ada beberapa orang yang telah ditakdirkan menjadi sahabat sejati dan merekalah harta tak ternilai itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

