Sulawesi Utara sudah terkenal dengan Tinutuan, Bunaken dan klapertartnya. Aku belum pernah datang ke wilayah ini, karena letaknya yang di utara indonesia memerlukan waktu dan budget khusus untuk pergi kesana. Tidak dinyana dan tak diduga, rapat internal dilakukan di Bunaken tepatnya di Hotel Santika. Hotel ini benar-benar nyempil di tengah perkampungan yang sekarang sudah banyak rumahnya berubah menjadi Guest House. Lumayan juga untuk mereka yang dananya pas2an, lebih baik tinggal di guest house.
4 hari menginap di hotel Santika, dengan sebagian besar waktu yang terpakai untuk meeting, hanya memberikan kesempatan untuk berenang malam, dan jalan2 ke pantai di pagi hari sebelum sarapan. Untunglah masih sempat juga untuk mengunjungi Bunaken dengan waktu yang superketat, artinya hanya bisa memakai perahu yang berkaca dan tidak ada kesempatan untuk belajar snorkeling. Ah, gayanya, berenang di laut aja ga berani, kok mau pakai snorkeling.
Acara berenang malam kali ini memberikan sensasi tersendiri, berenang dibawah bintang-bintang dan ditimpali nyanyian cengkerik malam. Ah indahnya... serasa ada di taman paradiso, menyibak air yang hangat, di kolam yang seolah milik pribadi, kelap kelip bintang di langit yang biru gelap seolah turut bernyanyi dengan cengkerik malam. 3 malam yang tak terlupakan, dan membuat ketagihan. Mungkin kalau ada waktu libur yang terbatas aku akan menghabiskan waktu disini saja, dekat dan indah.
Bunaken juga sangat indah, ikan-ikan berkejaran di sela-sela karang yang menjadi dinding dengan laut dalam, bermacam-macam jenis dan warnanya. Ingin kutangkap keindahannya dengan kamera, tetapi kamera digital ku yang tak ber-zoom tak sanggup untuk mengabadikannya. kenangannya hanya akan tergambar di benakku saja. Ikan napoleon, penyu dan ikan lainnya berenang dengan santainya di terumbu karang yang masih hidup ini.
Tak terasa rapat internal sudah berakhir dan aku serta 2 temanku memutuskan untuk menghabiskan weekend di menado saja dan baru pulang hari senin pagi. Kali ini kami mengexplore bagian gunungnya. Danau Tondano yang luas dan kebun sayurnya dan berakhir di danau Linou di Tomohon. Kami tidak sempat datang ke pasar tomohon yang katanya menjual semua daging kecuali daging manusia (atau diam-diam ada juga kah yang menjual daging ini? ^-^'... syereeemmm). Yang sangat aku kagumi adalah salah satu sudut danau yang ada sumber air panasnya... danau linau... indahnya....
Perjalanan pun berakhir, kami kembali dengan kenangan yang indah di dalam benak masing-masing. Indonesia Jambrut Katulistiwa? Definitely YES!
4 hari menginap di hotel Santika, dengan sebagian besar waktu yang terpakai untuk meeting, hanya memberikan kesempatan untuk berenang malam, dan jalan2 ke pantai di pagi hari sebelum sarapan. Untunglah masih sempat juga untuk mengunjungi Bunaken dengan waktu yang superketat, artinya hanya bisa memakai perahu yang berkaca dan tidak ada kesempatan untuk belajar snorkeling. Ah, gayanya, berenang di laut aja ga berani, kok mau pakai snorkeling.
Acara berenang malam kali ini memberikan sensasi tersendiri, berenang dibawah bintang-bintang dan ditimpali nyanyian cengkerik malam. Ah indahnya... serasa ada di taman paradiso, menyibak air yang hangat, di kolam yang seolah milik pribadi, kelap kelip bintang di langit yang biru gelap seolah turut bernyanyi dengan cengkerik malam. 3 malam yang tak terlupakan, dan membuat ketagihan. Mungkin kalau ada waktu libur yang terbatas aku akan menghabiskan waktu disini saja, dekat dan indah.
Bunaken juga sangat indah, ikan-ikan berkejaran di sela-sela karang yang menjadi dinding dengan laut dalam, bermacam-macam jenis dan warnanya. Ingin kutangkap keindahannya dengan kamera, tetapi kamera digital ku yang tak ber-zoom tak sanggup untuk mengabadikannya. kenangannya hanya akan tergambar di benakku saja. Ikan napoleon, penyu dan ikan lainnya berenang dengan santainya di terumbu karang yang masih hidup ini.
Tak terasa rapat internal sudah berakhir dan aku serta 2 temanku memutuskan untuk menghabiskan weekend di menado saja dan baru pulang hari senin pagi. Kali ini kami mengexplore bagian gunungnya. Danau Tondano yang luas dan kebun sayurnya dan berakhir di danau Linou di Tomohon. Kami tidak sempat datang ke pasar tomohon yang katanya menjual semua daging kecuali daging manusia (atau diam-diam ada juga kah yang menjual daging ini? ^-^'... syereeemmm). Yang sangat aku kagumi adalah salah satu sudut danau yang ada sumber air panasnya... danau linau... indahnya....
Perjalanan pun berakhir, kami kembali dengan kenangan yang indah di dalam benak masing-masing. Indonesia Jambrut Katulistiwa? Definitely YES!

