Sudah di minggu ke 3 Mei 2008, udara sudah semakin panas. Yang terbayang di otakku hanyalah kata2 "dingin". Masuk ke rumah makan yang tertera adalah "es". Paling enak kalau bikin teh, beri gula secukupnya dan dinginkan di dalam lemari es. Saat makan, minumannya adalah es teh. Seger pasti nya.
Udara panas juga membuat mataku kliyer-kliyer mengantuk dan otakku berhenti berputar. Pokoknya jadi lebih bego deh. Dasar mahluk udara dingin.
Friday, May 23, 2008
Tuesday, May 06, 2008
Mogok kerja Angkasa Pura
Hari ini pulauku dikunjungi seorang teman yang akan ikut kegiatan pelatihan. Temanku kena delay di menado, dan baru bisa mendarat jam 2. Apakah karena cuaca? Maintain alat? atau karena ada mogok kerja di Angkasa Pura I. Walaupun bandara di pulauku tidak ikutan mogok kerja. Tetapi bandara transitnya juga kena pemogokan juga. Whuah... jadi deg-degan nih, soalnya hari jum'at besok aku kan ada jadwal balik... mudah2an aja ga ada hambatan... please..please.
Memang sih mendapatkan gaji yang layak adalah hak para pekerja. Tapi yg nyebelinnya adalah apakah mereka sudah layak meminta perbaikan nasib, secara, selama ini mereka belum memberikan servis yang terbaik bagi kliennya. Tidak tahu informasi, tidak ramah, dll. Wooiii... nyadar dong, sebelum demo perbaiki dulu kualitas pelayanan!
Memang sih mendapatkan gaji yang layak adalah hak para pekerja. Tapi yg nyebelinnya adalah apakah mereka sudah layak meminta perbaikan nasib, secara, selama ini mereka belum memberikan servis yang terbaik bagi kliennya. Tidak tahu informasi, tidak ramah, dll. Wooiii... nyadar dong, sebelum demo perbaiki dulu kualitas pelayanan!
BBM mau naik lagi
Keadaan semakin menggila, orang miskin semakin terjepit. Dalam berbagai koran disebutkan BBM mau dinaikan lagi, karena ga sehat kalau pemerintah tetap menambah subsidi untuk BBM yg dipakai masyarakat. Dan hampir semua artikel di koran menuliskan alasan pembenaran kenaikan BBM, mungkin untuk meredam demo dari masyarakat. Menurutku ok2 saja kalau menaikan BBM, asaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll..... harga di pasaran sama dengan harga yang diumumkan. Mesti berani tuh menghajar orang2 yg jual dengan harga berlipat. Keduanya yang paling penting adalah mengurangi keuntungan dari pabrikan, misalnya klo bulan lalu untung 100 juta perbulan, nah maunya mereka yang menanggung kenaikan harga BBM dgn mengurangi untung mereka, kayak pemilik warteg2 lah. Masak konglomerat kalah lawan pemilik warteg nyalinya.
Jika ada kepedulian itu artinya kenaikan harga barang di pasar tidak akan mencekik rakyat banyak. Juga jangan lupakan tetep kejar tu para koruptor, jangan kalah sama uang pelicin. Pikir2 bangsa ini beneran parah korupsinya. Nah, jika tidak bisa menjamin hal itu, biar aja kolaps sekalian. Mau apa lagi coba, diajak bener ga bisa, kita mati aja sama2. Jangan cuma orang miskin aja yang mati kelaparan.
Buka mata hai para petinggi, dan buka hatimu juga lah.
Jika ada kepedulian itu artinya kenaikan harga barang di pasar tidak akan mencekik rakyat banyak. Juga jangan lupakan tetep kejar tu para koruptor, jangan kalah sama uang pelicin. Pikir2 bangsa ini beneran parah korupsinya. Nah, jika tidak bisa menjamin hal itu, biar aja kolaps sekalian. Mau apa lagi coba, diajak bener ga bisa, kita mati aja sama2. Jangan cuma orang miskin aja yang mati kelaparan.
Buka mata hai para petinggi, dan buka hatimu juga lah.
Sunday, May 04, 2008
Yotsuba & !
Yotsuba baru berumur 5 tahun, tapi kosa katanya sudah sangat beragam. Kalimat dan cara berpikirnya sering membuat ayahnya bengong karena ga nyangka akan keluar dari mulutnya. Ayahnya hanya bisa berkomentar "oohh... begitu ya?" Ibu Yotsuba entah kemana (rasanya harus dibaca lagi nih jilid satunya).
Hehehe, ini bukan kisah nyata, tapi manga. Menarik sekali karena penerjemahannya sangat detil. Misalnya waktu Yotsuba merasa dijanjikan akan ke laut (padahal ayahnya tidak berkata demikian) dan sudah mengajak kakak2 tetangga untuk ikut, saking malunya dia nangis sambil ngomong, "katanya mau pegi ke lauddd, kemarin bilangnya mau pergi ke lauuddd" wahahaahaaaa... asli pas banget kayak ngomong dengan hidung penuh ingus dan air mata.
Sedangkan goresan tintanya sangat bagus kalau menggambarkan Yotsuba bengong, marah, senang, jail, polos. aku jadi sangat favorit deh dengan manga ini. Baru kubaca jilid 1-6, tapi jadi pengen merekomendasikan sebagai manga of the year.
Hehehe, ini bukan kisah nyata, tapi manga. Menarik sekali karena penerjemahannya sangat detil. Misalnya waktu Yotsuba merasa dijanjikan akan ke laut (padahal ayahnya tidak berkata demikian) dan sudah mengajak kakak2 tetangga untuk ikut, saking malunya dia nangis sambil ngomong, "katanya mau pegi ke lauddd, kemarin bilangnya mau pergi ke lauuddd" wahahaahaaaa... asli pas banget kayak ngomong dengan hidung penuh ingus dan air mata.
Sedangkan goresan tintanya sangat bagus kalau menggambarkan Yotsuba bengong, marah, senang, jail, polos. aku jadi sangat favorit deh dengan manga ini. Baru kubaca jilid 1-6, tapi jadi pengen merekomendasikan sebagai manga of the year.
Saturday, May 03, 2008
Surat Untuk Raja
Asli bagus. Walaupun terjemahannya aneh. Ada memakan untuk makan, pemalaman untuk penginapan, bengawan untuk sungai besar dll. Tau tuh dari mana penerjemahnya dapat ide kayak gitu, sok puitis sih. Tapi berhubung ceritanya memang oke buatku, yah dimaaphhhkanlaaaahhhhh bahasa indonesia yang aneh itu.
Dinobatkan sebagai buku anak-anak terbaik di belanda, dan sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa. Cerita anak-anak tentang ksatria dan kastil (diterjemahin kastel sih, wakakakaka...) memang kelemahanku sejak jaman baheula.. ga ada berubahnya. aslinya aku memang kutu kupret... eh salah kutu buku. Karena itu semua buku aku lalap, dari buku novel serius sampai novel bokep, dari sains sampai politik gwahahaha... ngelantur lagi nih.
Surat untuk raja berjudul asli "brief vor de koning" (klo ga salah spell) bercerita tentang Tiuri bin Tiuri (taruhan deh dalam buku aslinya pasti ditulis Tiuri van Tiuri), seorang calon ksatria yang karena permintaan tolong seseorang terpaksa kabur di malam sebelum dia akan dilantik menjadi ksatria. Seru banget, ada intrik antar negara khayal, dan petualangan bertarung lawan mata-mata ulung Slupor, sama asyiknya dengan baca Ivanhoe. Kadarnya memang beda, secara Ivanhoe itu memang ditujukan untuk dewasa sedangkan Surat Untuk Raja memang buku anak-anak.
Tapi untuk orang-orang yang tidak pernah bisa lepas dari masa kanak2 (tapi bukan peudophil lho) buku ini akan memberikan sensasi bacaan yang tiada tara. Percayalah... bintang 5 deh!
Dinobatkan sebagai buku anak-anak terbaik di belanda, dan sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa. Cerita anak-anak tentang ksatria dan kastil (diterjemahin kastel sih, wakakakaka...) memang kelemahanku sejak jaman baheula.. ga ada berubahnya. aslinya aku memang kutu kupret... eh salah kutu buku. Karena itu semua buku aku lalap, dari buku novel serius sampai novel bokep, dari sains sampai politik gwahahaha... ngelantur lagi nih.
Surat untuk raja berjudul asli "brief vor de koning" (klo ga salah spell) bercerita tentang Tiuri bin Tiuri (taruhan deh dalam buku aslinya pasti ditulis Tiuri van Tiuri), seorang calon ksatria yang karena permintaan tolong seseorang terpaksa kabur di malam sebelum dia akan dilantik menjadi ksatria. Seru banget, ada intrik antar negara khayal, dan petualangan bertarung lawan mata-mata ulung Slupor, sama asyiknya dengan baca Ivanhoe. Kadarnya memang beda, secara Ivanhoe itu memang ditujukan untuk dewasa sedangkan Surat Untuk Raja memang buku anak-anak.
Tapi untuk orang-orang yang tidak pernah bisa lepas dari masa kanak2 (tapi bukan peudophil lho) buku ini akan memberikan sensasi bacaan yang tiada tara. Percayalah... bintang 5 deh!
Ambil Cuti Aja...!
"Kerajinan amat lo, kerja mulu, sekali-sekali cuti lah!"
"Katanya bulan April mo ke Jakarta, kok ga ada kabar beritanya?"
My dear friends... bukannya aku ga mau ke jakarta, bukannya aku ga mau cuti, tapi jiwaku sudah tergadaikan pada pekerjaan sekarang. Hehehe... memang hiperbola sih. Soalnya biarpun punya jatah cuti sebulan 2,5 hari, pada kenyataannya sungguh sulit untuk bisa meluangkan waktu untuk cuti. Boro-boro cuti, sabtu & minggu aja sering disate untuk menyiapkan kerjaan. Jadi masuk kriteria menggadaikan jiwa kan?
Dan aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku sangat tidak bisa memanage waktu yang 24 jam sehari itu, 7 hari dalam seminggu, 52 minggu dalam setahun? Sepertinya bukan itu masalahnya, karena jadwal kegiatannya yang tidak memungkinkan aku untuk bisa bebas lepas ambil cuti. Seandainya... oh seandainya...
Aku juga sering didera perasaan bersalah kalau ga kerja hari sabtu, sementara masih ada hal yang belum beres. Dan aku menjadi tidak tenang. Tampaknya pekerjaan sudah mulai ga sehat untuk jiwaku. Sehingga akhirnya aku nekat minta cuti, walaupun taruhannya dicuekin si bos si raja ampat itu. Tapi syukurlah masih diijinkan, mungkin si bos si raja ampat itu takut staffnya bakalan mental breakdown beneran. Akan lebih repot lagi urusannya.
Nah ijin cuti sudah kukantongi, tinggal menyusun jadwal kegiatannya. Huahahaha... list pertama shopping tentunya (apalagi coba...?), selanjutnya mengupdate tetek bengek yang perlu diupdate, seperti memastikan bahwa tagihan BB ku langsung dari CC ku dll. Fhuaaaaaahhhh... cari buku, hunting CD musik, upgrade laptop hihihihihi...banyak juga euy. Bocor nih tabunganku. Ya, sutralah... paling ga masalah hiburan swalayan di pulau terpencil ini terpenuhi, daripada bengong doang, cengok doang, ntar SR beneran... parah.
"Katanya bulan April mo ke Jakarta, kok ga ada kabar beritanya?"
My dear friends... bukannya aku ga mau ke jakarta, bukannya aku ga mau cuti, tapi jiwaku sudah tergadaikan pada pekerjaan sekarang. Hehehe... memang hiperbola sih. Soalnya biarpun punya jatah cuti sebulan 2,5 hari, pada kenyataannya sungguh sulit untuk bisa meluangkan waktu untuk cuti. Boro-boro cuti, sabtu & minggu aja sering disate untuk menyiapkan kerjaan. Jadi masuk kriteria menggadaikan jiwa kan?
Dan aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku sangat tidak bisa memanage waktu yang 24 jam sehari itu, 7 hari dalam seminggu, 52 minggu dalam setahun? Sepertinya bukan itu masalahnya, karena jadwal kegiatannya yang tidak memungkinkan aku untuk bisa bebas lepas ambil cuti. Seandainya... oh seandainya...
Aku juga sering didera perasaan bersalah kalau ga kerja hari sabtu, sementara masih ada hal yang belum beres. Dan aku menjadi tidak tenang. Tampaknya pekerjaan sudah mulai ga sehat untuk jiwaku. Sehingga akhirnya aku nekat minta cuti, walaupun taruhannya dicuekin si bos si raja ampat itu. Tapi syukurlah masih diijinkan, mungkin si bos si raja ampat itu takut staffnya bakalan mental breakdown beneran. Akan lebih repot lagi urusannya.
Nah ijin cuti sudah kukantongi, tinggal menyusun jadwal kegiatannya. Huahahaha... list pertama shopping tentunya (apalagi coba...?), selanjutnya mengupdate tetek bengek yang perlu diupdate, seperti memastikan bahwa tagihan BB ku langsung dari CC ku dll. Fhuaaaaaahhhh... cari buku, hunting CD musik, upgrade laptop hihihihihi...banyak juga euy. Bocor nih tabunganku. Ya, sutralah... paling ga masalah hiburan swalayan di pulau terpencil ini terpenuhi, daripada bengong doang, cengok doang, ntar SR beneran... parah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

