Kini demonstrasi bisa menjadi satu kajian unik. Demo di pulau ini bukan hak eksklusif mahasiswa dan lelaki, tetapi justru milik kaum ibu. Kemarin kantor KPU kembali kena demo, jumlah massa sekitar 60 orang, kegiatan utama adalah orasi massa. Polisi lumayan ditebar tapi ga keliatan water canon keluar, hmmm... pertanda demo ini jinak sifatnya. Apalagi anggota demo yang didominasi ibu2, sepertinya tidak akan ada kekerasan. Aman silahkan bekerja seperti biasa deh.
Hari ini di koran muncul beritanya. Ada yang unik dalam demo kemarin, ternyata ibu2 itu mengangkut serta alat masaknya dan membuat bubur menado untuk dimakan bersama-sama. Hehehe... udah kurang dana ya? Ga sanggup lagikah beli nasi bungkus?
Sebenarnya apa sih yang mereka kejar dengan demo seperti itu. Sudah jelas petinggi partai tersebut di Jakarta juga sudah mengibarkan bendera putih, jadi kenapa mesti memaksakan demo untuk menggugat pengesahan gubernurnya. Aneh2 aja, buang2 uang, waktu dan tenaga. Mana dilakukan di tengah hari lagi, hiii... panas bo...
Thursday, October 23, 2008
Sunday, October 19, 2008
Into thin air
Tentang musibah yang menyebabkan kematian pada salah satu pendakian Everest. Pengarangnya Jon Krakauer adalah kolumnist untuk majalah Outsider dan beberapa buku tentang tragedi yang berkaitan dengan keganasan alam di Everest, pegunungan Andes maupun Alaska.
Into Thin Air menjadi sangat istimewa untuk orang yang punya mimpi bisa mendakinya. Mendaki Everest memerlukan pengorbanan waktu untuk meningkatkan stamina fisik dan juga uang. Tingginya yang lebih dari 8000 meter diatas permukaan laut, membuat para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi tipisnya oksigen di sana. Memang para pendaki itu bisa memakai tabung oksigen, tapi berapa besar tabung yang bisa dibawa untuk efisiensi waktunya?
Selain itu Everest atau Chomulongma aka Samargatha, tetap menunjukkan kekokohannya, kedahsyatannya kepada manusia2 yang mencoba seperti semut mendaki sampai ke Puncaknya. Ingat Everest, akan teringat suatu malam dibawah cahaya purnama yang menimpa puncaknya dan memberikan bayangan gelap di bawahnya. Sementara udara dingin menusuk di hamparan padang es dan salju. Misterius dan Gelap tapi dengan daya pikat yang dahsyat yang membuat beberapa manusia tidak bisa berpaling lagi walaupun harus mengorbankan nyawanya.
Robert Hall, Stuart Fischer, Andy Harris telah memberikan nyawa mereka tragedi kemanusiaan di Everest. Jerakah manusia-manusia lain? Rasanya tidak, magnet misterius yang cantik dari Everest tetap memikat manusia untuk bisa berkenalan erat dengannya.
Into Thin Air menjadi sangat istimewa untuk orang yang punya mimpi bisa mendakinya. Mendaki Everest memerlukan pengorbanan waktu untuk meningkatkan stamina fisik dan juga uang. Tingginya yang lebih dari 8000 meter diatas permukaan laut, membuat para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi tipisnya oksigen di sana. Memang para pendaki itu bisa memakai tabung oksigen, tapi berapa besar tabung yang bisa dibawa untuk efisiensi waktunya?
Selain itu Everest atau Chomulongma aka Samargatha, tetap menunjukkan kekokohannya, kedahsyatannya kepada manusia2 yang mencoba seperti semut mendaki sampai ke Puncaknya. Ingat Everest, akan teringat suatu malam dibawah cahaya purnama yang menimpa puncaknya dan memberikan bayangan gelap di bawahnya. Sementara udara dingin menusuk di hamparan padang es dan salju. Misterius dan Gelap tapi dengan daya pikat yang dahsyat yang membuat beberapa manusia tidak bisa berpaling lagi walaupun harus mengorbankan nyawanya.
Robert Hall, Stuart Fischer, Andy Harris telah memberikan nyawa mereka tragedi kemanusiaan di Everest. Jerakah manusia-manusia lain? Rasanya tidak, magnet misterius yang cantik dari Everest tetap memikat manusia untuk bisa berkenalan erat dengannya.
Monday, October 13, 2008
Kecap Manis No 1 di Dunia
Iklan kecap manis sebagai no 1 di dunia, siapa sih yang ga pernah denger. Dulu aku juga ketawa kok klo dengar iklan kecap. Pernah juga berpikir copy writernya punya waham kebesaran. Salah satu gejala schizophrene dimana orang yang bersangkutan merasa dirinya adalah yang terhebat di dunia atau megalomania. Sampai jadinya ada istilah "Ngecap" untuk mereka yang sering membual. Atau ada istilah "tentu aja kecap itu no 1, ga ada kecap no 2"
Tetapi ternyata ... oh..ternyata, copy writer iklan kecap itu menuliskan kebenaran lebih dari yang aku sangka. Mereka memang tidak berbohong. Kecap manis memang khas Indonesia, tidak ditemukan dimana-mana. Lihat artikel ini http://community.kompas.com/read/artikel/1365 . Terbukti bahwa Kecap manis no 1 di dunia memang benar adanya. Karena kecap yang asalnya dari cina adalah kecap asin yang saat masuk ke Nusantara mendapatkan modifikasi gula jawa, dengan hasil akhir KECAP MANIS, yang pastinya no 1 di dunia dong, wong ndak ada negara lain yang produksi kok. LOL...LOL...LOL...
Tetapi ternyata ... oh..ternyata, copy writer iklan kecap itu menuliskan kebenaran lebih dari yang aku sangka. Mereka memang tidak berbohong. Kecap manis memang khas Indonesia, tidak ditemukan dimana-mana. Lihat artikel ini http://community.kompas.com/read/artikel/1365 . Terbukti bahwa Kecap manis no 1 di dunia memang benar adanya. Karena kecap yang asalnya dari cina adalah kecap asin yang saat masuk ke Nusantara mendapatkan modifikasi gula jawa, dengan hasil akhir KECAP MANIS, yang pastinya no 1 di dunia dong, wong ndak ada negara lain yang produksi kok. LOL...LOL...LOL...
Friday, October 10, 2008
Ternyata ada yang baca blog-ku juga
Berbeda dengan sebagian besar orang yang punya blog, dari awal memang lebih ditujukan untuk therapi stabilkan mood. Juga untuk latihan menulis, karena kalau membaca ulang tulisan-tulisan lamaku atau laporan naratif bulanan, aku suka bingung sendiri. Dengan membuat blog aku berharap terpacu untuk sering menulis dengan kalimat yang baik dan benar.
Berhubung beberapa content ada yang mengungkapkan rasa jengkel dan bete terhadap situasi sekeliling, karena itu aku memilih pasif dan tidak dipromosi dalam forum2 blogger Indonesia. Menjaga saja supaya tidak ada temanku yang tahu dan kemudian sakit hati.
Tetapi ternyata ada juga yang membaca blog-ku yang sangat sederhana ini. Ah, jadi terharu. Terimakasih ya, buat yang pernah baca.
Berhubung beberapa content ada yang mengungkapkan rasa jengkel dan bete terhadap situasi sekeliling, karena itu aku memilih pasif dan tidak dipromosi dalam forum2 blogger Indonesia. Menjaga saja supaya tidak ada temanku yang tahu dan kemudian sakit hati.
Tetapi ternyata ada juga yang membaca blog-ku yang sangat sederhana ini. Ah, jadi terharu. Terimakasih ya, buat yang pernah baca.
Thursday, October 02, 2008
Religius atau ??
Melihat tayangan TV untuk acara lebaran membuka mataku bahwa Ied Mubarok masih dimaknai dengan dangkal oleh sebagian besar bangsaku. Mudik lah yang menjadi sorotan utama bukannya arti dari Ied Mubarok itu sendiri. Selain itu juga pesta menjadi bagian yang sangat menonjol dari ritual Lebaran ini. Yah....Ritual dan bukan ibadah yang menjadi inti lebaran di Indonesia.
Secara tradisional bangsaku ini sangat mendewakan upacara. Lihat saja dalam berbagai stage hidup manusia, sungguh banyak ritual yang akan dialami. Puasa juga bukan merupakan ibadan yang baru dikenal bangsaku setelah mengenal Islam. Puasa merupakan laku prihatin yang dijalankan leluhurku yang menganut agama Budha dan Hindu. Sedangkan acara pesta biasa disebut dengan syukuran sering dilakukan oleh bangsaku untuk memperingati berbagai hal. Jadinya Lebaran dimaknai sebagai pesta untuk merayakan selesainya Puasa 30 hari di bulan ramadhan.
Jadi orang sudah tidak ingat lagi akan kelaparan yang dialami oleh si miskin maupun upaya-upaya yang harus dilakukan untuk merepresi berbagai nafsu duniawi. Jadi apakah makna lebaran ini?
Wednesday, October 01, 2008
Lebaran 1429H pada 1 oktober 2008, ingat?
Masih adakah yang mengingat 1 Oktober sebagai hari yang disaktikan oleh Soeharto untuk Pancasila? Hari ini hari Ied Mubarok 1429 H kebetulan jatuh pada tanggal yang sama dengan hari yang naas untuk sebagian orang di tahun 1965. Hampir 30 tahun setelahnya hari ini selalu dirayakan oleh rezim orde baru dengan mengagung-agungkannya sebagai hari yang mistis. Tetapi tahun ini tampaknya benar-benar terlupakan dalam gelegar Ied Mubarok dan malam takbiran semalam.
Begitu mudahnya bangsaku ini dipengaruhi oleh pemimpinnya. Akankah tiba waktu bagi bangsaku untuk mengingat sejarah bangsanya dan menempatkan serta menilainya dengan adil?
Subscribe to:
Posts (Atom)

