Pilpres tinggal 14 hari lagi..., sapa seorang penyiar radio lokal di kota yg saya tempati ini. Seperti diingatkan saja, saya berencana cuti minggu itu dengan alasan mau mengikuti pemilu di kota kelahiran. Alasan yang paling masuk akal karena toh KTP saya masih disana, walaupun sudah lama tidak saya kunjungi.
Hmm, pulang............! Kenangan menyerbu saya, tidak terlalu istimewa dan juga sudah banyak tempat yang berubah. Tapi kali ini saya ingin pulang untuk menyusuri kota di pagi hari dan melihatnya dari balik kamera. Rasanya akan banyak objek-objek menarik untuk diabadikan.
Pulanglah..., ibunda pun turut merayu, senang karena satu anaknya yang keseringan datang ke Jakarta tapi tak pernah menyempatkan diri singgah ke Bandung~kota kelahirannya, berencana mengambil cuti agak panjang. Suasana rumah akan berbeda kalau orang jauh datang, lanjutnya. Phew, saya sudah menjadi orang jauh, padahal belum keluar dari batasan NKRI ini. Jadi di mana semangat persatuan dan wawasan nusantara itu?
Tak usahlah kita diskusi hal yang tidak penting itu. Boleh kan sekedar kembali ke kota tempat dibesarkan dan menggauli sudut-sudutnya lagi dengan akrab. Masihkah kota itu mengingat diri saya?
Tuesday, June 23, 2009
Monday, June 01, 2009
Berhenti sejenak dan menengok ke belakang
Kalau hidup adalah sebuah perjalanan, kadang kita membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dan menegok ke belakang. Di titik ini terlihat warna-warni kehidupan kita. Saya yang sering lurus dan meninggalkan semua masa lalu, kali ini mencoba berhenti dan merenung.
Tangan sayapun bergerak mengetikkan sejumlah nama di fasilitas jejaring sosial dan menemukan berbagai nama yang akrab di kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu. Kehangatan dan keakraban yang dulu pernah ada, saya coba untuk dirangkai kembali. Ternyata sayalah si anak hilang, yang mengembara jauh dari komunitas yang dulu dibangun. Tetapi doa yang dulu pernah saya panjatkan kepadaNya, membawa kembali beberapa sahabat lama saya ke masa kini. Doa yang seperti mesin waktu.
Masa lalu seperti sebuah kotak yang telah lama terlupakan. Sortirlah isinya, mungkin kita akan terkejut mendapatkan beberapa benda berharga didalamnya, seperti ....sahabat sejati. Jarak dan waktu telah tercipta tetapi ada beberapa orang yang telah ditakdirkan menjadi sahabat sejati dan merekalah harta tak ternilai itu.
Tangan sayapun bergerak mengetikkan sejumlah nama di fasilitas jejaring sosial dan menemukan berbagai nama yang akrab di kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu. Kehangatan dan keakraban yang dulu pernah ada, saya coba untuk dirangkai kembali. Ternyata sayalah si anak hilang, yang mengembara jauh dari komunitas yang dulu dibangun. Tetapi doa yang dulu pernah saya panjatkan kepadaNya, membawa kembali beberapa sahabat lama saya ke masa kini. Doa yang seperti mesin waktu.
Masa lalu seperti sebuah kotak yang telah lama terlupakan. Sortirlah isinya, mungkin kita akan terkejut mendapatkan beberapa benda berharga didalamnya, seperti ....sahabat sejati. Jarak dan waktu telah tercipta tetapi ada beberapa orang yang telah ditakdirkan menjadi sahabat sejati dan merekalah harta tak ternilai itu.
Thursday, May 14, 2009
Piama kok dipakai belanja?
Pertanyaan yang bikin garuk2 kepala diajukan oleh anak internship yang baru pertama kali datang ke Indonesia adalah "Saya heran kenapa orang-orang tidak malu pakai piyama di jalan atau belanja?" Mulanya bengong, dimana ada orang pake piyama jalan dan belanja? karena dalam bayangan saya piyama itu baju tidur garis2 doang, padahal kan semua baju di bagian baju dalam yg dipake untuk tidur dengan bahan dari kaus dan gambar2 cute dengan warna pastel juga disebut piyama... Hahahaha... I see. Tapi tetep sulit menjelaskan perbedaan budaya itu.
Saya tidak bisa membayangkan reaksinya seandainya dia tahu bahwa di desa yang belum ada listrik di pelosok Sukabumi (thn 1998-2000), orang beli lemari es untuk menyimpan baju atau memakai pispot (yg bentuknya kayak belanga) untuk menyajikan sayur... huahahaha... aku aja bingung ngeliatnya.
Saya tidak bisa membayangkan reaksinya seandainya dia tahu bahwa di desa yang belum ada listrik di pelosok Sukabumi (thn 1998-2000), orang beli lemari es untuk menyimpan baju atau memakai pispot (yg bentuknya kayak belanga) untuk menyajikan sayur... huahahaha... aku aja bingung ngeliatnya.
Kalah pemilu kok ngotot?
Yahoo.co.id hari ini menurunkan berita bahwa Amin Rais marah karena SBY cenderung memilih Budiono menjadi cawapresnya sebagai upaya untuk bersikap netral terhadap koalisi partai. Juga dibahas komentar Tifatul Sembiring yang tidak kalah lucunya terhadap pengajuan cawapres ini (liat aja sendiri di news yahoo.co.id hari ini 14 Mei 2009).
Tampaknya partai-partai dengan perolehan suara kecil itu tidak merasa dirinya kalah. Seolah mereka pemenangnya sehingga merasa tersinggung atas upaya SBY dalam merekrut wakilnya dalam pemilu presiden 2009 yang bukan berasal dari partai. Terkesan partai-partai tersebut sangat maruk dengan kekuasaan eksekutif. Ada apa dengan kekuasaan eksekutif itu? Mengapa mereka begitu berminat untuk menjadi cawapres. Kita sama-sama tahulah apa yang diincar oleh partai2 yang kalah itu dalam upaya mendapatkan kekuasaan eksekutif.
SBY bukan orang bodoh yang akan membiarkan dirinya disetir lagi oleh wapres berdasarkan koalisi partai bukan? Itupun seandainya SBY yang terpilih lagi. Yg terbayang nanti saat dilakukan pemilihan mentri cabinet, hal yang sama pasti terulang lagi. Baru jadi cawapres aja udah diributin, kapan sih belajar dewasanya?
Percuma dengan semua status akademik yang mereka sandang yang menunjukkan bahwa mereka adalah orang2 bijak dan pintar di negri ini, tetapi mata mereka sudah tertutupi oleh nafsu memerintah. Dan dengan segala macam retorika mereka saat melakukan kampanye tidak berhasil memukau rakyat untuk memilih calon dari partai mereka. Rakyat berkata lain, 46 juta suara untuk golput menunjukkan kebosanan rakyat akan semua ulah parpol tersebut. Dan kemenangan Demokrat yang walaupun tidak telak tapi menggungguli semua partai lain, menunjukkan Demokratlah sang juara. Tidak dapatkah para begawan yang katanya arif bijaksana, pintar dan penuh wawasan itu mengerem nafsunya untuk mengomentari setiap tindakan SBY yang dinilai tidak menguntungkan partai mereka.
Mengapa mereka tidak puas dengan status mereka yang masih bisa duduk mewakili di DPR/MPR. Bukankah PAN dan PKS pernah menjabat pimpinan MPR/DPR, kenapa selama masa itu mereka tidak bisa menciptakan lembaga legislative yang punya charisma dan wewenang yang bersih. Buktinya semakin kini semakin buruk kinerja lembaga legislative kita, dan rakyat banyak yang tidak percaya lagi dibuktikan dengan 46 juta suara golput.
Jadi tolong, bersikaplah bijak, jangan mengumbar emosi hanya karena anggota parpol anda tidak ada yang dipilih oleh SBY menjadi wapres. Pikirkan bagaimana membuat Negara ini bisa meningkatkan status kesejahteraannya dan bukan sekedar bermain politik mencari kekuasaan saja. In my point of view kalau udah kalah ga perlu ngotot lah untuk memegang tampuk eksekutif, jalankan saja peran legislative sebaik-baiknya, dengan begitu rakyat malah akan bersimpati.
Tampaknya partai-partai dengan perolehan suara kecil itu tidak merasa dirinya kalah. Seolah mereka pemenangnya sehingga merasa tersinggung atas upaya SBY dalam merekrut wakilnya dalam pemilu presiden 2009 yang bukan berasal dari partai. Terkesan partai-partai tersebut sangat maruk dengan kekuasaan eksekutif. Ada apa dengan kekuasaan eksekutif itu? Mengapa mereka begitu berminat untuk menjadi cawapres. Kita sama-sama tahulah apa yang diincar oleh partai2 yang kalah itu dalam upaya mendapatkan kekuasaan eksekutif.
SBY bukan orang bodoh yang akan membiarkan dirinya disetir lagi oleh wapres berdasarkan koalisi partai bukan? Itupun seandainya SBY yang terpilih lagi. Yg terbayang nanti saat dilakukan pemilihan mentri cabinet, hal yang sama pasti terulang lagi. Baru jadi cawapres aja udah diributin, kapan sih belajar dewasanya?
Percuma dengan semua status akademik yang mereka sandang yang menunjukkan bahwa mereka adalah orang2 bijak dan pintar di negri ini, tetapi mata mereka sudah tertutupi oleh nafsu memerintah. Dan dengan segala macam retorika mereka saat melakukan kampanye tidak berhasil memukau rakyat untuk memilih calon dari partai mereka. Rakyat berkata lain, 46 juta suara untuk golput menunjukkan kebosanan rakyat akan semua ulah parpol tersebut. Dan kemenangan Demokrat yang walaupun tidak telak tapi menggungguli semua partai lain, menunjukkan Demokratlah sang juara. Tidak dapatkah para begawan yang katanya arif bijaksana, pintar dan penuh wawasan itu mengerem nafsunya untuk mengomentari setiap tindakan SBY yang dinilai tidak menguntungkan partai mereka.
Mengapa mereka tidak puas dengan status mereka yang masih bisa duduk mewakili di DPR/MPR. Bukankah PAN dan PKS pernah menjabat pimpinan MPR/DPR, kenapa selama masa itu mereka tidak bisa menciptakan lembaga legislative yang punya charisma dan wewenang yang bersih. Buktinya semakin kini semakin buruk kinerja lembaga legislative kita, dan rakyat banyak yang tidak percaya lagi dibuktikan dengan 46 juta suara golput.
Jadi tolong, bersikaplah bijak, jangan mengumbar emosi hanya karena anggota parpol anda tidak ada yang dipilih oleh SBY menjadi wapres. Pikirkan bagaimana membuat Negara ini bisa meningkatkan status kesejahteraannya dan bukan sekedar bermain politik mencari kekuasaan saja. In my point of view kalau udah kalah ga perlu ngotot lah untuk memegang tampuk eksekutif, jalankan saja peran legislative sebaik-baiknya, dengan begitu rakyat malah akan bersimpati.
Saturday, April 25, 2009
Jari-jari menari
Salah satu tes kalau mau jadi sekretaris adalah kemampuan mengetik berapa kata/huruf per menit. Apakah sekarang masih menjadi persyaratan ga ya? Kalau diukur mungkin kecepatan mengetik saat ini bisa lebih cepat dari jaman dahulu. Keyboard kompie kan ga seberat tust mesin tik.
Buat mereka yang pernah merasakan mesin tik pasti mengerti apa yang disebut dengan mengetik 11 (sebelas) jari, dimana kita akan menekan sekuat-kuatnya tust mesin tik itu supaya dia mau "nakol" pita mesin tik dan menciptakan huruf disana, dengan hanya menggunakan kedua jari telunjuk kita saja. Dan yang paling menyebalkan jika sudah salah tik, makanya jaman dulu tip-ex laku keras, kalau sekarang mungkin sudah kurang laku, karena hanya dipakai untuk mengkoreksi tulisan. Mungkin tidak lama lagi tip-ex akan tinggal menjadi barang kenangan saja.
Kalau melihat film-film Holywood yg berlokasi di ruang sidang, biasanya ada notulen yang tangannya bergerak sesuai dengan kecepatan mulut bicara. Dulu saya kagum sekali dengan mereka, kok bisa ya? Makanya di jaman SMP pada pelajaran ketrampilan pernah juga sih diajarkan cara mengetik 10 jari, dimana semua jari kita berfungsi di tempat yang tepat. Jangan tanya bagaimana cara menghafalnya, karena saya hanya bisa mendapat nilai pas saja untuk tidak merah. Masalahnya jari manis dan jari kelingking saya kekuatannya sangat lemah, jadi ga mungkin mampu menekan tust mesin tik itu.
Masalah hilang setelah kompie mulai menjadi sahabat saya. Bahkan sekarang udah bisa lho ngetik tanpa harus melihat keyboardnya lagi. Asal menggunakan laptop atau kompie yg familiar. Walaupun letak huruf QWERTY sama di semua keyboard, tapi jarak antara tust nya kadang berbeda yang membuat perkiraan jarak jari meleset. Apalagi kalau menggunakan laptop EEE, ampun dah, rapat banget... hampir dipastikan akan membuat saya frustasi kalau harus mengetik di tempat gelap. Yang paling ideal adalah keyboard macbook, karena jaraknya lumayan, tapi dia tidak punya fungsi klik kanan seperti di laptop biasa.
Dan sahabat terbaik jari jemari saya adalah Sebastian, the black cool mac book!
Thursday, April 23, 2009
French Style
Kalau habis pulang dari Jawa saya biasa bawa stock teh Dilmah, Buah-buahan atau Roti. Pengennya sih bawa kopi starbuck, tapi karena jadwal penerbangan kesini selalu tengah malam dan melalui terminal 1 pula, keinginan itu selalu terpendam di dalam hati. Terpaksalah memuaskan diri hanya dengan minum kopi instan nescafe, yg rasanya ga keruan itu.
Setelah tahu dengan French Press, mulai kepikiran untuk beli kopi bubuk dan menikmati kopi enak ala Perancis. Apalagi rumah ortu di Bandung, bego banget kalau ga punya stock kopi enak dengan harga ekonomis KOPI AROMA! Jadilah saat terakhir pulang kampung sengaja jalan ke Banceuy dan beli satu ons kopi (banyak lho) mana harganya hanya 10.500 karena beli yg jenis Robusta. Dan praktek di Ternate sini... Voila, jadilah secangkir kopi enak dan mantap....!
Kenikmatan kopi ini memang tiada duanya. Dan dibutuhkan "pengetahuan tinggi" (hehehe) untuk membawa sedikit kenyamanan ke pulau yang jauh dari kenyamanan yg ditawarkan Jakarta. Dan yang lebih penting lagi karena rasa oke dengan harga hemat. Sekarang tak lagi termimpi-mimpi atau kangen dengan kopi Starbuck, termasuk saat sedang di Jawa... Kopi racikan sendiri ternyata enak juga
Setelah tahu dengan French Press, mulai kepikiran untuk beli kopi bubuk dan menikmati kopi enak ala Perancis. Apalagi rumah ortu di Bandung, bego banget kalau ga punya stock kopi enak dengan harga ekonomis KOPI AROMA! Jadilah saat terakhir pulang kampung sengaja jalan ke Banceuy dan beli satu ons kopi (banyak lho) mana harganya hanya 10.500 karena beli yg jenis Robusta. Dan praktek di Ternate sini... Voila, jadilah secangkir kopi enak dan mantap....!
Kenikmatan kopi ini memang tiada duanya. Dan dibutuhkan "pengetahuan tinggi" (hehehe) untuk membawa sedikit kenyamanan ke pulau yang jauh dari kenyamanan yg ditawarkan Jakarta. Dan yang lebih penting lagi karena rasa oke dengan harga hemat. Sekarang tak lagi termimpi-mimpi atau kangen dengan kopi Starbuck, termasuk saat sedang di Jawa... Kopi racikan sendiri ternyata enak juga
Wednesday, April 22, 2009
HP yg bisa disentuh
Di kota/pulau ini, jati diri ditunjukkan dengan hp yg dipakai. Jadi yg dijual sebagian besar adalah HP canggih punya. Biarpun di sini ga ada 3G, tapi Nokia N series bukan barang yg sulit dilihat. Bahkan pernah juga ngeliat tante2 jalan dengan memakai blue tooth dan mengobrol urusan ga penting.
Sore ini aku lebih terkejut lagi, saat seorang ibu kenalanku menelpon, minta tolong disetting Black berrynya - gubraakkkk... perasaan tante satu itu ga punya email deh.
Gini ngobrolnya:
" Hallo tante, ada apa nih?" saat aku menerima telponnya
" Ada dimana dek?" - and gw boong bilang lagi di luar kota
"....................kenapa memangnya tan?"
"Ini ... saya baru beli black berry bold, itu yg bisa DISENTUH...., nah kata si X (anaknya) suruh tanya adek aja, dan minta bantu disetting supaya bisa SMS sama X..., kLu bisa disetting ke bahasa indonesia aja!"
Nah lho, BBB yg bisa disentuh katanya, huahahaha... baru ngeh setelah sedikit mikir ooo... screen touch toh? Dan buat dipakai SMS, omg-omg...
"Aduh, tante saya BB saya dulu disettingin sama yang jual, pake provider apa? Minta disetting aja ke providernya..."
"Pake simpati..." aku bengong, karena baru sadar, ternyata BB bisa ya pake simpati - astaga aku ga gaul banget. Selama ini kupikir cuma bisa pake Matrix atau Hallo atau XL yg langganan aja.
Bayangkan, aku beli BB justru untuk supaya bisa tracking email, klo nggak sih ngapain beli hp mahal2. Dibawah 2 juta jg udah lumayan oke buatku. Dan ini Black Berry Bold yg di jakarta aja seharga 8 juta keatas, cuma untuk dipakai telp dan sms-an... sayang banget featurenya banyak yang ga kepakai. Ga kebayang aja klo iphone udah mulai ngetop di Indonesia, mau diganti dengan iPhone? Menurutku daripada beli BBB mending si tante beli Nokia N71 misalnya. Tapi begitulah kenyataanya, yg penting klo dipake nelpon dan orang tanya bisa dijawab dong
"oh ini blekberi bold, yg bisa disentuh layarnya, mahal lho dijakarta aja udah 8 juta"
Dan aku ketawa sambil sirik hihihihihi
Monday, April 20, 2009
Legu Gam
Ada acara tradisional di Ternate yg namanya Legu Gam, artinya ...? Ga ada yg bisa menterjemahkan dengan jelas, mungkin karena yg aku tanya semuanya bukan orang asli sini, tapi pendatang yg sudah lama tinggal di Ternate. Tapi peristiwa ini adalah perayaan ulang tahun Sultan Ternate yg sekarang, Mudaffar Syah. Tahun ini dirayakan 2 minggu katanya, dengan biaya sebagian dari PEMDA, karena sudah dijadikan event lokal.
Sudah direncanakan dari awal minggu mau mantengin acara itu, tapi tahun ini juga masih belum menjadi keberuntunganku, karena mendadak dari pagi hujan turun deras banget. Nyuk, mana mau aku mengorbankan kameraku, jadi kubatalkan pergi nonton. Dan pagi ini di koran aku melihat foto acara pembukaannya. Heh...? Bagaimana bisa, bukannya hari itu hujan turun seharian? Temen sekantorku malah dengan terang-terangan menuduh pawang hujan sengaja meniup awan ke bagian kota tempat kami tinggal. Beuuu... klo tau begini....
mungkin aku bakalan paksakan aja keluar rumah hari itu.
Walaupun tidak sekeramat kesultanan Jogja, tapi mistis memang tetap melingkupi kesultanan Ternate ini. Misalnya ada mahkota raja yang harus dipotong rambutnya setahun sekali dengan upacara tertentu. Hiih... yg kayak gini mah emoh ngeliatnya. Katanya di mahkota itu ada rambutnya dan tetap tumbuh/hidup, sehingga setahun sekali mesti ada upacara potong rambut. Trus mahkota itu juga yg akan menentukan siapa Sultan berikutnya~ hehehe, sedikit mirip topi di sekolahnya Harry Potter deh~ yaitu dia yang pas memakai mahkota itu (ga melorot atau kekecilan-yg ini mirip dengan cinderella dan sepatu kacanya).
Trus Sultannya sendiri diyakini punya kemampuan magis. Bagi masyarakat asli ada kepercayaan bahwa sakit mereka sembuh kalau bisa melihat atau menjabat atau jika minum air yg sudah didoakan sultan. Ga mau comment lah, karena kepercayaan kayak gini bukan hanya menyerang warga ternate, tapi hampir di semua budaya di Indonesia. Kekuatan supra natural sultan inilah yg membuat Sultan Ternate unggul dibandingkan sultan2 lainnya di Maluku Utara. Di wilayah ini masih banyak sultannya lho, kesultanan Tidore, Jailolo dan Sula, and nantinya akan nyambung dengan masyarakat yg ada di wilayah prop Maluku. Tapi tetep yg paling ngetop adalah Sultan Ternate ini, sebelas-duabelaslah dengan Ponari, hehehe Nyuk, apa coba maksudnya?
Tapi mungkin sabtu depan cuaca bagus, dan aku akan coba2 datang ke sana, siapa tahu bisa hunting foto bagus, misalnya lagi ada acara Bambu Gila. Lumayan kan, bisa nyoba2 fungsi Zoom dari kameraku, dengan catatan tidak berada terlalu dekat dengan si Bambu, kecuali bersedia menanggung resiko kena sambit. Mudah-mudahan....
Sudah direncanakan dari awal minggu mau mantengin acara itu, tapi tahun ini juga masih belum menjadi keberuntunganku, karena mendadak dari pagi hujan turun deras banget. Nyuk, mana mau aku mengorbankan kameraku, jadi kubatalkan pergi nonton. Dan pagi ini di koran aku melihat foto acara pembukaannya. Heh...? Bagaimana bisa, bukannya hari itu hujan turun seharian? Temen sekantorku malah dengan terang-terangan menuduh pawang hujan sengaja meniup awan ke bagian kota tempat kami tinggal. Beuuu... klo tau begini....
mungkin aku bakalan paksakan aja keluar rumah hari itu.
Walaupun tidak sekeramat kesultanan Jogja, tapi mistis memang tetap melingkupi kesultanan Ternate ini. Misalnya ada mahkota raja yang harus dipotong rambutnya setahun sekali dengan upacara tertentu. Hiih... yg kayak gini mah emoh ngeliatnya. Katanya di mahkota itu ada rambutnya dan tetap tumbuh/hidup, sehingga setahun sekali mesti ada upacara potong rambut. Trus mahkota itu juga yg akan menentukan siapa Sultan berikutnya~ hehehe, sedikit mirip topi di sekolahnya Harry Potter deh~ yaitu dia yang pas memakai mahkota itu (ga melorot atau kekecilan-yg ini mirip dengan cinderella dan sepatu kacanya).
Trus Sultannya sendiri diyakini punya kemampuan magis. Bagi masyarakat asli ada kepercayaan bahwa sakit mereka sembuh kalau bisa melihat atau menjabat atau jika minum air yg sudah didoakan sultan. Ga mau comment lah, karena kepercayaan kayak gini bukan hanya menyerang warga ternate, tapi hampir di semua budaya di Indonesia. Kekuatan supra natural sultan inilah yg membuat Sultan Ternate unggul dibandingkan sultan2 lainnya di Maluku Utara. Di wilayah ini masih banyak sultannya lho, kesultanan Tidore, Jailolo dan Sula, and nantinya akan nyambung dengan masyarakat yg ada di wilayah prop Maluku. Tapi tetep yg paling ngetop adalah Sultan Ternate ini, sebelas-duabelaslah dengan Ponari, hehehe Nyuk, apa coba maksudnya?
Tapi mungkin sabtu depan cuaca bagus, dan aku akan coba2 datang ke sana, siapa tahu bisa hunting foto bagus, misalnya lagi ada acara Bambu Gila. Lumayan kan, bisa nyoba2 fungsi Zoom dari kameraku, dengan catatan tidak berada terlalu dekat dengan si Bambu, kecuali bersedia menanggung resiko kena sambit. Mudah-mudahan....
Sunday, March 29, 2009
Tapus, anggota baru keluarga
Gerakannya lincah dan ga mau diam, sebentar lari ke sana, sebentar lari kesini, kemudian naik ke pohon, terus mengendap-endap mau nangkap lalat. Tapi sombongnya bukan main, ga mau dipanggil, pura2 ga denger suara kita. Wajahnya manis bersih dan matanya jahil. Dialah Tapus anggota baru keluarga kucing kami. Ibuku memang kurang kreatif memberikan nama kucing, sebenarnya si Tapus bakalan cocok2 aja kok kalo diberi nama Britney misalnya, lincahnya kan mirip klo si Britney Spears lagi nyanyi.
Mukanya bener2 nggemesin... akhirnya dengan berbagai tipu daya aku bisa memeluknya, hahaha... belum tau dia, klo udah kenal bakal ketagihan. Dan dia melonjak2 tapi ga berdaya dalam cengkeramanku... hahaha.... setelah dilepaskan dia langsung deh misuh2. Duh sombongnya....
Mukanya bener2 nggemesin... akhirnya dengan berbagai tipu daya aku bisa memeluknya, hahaha... belum tau dia, klo udah kenal bakal ketagihan. Dan dia melonjak2 tapi ga berdaya dalam cengkeramanku... hahaha.... setelah dilepaskan dia langsung deh misuh2. Duh sombongnya....
Thursday, March 26, 2009
Kenapa ga sekalian mati total aja...?
PLN di Ternate sudah ganti nama jadi Perusahaan Lilin Nternate atau Pemadaman Lama Nyalanya, saking padam listrik lebih lama dari nyalanya. Pertama hanya 5 jam, mulai 2 hari yg lalu kok makin lama matinya akhirnya temenku I telp ke PLN
I: "Pak di daerah xxx hari ini jam berapa akan menyala?"
P: "Nanti jam 4 bu...!"
I: "Jam 4?? Kalau di daerah yyy (tempat tinggalnya dia)"
P: "Mungkin jam 3 sudah nyala bu"
I: "Kok sekarang lama matinya?"
P: " Iya bu sekarang matinya 2 kali 8 jam sehari..." (dengan suara tanpa dosa)
I: " Astaga...2 kali 8 jam?!!! Kenapa ga dimatiin total aja !!!" (dan teleponnya langsung dia tutup)
Aku yg dengerin udah mati kejer aja rasanya denger kayak gitu...di koran udah dimaki2 sama banyak orang dari bahasa halus sampai kasar, ga ada permintaan maaf dari manajemen PLN. Coba deh di Jepang kejadian kayak gini, udah benjut2 itu kepala direksi PLN hasil minta maaf berkali2, atau mungkin udah bunuh diri aja. Nah di Indonesia ini memang paling enak jadi perusahaan negara... ga ada minta maaf, ga ada solusi, alasan pokok MESIN RUSAK atau BBM LANGKA. Hah.... Sekalinya kita terlambat bayar, langsung diputus ..... CABEEEEE DEEEEEHHHH...
Tuesday, March 17, 2009
Acara Kesehatan di TV
Sambil makan siang di restoran yg deket kantor sekalian nonton TV~ nebeng bok. Yg sedang dipasang itu TV One, lagi acara kesehatan jam 10-an, pembawa acaranya Sophie Navita. Yg dibahas adalah Diabetes, tapi lebih terkesan sebagai promosi klinik therapi diabetes (alternatif kayaknya). Masalahnya penjelasan yg diberikan setengah-benar setengah-menyesatkan.
Fakta bahwa pengetahuan ttg diabetes bukan hak ekslusif dokter, fakta bahwa yg mengobati itu adalah Tuhan dan ilmu kedokteran manusia hanya sepersekian nanometer dari ilmuNya, yang memungkinkan banyak tehnik pengobatan, tapi fakta pula bahwa diabetes sudah banyak diteliti oleh para ahli dan pengetahuan tentang diabetes saat ini banyak yang berasal dari penelitian2 tsb. Ok, visi TV One sudah bagus mengangkat diabetes yang cukup banyak diderita WNI, sehingga massa bisa lebih paham dengan penyakit ini. Tapi sayangnya si pembicara tampaknya melihat diabetes dari sisi tradisional saja.
Contoh: dia mengatakan bahwa diabetes sudah diderita oleh anak kurang dari 10 tahun dan tidak ada turunan dari orangtuanya. Weits... apakah bapak itu sudah melakukan penelitian yg mendalam? atau pengetahuan dasarnya apakah dia mempelajari dan menguasai sisi patofisiologisnya diabetes? Kerusakan organ apa yg pertama-tama menyebabkan diabetes? Buatku pernyataannya sangat menyesatkan. Seorang anak kecil dimungkinkan untuk kena diabetes dari lahir, yg baru manifes gejalanya di usia sangat muda-ga harus dari bayi, dan o.k.i kerusakan dari sel2 pancreas biasanya didapatkan turunan dari salah satu orang tuanya, terutama ibunya. Bagaimana dia bisa bilang orangtuanya sehat dan tidak diabetes (emangnya dia udah periksa lab?).
Sophie Navita sebagai duta ASI memang sudah memberikan promosi untuk memberikan ASI pada anak supaya ga diabetes. Nah ini juga pernyataan separuh-benar, separuh-menyesatkan. Anak yg tidak mendapat ASI dan hanya mendapat susu Formula meningkat risiko kena diabetes di usia dewasa muda, bukan di usia balita (<10>
Yang aku sayangkan kenapa sih tidak ada panduan script yg sudah didiskusikan sebelum penayangan sehingga keakuratan data bisa dipastikan. Sayang banget padahal niatnya TV One sudah bagus, kenapa ga perfect?
Pengobatan alternatif
Ga ada manusia yg pengen sakit, atau berlama-lama sakit. Dan sudah naluri pula untuk mencari pengobatan. Pertanyaan: kenapa manusia di Indonesia banyak yang mencari kesembuhan instan? Sehingga berbondong2 ke pengobatan alternatif atau pengobatan ajaib ala Ponari (misal) yg jelas2 ga masuk logika? Harga lebih murah? Ga juga kok. Jika makan obat dengan baik dan benar, diikuti dietnya yg benar, gaya hidup yg benar bisa dipastikan penyakit akan hilang.
Salah satu temanku punya kolesterol tinggi yg menimbulkan gejala buatnya. Kalau makan sama kita dietnya bagus, mana dia rajin olahraga, tapi kenapa kolesterolnya sering tinggi? Setelah ngobrol2 ternyata baru ketahuan bahwa yg dia rasa sudah diet dengan baik ternyata salah kaprah. Misalnya ga mau makan cumi, tapi ternyata seminggu sebelumnya dia sering makan di RM padang dengan menu "Paru Goreng" dua porsi lagi, dengan alasan paru ga dimasak santan...oh my God...oh my God, ga heran cholesterolnya ga turun2, gyahahahaha.... emang nih sistem kesehatan di Indonesia ...farahhhh...
Mestinya dokter bekerja sama dengan mereka, jadi kalau udah selesai periksa penyakit langsung deh suruh mereka konsultasi ke nutrician/dietician untuk menghitung dan menyarankan makanan apa yg bagus dalam proses penyembuhan mereka. Ga ada koordinasi sama sekali deh, perasaan lulusan akademi gizi maupun S1 gizi udah banyak di Indonesia tapi ujung2nya mereka kerja ga jelas. Aturan kalau mereka dapat ijin praktek kan lumayan tuh, misalnya 2 dokter dilayani 1 nutrician/dietician, tentunya jgn ngambil honor mahal2 dong, kasian pasiennya.
Tapi karena saling mencaplok lahan (dokter banyak juga yg ambil ahli gizi hanya untuk menjadi konsultan penurunan berat badan dan pusat2 penurunan berat badan yg digandrungi emak2), akibatnya pasien jd dibodoh2in. Akibatnya lagi mereka mencari alternatif pengobatan (bahkan sampai yg ga masuk akal) supaya bisa cepet sembuh.
Ahhh... kapan ya bisa teratur?
Fakta bahwa pengetahuan ttg diabetes bukan hak ekslusif dokter, fakta bahwa yg mengobati itu adalah Tuhan dan ilmu kedokteran manusia hanya sepersekian nanometer dari ilmuNya, yang memungkinkan banyak tehnik pengobatan, tapi fakta pula bahwa diabetes sudah banyak diteliti oleh para ahli dan pengetahuan tentang diabetes saat ini banyak yang berasal dari penelitian2 tsb. Ok, visi TV One sudah bagus mengangkat diabetes yang cukup banyak diderita WNI, sehingga massa bisa lebih paham dengan penyakit ini. Tapi sayangnya si pembicara tampaknya melihat diabetes dari sisi tradisional saja.
Contoh: dia mengatakan bahwa diabetes sudah diderita oleh anak kurang dari 10 tahun dan tidak ada turunan dari orangtuanya. Weits... apakah bapak itu sudah melakukan penelitian yg mendalam? atau pengetahuan dasarnya apakah dia mempelajari dan menguasai sisi patofisiologisnya diabetes? Kerusakan organ apa yg pertama-tama menyebabkan diabetes? Buatku pernyataannya sangat menyesatkan. Seorang anak kecil dimungkinkan untuk kena diabetes dari lahir, yg baru manifes gejalanya di usia sangat muda-ga harus dari bayi, dan o.k.i kerusakan dari sel2 pancreas biasanya didapatkan turunan dari salah satu orang tuanya, terutama ibunya. Bagaimana dia bisa bilang orangtuanya sehat dan tidak diabetes (emangnya dia udah periksa lab?).
Sophie Navita sebagai duta ASI memang sudah memberikan promosi untuk memberikan ASI pada anak supaya ga diabetes. Nah ini juga pernyataan separuh-benar, separuh-menyesatkan. Anak yg tidak mendapat ASI dan hanya mendapat susu Formula meningkat risiko kena diabetes di usia dewasa muda, bukan di usia balita (<10>
Yang aku sayangkan kenapa sih tidak ada panduan script yg sudah didiskusikan sebelum penayangan sehingga keakuratan data bisa dipastikan. Sayang banget padahal niatnya TV One sudah bagus, kenapa ga perfect?
Pengobatan alternatif
Ga ada manusia yg pengen sakit, atau berlama-lama sakit. Dan sudah naluri pula untuk mencari pengobatan. Pertanyaan: kenapa manusia di Indonesia banyak yang mencari kesembuhan instan? Sehingga berbondong2 ke pengobatan alternatif atau pengobatan ajaib ala Ponari (misal) yg jelas2 ga masuk logika? Harga lebih murah? Ga juga kok. Jika makan obat dengan baik dan benar, diikuti dietnya yg benar, gaya hidup yg benar bisa dipastikan penyakit akan hilang.
Salah satu temanku punya kolesterol tinggi yg menimbulkan gejala buatnya. Kalau makan sama kita dietnya bagus, mana dia rajin olahraga, tapi kenapa kolesterolnya sering tinggi? Setelah ngobrol2 ternyata baru ketahuan bahwa yg dia rasa sudah diet dengan baik ternyata salah kaprah. Misalnya ga mau makan cumi, tapi ternyata seminggu sebelumnya dia sering makan di RM padang dengan menu "Paru Goreng" dua porsi lagi, dengan alasan paru ga dimasak santan...oh my God...oh my God, ga heran cholesterolnya ga turun2, gyahahahaha.... emang nih sistem kesehatan di Indonesia ...farahhhh...
Mestinya dokter bekerja sama dengan mereka, jadi kalau udah selesai periksa penyakit langsung deh suruh mereka konsultasi ke nutrician/dietician untuk menghitung dan menyarankan makanan apa yg bagus dalam proses penyembuhan mereka. Ga ada koordinasi sama sekali deh, perasaan lulusan akademi gizi maupun S1 gizi udah banyak di Indonesia tapi ujung2nya mereka kerja ga jelas. Aturan kalau mereka dapat ijin praktek kan lumayan tuh, misalnya 2 dokter dilayani 1 nutrician/dietician, tentunya jgn ngambil honor mahal2 dong, kasian pasiennya.
Tapi karena saling mencaplok lahan (dokter banyak juga yg ambil ahli gizi hanya untuk menjadi konsultan penurunan berat badan dan pusat2 penurunan berat badan yg digandrungi emak2), akibatnya pasien jd dibodoh2in. Akibatnya lagi mereka mencari alternatif pengobatan (bahkan sampai yg ga masuk akal) supaya bisa cepet sembuh.
Ahhh... kapan ya bisa teratur?
Koleksi Pachelbel Canon
Kemarin aku bongkar2an file di external hard disk, eh... ternyata aku pernah ngopi file mp3 Canon nya Pachelbel. Wuiih gile, ada yg harpa n flute, ada yg guitarnya, ada yg dimainkan oleh english symphony.... diitung2 ada kali 10 lagu, wedew... mesti di-import ke iTune nih, lumayan bisa sejam Canon bolak-balik.
Sulit menjelaskan enaknya Canon, pokoknya enak deh. Iramanya riang, tapi repetisi dari satu "stanza?" - hah, aku ga ngeh lah dengan istilah musik- itu betul2 indah banget, jadinya seperti lagu yg tidak akan pernah selesai. Kata wikipedia sebenarnya Canon itu diaransir untuk piano, tapi ternyata enak juga dimainkan sama alat musik lain atau divariasikan sedikit. Jadinya berasa dapat harta dengan koleksi Canon ini.
Terakhir beli CD adalah Carmen-nya Bizet, favoritku tentu aja Habanera dan Toreador (seperti favorit sebagian besar orang). Tapi agak-agak geli juga kalau denger operanya, kayaknya lebih enak kalau denger musik-nya doang. Apalagi Toreador pas refrainnya yg dinyanyikan gini: "TORRE ADOR, TORRE ADOR!! " sumpah geli banget... Penekanan R nya jelas banget, sedangkan kalau cuma musiknya doang ga kerasa kan si R itu. Pernah jaman baheula beli kaset yg isinya kompilasi musik klasik favorit dimana ada Habanera dan Toreadornya, tapi kan susah mau diimport ke iTunenya, terpaksa hunting CDnya, yg ga bisa dibilang gampang di Indo ini. Hunting di Jakarta aja susah... payah.
Sulit menjelaskan enaknya Canon, pokoknya enak deh. Iramanya riang, tapi repetisi dari satu "stanza?" - hah, aku ga ngeh lah dengan istilah musik- itu betul2 indah banget, jadinya seperti lagu yg tidak akan pernah selesai. Kata wikipedia sebenarnya Canon itu diaransir untuk piano, tapi ternyata enak juga dimainkan sama alat musik lain atau divariasikan sedikit. Jadinya berasa dapat harta dengan koleksi Canon ini.
Terakhir beli CD adalah Carmen-nya Bizet, favoritku tentu aja Habanera dan Toreador (seperti favorit sebagian besar orang). Tapi agak-agak geli juga kalau denger operanya, kayaknya lebih enak kalau denger musik-nya doang. Apalagi Toreador pas refrainnya yg dinyanyikan gini: "TORRE ADOR, TORRE ADOR!! " sumpah geli banget... Penekanan R nya jelas banget, sedangkan kalau cuma musiknya doang ga kerasa kan si R itu. Pernah jaman baheula beli kaset yg isinya kompilasi musik klasik favorit dimana ada Habanera dan Toreadornya, tapi kan susah mau diimport ke iTunenya, terpaksa hunting CDnya, yg ga bisa dibilang gampang di Indo ini. Hunting di Jakarta aja susah... payah.
Thursday, March 12, 2009
Piano man, the very best of Billy Joel
Siapa Billy Joel? Kayaknya itu pertanyaan yg akan diajukan sama ABG2 (yg bener2 masih ABG), padahal mereka mungkin pernah mendengar Honesty atau Uptown Girl atau mungkin Just The Way You Are dinyanyiin sama penyanyi lain. Padahal itu semua lagunya Billy Joel.
Waktu muda dulu, ciehhh..., sekitar tahun 90-an lah aku pernah beli kaset the very best ini. Dan sialnya aku tidak bisa mendigitalkan kaset itu. Walhasil di iPod cuma ada Honesty aja hasil ripping dari album kompilasi. Padahal favoritku selain Honesty, Uptown Girl atau Just The Way You Are adalah Piano Man, Anthony's songs dan Goodnight Saigon. Jadi waktu liat CD Piano Man ini tanpa-basa-basi-mikir-mahal-atau-nggaknya langsung deh aku beli. Ga mengecewakan karena semua lagu favoritku di kaset Piano Man ada juga dalam CD ini ditambah lagu The River of Dreams-OST Lion King yg juga aku suka.
Selera aneh? Mungkin juga, pokoknya ga ada yg bisa niruin gayanya Billy Joel deh, dia punya ciri khas dalam mengaransir lagu, itu yg bikin cinta.
Waktu muda dulu, ciehhh..., sekitar tahun 90-an lah aku pernah beli kaset the very best ini. Dan sialnya aku tidak bisa mendigitalkan kaset itu. Walhasil di iPod cuma ada Honesty aja hasil ripping dari album kompilasi. Padahal favoritku selain Honesty, Uptown Girl atau Just The Way You Are adalah Piano Man, Anthony's songs dan Goodnight Saigon. Jadi waktu liat CD Piano Man ini tanpa-basa-basi-mikir-mahal-atau-nggaknya langsung deh aku beli. Ga mengecewakan karena semua lagu favoritku di kaset Piano Man ada juga dalam CD ini ditambah lagu The River of Dreams-OST Lion King yg juga aku suka.
Selera aneh? Mungkin juga, pokoknya ga ada yg bisa niruin gayanya Billy Joel deh, dia punya ciri khas dalam mengaransir lagu, itu yg bikin cinta.
Monday, March 09, 2009
Liburan bersama
Untuk pertama kalinya aku ke luar negara dengan dana pribadi murni. Perjalanan ini tanpa rencana, untuk menghabiskan long weekend aja. Dan karenanya tidak boleh terlalu jauh, tanpa visa dan ga terlalu mahal. Jatuhlah pilihan ke negara tetangga yg punya merlion. Aku pergi dengan 2 temanku, dan ternyata kunjungan ini untuk yang ke 3 kalinya, buat temenku sih beneran masuk ke negara ini, buatku sebenarnya untuk kali pertama, karena 2 kali kunjungan sebelumnya hanya sampai ke Changi, hiohihihi.
Kalau hanya sekedar travelling ke luar negri sih malas banget kali untuk berkunjung ke sini. Tapi karena ada rencana untuk belanja buku (yg sangat tidak lengkap di Indonesia) dan aku penasaran dengan Bordersnya serta HVM, maka aku juga ikut semangat ke sini.
Sial... jatoh2nya malah sama aja mahalnya... mendingan ke aussie deh, seandainya ga butuh visa... nangis lah kalau jadi WNI, ga dipercaya gini sama negara lain. sehingga kudu apply visa dulu sebelum masuk ke negara orang... sial...sial..
Kalau hanya sekedar travelling ke luar negri sih malas banget kali untuk berkunjung ke sini. Tapi karena ada rencana untuk belanja buku (yg sangat tidak lengkap di Indonesia) dan aku penasaran dengan Bordersnya serta HVM, maka aku juga ikut semangat ke sini.
Sial... jatoh2nya malah sama aja mahalnya... mendingan ke aussie deh, seandainya ga butuh visa... nangis lah kalau jadi WNI, ga dipercaya gini sama negara lain. sehingga kudu apply visa dulu sebelum masuk ke negara orang... sial...sial..
Saturday, March 07, 2009
Calon Presiden
Waktu berangkat ke jakarta untuk meeting, seperti biasa pakai batavia dong ah biar ga ada transit. Ternyata biarpun berangkat hari Rabu, pesawat tetep penuh. Maklum deh lagi banyak tamu pemda ke propinisi ini. Salah satu tamu adalah Fadel Muhammad yg datang bukan sebagai gubernur Gorontalo tapi sebagai kepala ponpes Al-AKhairat yg lagi ulang tahun. Bapak itu datang dengan istrinya yg cantik n enerjik.
Baru kali ini aku melihat pak Fadel secara live, biasanya lewat tv melulu. Kesannya dia adalah salah satu pejabat yg cukup profesional. Tahu kerja, dan ga sok kuasa. Walaupun ada ajudan, tapi dia cukup mandiri. Karena selama di pesawat dia hanya duduk berdampingan dengan istrinya saja dan ajudannya ada di tempat lain. Kebetulan aku ada di baris ke 6 jadinya bisa jelas melihat gerak-geriknya selama di pesawat. Salah satu hal yang dilakukan bapak itu dalam pesawat dia MEMBACA!! Bo, ini hal yang jarang terjadi aku lihat, biasanya para pejabat itu klo ga tidur, palingan ngobrol dengan ajudannya atau anak buah yang sedang mendampingi. Yang dibaca tampaknya satu file pekerjaan dan koran lokal.
Wheeee... boleh juga nih bapak. Seandainya dia mencalonkan diri jadi presiden di pemilu kali ini, kayaknya dia sudah dapat satu suara deh... hehehe... Soalnya selain orangnya relatif muda, yg artinya akan bisa lebih banyak punya kreatifitas, juga pengalamannya mengatur wilayah sebagai gubernur gorontalo, juga memberikan pengalaman yg bagus kan. Coba aja lihat, selama ini ga ada kan presiden yg pernah menjabat sebagai kepala daerah sebelumnya. Rata2 langsung menclok di posisi kekuasaan tertinggi di negara ini. Walhasil banyak yg kena culture shock kan?
Ayo pak Fadel... maju dong ke pemilihan presiden tahun ini. anda layak jadi calon lho....
Baru kali ini aku melihat pak Fadel secara live, biasanya lewat tv melulu. Kesannya dia adalah salah satu pejabat yg cukup profesional. Tahu kerja, dan ga sok kuasa. Walaupun ada ajudan, tapi dia cukup mandiri. Karena selama di pesawat dia hanya duduk berdampingan dengan istrinya saja dan ajudannya ada di tempat lain. Kebetulan aku ada di baris ke 6 jadinya bisa jelas melihat gerak-geriknya selama di pesawat. Salah satu hal yang dilakukan bapak itu dalam pesawat dia MEMBACA!! Bo, ini hal yang jarang terjadi aku lihat, biasanya para pejabat itu klo ga tidur, palingan ngobrol dengan ajudannya atau anak buah yang sedang mendampingi. Yang dibaca tampaknya satu file pekerjaan dan koran lokal.
Wheeee... boleh juga nih bapak. Seandainya dia mencalonkan diri jadi presiden di pemilu kali ini, kayaknya dia sudah dapat satu suara deh... hehehe... Soalnya selain orangnya relatif muda, yg artinya akan bisa lebih banyak punya kreatifitas, juga pengalamannya mengatur wilayah sebagai gubernur gorontalo, juga memberikan pengalaman yg bagus kan. Coba aja lihat, selama ini ga ada kan presiden yg pernah menjabat sebagai kepala daerah sebelumnya. Rata2 langsung menclok di posisi kekuasaan tertinggi di negara ini. Walhasil banyak yg kena culture shock kan?
Ayo pak Fadel... maju dong ke pemilihan presiden tahun ini. anda layak jadi calon lho....
Thursday, March 05, 2009
Meeting operation and program
Judulnya keren tapi bikin semua officer kroco bengong and ga ngerti kenapa juga kita mesti ikutan rapat ini. Asli rapatnya bos2 ini mah, policy and berbagai urusan management doang yg dibicarakan... sial... akhirnya cuma ketawa2 garing deh. Mulanya ga PD sendiri, ngerasa bego sendiri, tapi ternyata satu per satu officer program ngaku pada bingung di meeting ini.... hahahaha... bagussss jadi bukan gw yg bego sendiri...
Monday, March 02, 2009
Menunda
Baru kepikiran, kenapa kok berasa lega banget. Ternyata semua hutang kerjaan udah kelar. Salah satu yg mengganjal adalah travel report terakhir, yg tertunda-tunda terus pembuatannya. Memang saya agak dodol klo untuk nulis report. Kadang2 membutuhkan ilham yg banyak, dan yg paling pantang klo pas mau nulis tiba2 ada yg nyuruh, maksa supaya cepet2 nulis. Walhasil hilang deh semua keinginan menulis...
Biasanya ide cemerlang muncul disaat-saat deadline, gyahahaha... dan mendadak jadi kebanyakan ide deh. Begitulah, tapi yg jelas senang karena sudah beres. Makanya jangan suka nunda2 kerjaan Calvin! ... Yes, MOM!
Maret lagi
Ga sadar ternyata udah masuk Maret lagi, wuiihhh.. waktu berputar kencang rupanya. Tanggal 31 kontrak kerjaku habis, setelah ini apa? Sebenarnya saat tanda tangan kontrak, dalam hati aku memutuskan untuk ga jadi kutu loncat lagi. Tapi dunia kutu loncat belum bisa ditinggalkan rupanya, karena mendadak tidak ada kejelasan dana untuk program. Nah, ini bukan salahku kan, takdir lho (huh... menyalahkan takdir segala).
Niat ingin mencoba sesuatu yang baru yaitu dengan mencoba hidup di LN. Tapi masih menimbang-nimbang kewarasan rencana itu. Apalagi dengan tabungan yang terbatas. Yang masuk akal hanyalah dengan kuliah lagi disana dan mencoba hidup setahun atau 2 tahun sambil belajar. Itu masih rencana, tapi ini udah bulan maret... dodol, mesti ngebut ndaftar2... halah... hal admin ini yg bikin males.... Fight!
Wednesday, February 25, 2009
Nanny di Mall
2 minggu lalu karena niatnya hanya ke Kinokuniya dan sedikit scanning toko, setelah selesai aku dan temanku nongkrong di Starbuck dan menunggu adik temenku untuk pulang bareng. Berhubung hari Sabtu maka mall pun dipenuhi dengan keluarga-keluarga muda dengan anak bayi dan baby sitternya masing-masing. Ada yang tidak aku mengerti dari ibu-ibu muda di Jakarta ini, mereka amat sangat tidak ingin direpotkan oleh anak2nya sehingga menyewa baby sitter untuk bayinya dibanding mengurus sendiri.
Ada yang lebih mengagetkan lagi, saat membuka FB ada status temanku yg menyatakan senang sudah dapat baby sitter (lebih dikenal dengan istilah si Mbak sekarang ini) tapi cemas takut anaknya akan lebih apet dengan baby sitternya. Dan dibalas oleh temannya yg lain agar tidak perlu cemas karena dia sudah mengalaminya dan bagi anaknya ibunya tetap yg utama.
Okelah jika ibu itu bekerja, aku masih bisa menerimanya, tapi jika hanya ibu rumah tangga saja, apakah sebegitu berat untuk mengasuh anak sendiri. Hal kedua yang bikin mataku sepet adalah pemandangan di mall dimana banyak ibu yang belanja dengan membawa anaknya lengkap dengan baby sitternya. Mungkin pertimbangannya sebagai tanda kemanusiaan untuk baby sitternya supaya bisa jalan2, atau kebersamaan dengan anaknya. Tapi apakah tidak lebih baik untuk membuat waktu itu sebagai waktu private antara ibu dan anak, si mbak biarlah libur dan jalan-jalan sendiri kemana dia suka. Bukankah hal itu jauh lebih manusiawi?
Sanggahan ibu2 pasti karena aku belum punya anak maka belum bisa merasakan. Ahh… usang, itu hanya pembenaran terhadap tindakannya. Ada satu temanku yg bikin aku kagum, pertama dia dengan sukarela memberikan ASI untuk anaknya selama 2 tahun, padahal dia bekerja hanya sebulan setelah melahirkan. Ga ada rasa sungkan pada dirinya untuk memerah ASI di kantor dan menyimpannya ke dalam cool box untuk dibawa pulang. Suaminya juga sangat mendukungnya, dan dari ceritanya kalau malam dia tetap menyusui anaknya langsung. Sempat ketemuan waktu itu dan dia tidak membawa baby sitternya ke pertemuan, dia gendong bayinya sendiri. Dia mampu dan sanggup walaupun dia bekerja.
Jadi apakah si Mbak ini betul-betul dibutuhkan atau hanya kemanjaan semata bagi perempuan di Indonesia saja?
Ada yang lebih mengagetkan lagi, saat membuka FB ada status temanku yg menyatakan senang sudah dapat baby sitter (lebih dikenal dengan istilah si Mbak sekarang ini) tapi cemas takut anaknya akan lebih apet dengan baby sitternya. Dan dibalas oleh temannya yg lain agar tidak perlu cemas karena dia sudah mengalaminya dan bagi anaknya ibunya tetap yg utama.
Okelah jika ibu itu bekerja, aku masih bisa menerimanya, tapi jika hanya ibu rumah tangga saja, apakah sebegitu berat untuk mengasuh anak sendiri. Hal kedua yang bikin mataku sepet adalah pemandangan di mall dimana banyak ibu yang belanja dengan membawa anaknya lengkap dengan baby sitternya. Mungkin pertimbangannya sebagai tanda kemanusiaan untuk baby sitternya supaya bisa jalan2, atau kebersamaan dengan anaknya. Tapi apakah tidak lebih baik untuk membuat waktu itu sebagai waktu private antara ibu dan anak, si mbak biarlah libur dan jalan-jalan sendiri kemana dia suka. Bukankah hal itu jauh lebih manusiawi?
Sanggahan ibu2 pasti karena aku belum punya anak maka belum bisa merasakan. Ahh… usang, itu hanya pembenaran terhadap tindakannya. Ada satu temanku yg bikin aku kagum, pertama dia dengan sukarela memberikan ASI untuk anaknya selama 2 tahun, padahal dia bekerja hanya sebulan setelah melahirkan. Ga ada rasa sungkan pada dirinya untuk memerah ASI di kantor dan menyimpannya ke dalam cool box untuk dibawa pulang. Suaminya juga sangat mendukungnya, dan dari ceritanya kalau malam dia tetap menyusui anaknya langsung. Sempat ketemuan waktu itu dan dia tidak membawa baby sitternya ke pertemuan, dia gendong bayinya sendiri. Dia mampu dan sanggup walaupun dia bekerja.
Jadi apakah si Mbak ini betul-betul dibutuhkan atau hanya kemanjaan semata bagi perempuan di Indonesia saja?
Wednesday, February 04, 2009
Fitness......??
Kangen sama si nona satu itu, karena walaupun jarang tapi berhubung ada di perahu yg sama, beliyaw lah yg sering jadi teman curhat, vice versa tentunya. Tapi sekarang dia sudah masuk ke Lembaga donor internasional di Jakarta, sedih juga, beda nasib. Tapi diluar pekerjaan kita tetap teman, dan kemarin sore ngobrol banyak.
Non itu cerita kalau di Jkt banyak pengeluaran, tapi ga harus menyediakan budget untuk tiket dong.Non itu bilang sama aja, malah jatoh2nya lebih murah beli tiket pesawat sesekali ke jakarta. Jakarta godaannya terlalu banyak!!Yah memang segala sesuatu tetep ada harganya. Trus dia cerita kalau sekarang jadi member salah satu tempat Fitness, tapi jarang pake... gyahahahaha, ternyata mirip dengan pengalamanku dulu.
Memang aneh tempat Fitness itu... kok bisa ya ga memancing semangat untuk rajin latihan. Padahal bayarnya mahal, tapi malas aja gitu buat excercise. Ato memang dasarnya pemalas. Sepertinya aku ga cocok jadi member fitness, tapi kayaknya kalau ada tempat yoga, boleh2 juga tuh dicoba. Tahan apa kagak.
Naiknya curah hujan dan ketinggian gelombang
Hujan lagi cuek bebek turun suka-suka hati. Pagi-siang-malam, ga bisa diprediksi lagi. Sebelum tinggal di sini, aku ga peduli dengan tinggi gelombang mau berapa kek, atau hujan seberapa deres kek. Tapi berubah 180 derajat.
Klo di Jakarta waktu hujan deres ga brenti2 palingan cuma mikir, bakalan banjir ga?
Thursday, January 22, 2009
ATM BCA
Ada hal konyol yg bikin aku bahagia kecil... Di kota ini udah buka kantor cabang pembantu BCA...hahaha-hahaha... konyol banget ya? Habis jadi gampang kalau mau bayar2 belanjaan online, tinggal transfer pake atm. Kemarin2 sempat ribet karena harus ngantri di BNI dulu setiap kali mau transfer BCA... bikin malas ga sih? Mana antriannya itu bisa 50-an orang... beneran deh, klo di Jakarta BNI kan sepi palingan cuma nunggui 1-5 orang aja. Malahan kadang sampe keburu-buru nulis formnya, karena udah dipanggil no nya. Lha disini??? bisa nongkrong 1-2 jam... parahhh..
Jadi untung BCA udah buka...horeee...banzai...
Sunday, January 18, 2009
Canon Pachelbel
Lagi demen banget dengerin Canon Pachelbel. A never ending song, gitu deh kesannya, ada salah satu bagian dengan pengulangan yg bisa disamakan dengan refrain, tapi segitu enaknya didengerin sampai ga pengen berhenti. Mungkin itu sebabnya diberi judul Canon. Maaphhh ga bisa memberikan referensi info yg bagus karena aku ga nguasain musik sama sekali.
Pokoknya bagus bangeetttt... cukup itu komentarnya.
Friday, January 16, 2009
Cerita semangkok gule kambing
2 malam yang lalu, dengan perut keruyukan aku beli gule kambing yg sebelumnya belum pernah nyoba. Belum ada yg merekomendasikan atau mengajak makan gule kambing ini, kenapa ya? Mungkin karena ga doyan? Ok, ga perlu dipikirin yg penting nyoba dulu, klo ga enak kan ga perlu beli lagi, gampang lah.
Ternyata porsi untuk dibawa pulang itu banyak banget, muat di satu mangkok besar, ya ampyun... padahal untuk jatah makan malam sendiri. Rasanya lumayan enak deh, cuma kurang acar aja, plus rawit yg menggoda. Dagingnya empuk, santannya kental. Akhirnya satu mangkok itu nyaris tandas, cuma nyisa tulangnya (tentunya!) dan sedikit kuahnya.
Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, walhasil mata jadi nyala semalaman, sehingga aku punya kesempatan dong buat nonton DVD. Baru ngantuk jam 4 pagi. Bangun jam 10, toeng-toeng-toeng, gila banget... masih kerasa ngantuk banget,ya sud sekalian aja minta cuti setengah hari. Inilah akibatnya klo makan ga kira2, dijamin klo saat itu diperiksa, kolesterolnya akan membumbung tinggi. Karenanya seharian itu selain ngantuk juga kepalaku berat nian. Bo, rasain sendiri deh udah rakus... Tapi enak kok ... jadi seimbang dah sudah mengkonsumsi makanan yg berlumuran dosa itu (huahahahaha... hiperbola), layak..layak...*sambil ngangguk2 ngantuk kayak anggota dewan klo lagi rapat*
Thursday, January 01, 2009
Boku wa Imouto ni Koi wo suru
Ni film klo yg bikinnya sutradara Indonesia pasti gempar, n itu FPI pasti udah heboh. Perbandingannya adalah film Lastri yg hanya menceritakan kisah seorang perempuan di tahun 1965 aja dianggap menghidupkan kembali PKI. Yup, film ini bercerita tentang incest saudara kembar beda jenis kelamin.
Jadi pengen ngomongin karena tadi malam iseng nonton ulang buat ngisi waktu. Pertama kali nonton kok ga bisa memberi apresiasi lebih, tapi ditonton kedua kali jadi menemukan arti dibalik kata-kata yg terucap. Di balik permainan Jankenpon Yori dan Iku yg memakai permainan itu untuk menyudahi cinta terlarang mereka.
Jepang memang paling jago bikin film miskin kalimat, dan hanya menggunakan berbagai isyarat untuk komunikasi. Ga jarang tema2 kontroversi ditampilkan yg nyaris ga akan didapat kecuali dari film2 jenis festival. Kadang moral ditabrak abis. Tapi sebenarnya banyak yang menggambarkan realita yg terjadi di masyarakat seluruh penjuru bumi, hanya jarang di-expose dan disembunyikan dalam lemari.
Boku wa Imouto ni Koi wo suru dengan terjemahan bebas "Adikku, kekasihku" direview dari bintang 1 (terjelek) sampai bintang 4 (bagus) dari range 5 bintang, di forum khusus penggemar dorama di Indonesia. Dan lebih hebatnya lagi, walaupun film ini total hanya dapat 2 bintang, tapi yg mereview sampai 41 orang, jarang2 lho sampai jadi segini. Tampaknya ga lepas dari faktor pemeran utamanya adalah Matsumoto Jun.
Walaupun ga setuju dan ga ngerti dengan perilaku incest, tapi tema kayak gini ga bikin boring, juga ga vulgar, hahaha...lumayanlah dibandingkan nonton film yg itu2 aja.
Kebo
Gebrak 2009...! ~ kaya soto-lah~ dengan masuk kerja tanggal 2. Padahal semua orang masih libur, hey..hey...hey.... mestinya dapat award rajin nih. Walaupun sebenarnya masuk terpaksa, gara-gara ga bisa bolos,
Malam tahun baruan seperti tahun lalu, dihabiskan dalam pelukan dewa morpheus, ya saya memang kebo dan sangat mencintai bantal. Walaupun walikota sudah bersusah payah mengundang seorang Julia Perez yg menimbulkan silang pendapat hangat di koran lokal. Maaf aja pak, gak sesuai dengan usaha desek2annya, bukannya ga menghargai. Tapi apa ga ada artis lain selain si Jupe ini yak?
Niatnya mau nelponin semua orang yg ada di pulau sebrang, sial ~ telkom beneran bikin frustasi dengan sinyal yg hidup enggan mati tak mau itu. Yang idem dito dengan si Matrix jahanam. Saking betenya aku habiskan aja satu liter jus kiwi kotakan dan martabak, sambil ngebayangin klo yg aku minum itu cairan yg lebih asoy and si martabak adalah makanan terenak di dunia. Walhasil perut kembung dah. Tengah malam sayup2 kedengeran ledakan kembang api n terompet, oooh... udah tahun baru rupanya... terus pules lagi.
Kekeboan diriku masih berlangsung di tanggal satu, asli sesiangan molor terus, kayak ikutan mabok di tahun baru aja. Baru lewat magrib badan kayak bernyawa lagi. Dipikir2 memang kebo yah, atau kalau mau keren putri tidur aka tukang sare. Bikin Resolusi? Kayaknya ga perlu lah, udah banyak orang yang bikin, nebeng aja deh. hehehehe ...
Subscribe to:
Posts (Atom)

