Kenapa ya aku ga bisa berhenti membenci dia. Maunya dia juga mengalami luka hati sama seperti dia pernah menyakitiku. Maunya dia ketemu sekali denganku dan menjadi sangat minder saat tahu aku yang sekarang itu seperti apa.
Kebencian itu memang kanker, buruk pengaruhnya untukku tapi harga diriku tak mengijinkan aku untuk memaafkan dia. Walaupun aku bersyukur tak pernah jadi sama dia. Kalau aku renungkan sekarang, seandainya jalan hidup kami berbeda, toh pada akhirnya aku pasti akan berusaha meninggalkan dia. Untunglah aku sadar jauh sebelum aku melakukan kerusakan yang lebih parah dari yang bisa kuperbuat.
Untunglah aku juga bukan jenis orang yang tidak bisa hidup sendiri. Sudah terlalu lama aku sendiri, sehingga tidak berpengaruh apakah aku akan tetap sendiri. Yang kuinginkan agar tidak pernah uzur dan tergantung pada manusia lain. Cukup menggantungkan semua mimpi, harapan dan permintaan di tanganNya saja dan jangan di tangan ciptaanNya.
Saturday, April 12, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment