Jadi pengen ngomongin karena tadi malam iseng nonton ulang buat ngisi waktu. Pertama kali nonton kok ga bisa memberi apresiasi lebih, tapi ditonton kedua kali jadi menemukan arti dibalik kata-kata yg terucap. Di balik permainan Jankenpon Yori dan Iku yg memakai permainan itu untuk menyudahi cinta terlarang mereka.
Jepang memang paling jago bikin film miskin kalimat, dan hanya menggunakan berbagai isyarat untuk komunikasi. Ga jarang tema2 kontroversi ditampilkan yg nyaris ga akan didapat kecuali dari film2 jenis festival. Kadang moral ditabrak abis. Tapi sebenarnya banyak yang menggambarkan realita yg terjadi di masyarakat seluruh penjuru bumi, hanya jarang di-expose dan disembunyikan dalam lemari.
Boku wa Imouto ni Koi wo suru dengan terjemahan bebas "Adikku, kekasihku" direview dari bintang 1 (terjelek) sampai bintang 4 (bagus) dari range 5 bintang, di forum khusus penggemar dorama di Indonesia. Dan lebih hebatnya lagi, walaupun film ini total hanya dapat 2 bintang, tapi yg mereview sampai 41 orang, jarang2 lho sampai jadi segini. Tampaknya ga lepas dari faktor pemeran utamanya adalah Matsumoto Jun.
Walaupun ga setuju dan ga ngerti dengan perilaku incest, tapi tema kayak gini ga bikin boring, juga ga vulgar, hahaha...lumayanlah dibandingkan nonton film yg itu2 aja.


No comments:
Post a Comment