Tuesday, March 17, 2009

Acara Kesehatan di TV

Sambil makan siang di restoran yg deket kantor sekalian nonton TV~ nebeng bok. Yg sedang dipasang itu TV One, lagi acara kesehatan jam 10-an, pembawa acaranya Sophie Navita. Yg dibahas adalah Diabetes, tapi lebih terkesan sebagai promosi klinik therapi diabetes (alternatif kayaknya). Masalahnya penjelasan yg diberikan setengah-benar setengah-menyesatkan.

Fakta bahwa pengetahuan ttg diabetes bukan hak ekslusif dokter, fakta bahwa yg mengobati itu adalah Tuhan dan ilmu kedokteran manusia hanya sepersekian nanometer dari ilmuNya, yang memungkinkan banyak tehnik pengobatan, tapi fakta pula bahwa diabetes sudah banyak diteliti oleh para ahli dan pengetahuan tentang diabetes saat ini banyak yang berasal dari penelitian2 tsb. Ok, visi TV One sudah bagus mengangkat diabetes yang cukup banyak diderita WNI, sehingga massa bisa lebih paham dengan penyakit ini. Tapi sayangnya si pembicara tampaknya melihat diabetes dari sisi tradisional saja.

Contoh: dia mengatakan bahwa diabetes sudah diderita oleh anak kurang dari 10 tahun dan tidak ada turunan dari orangtuanya. Weits... apakah bapak itu sudah melakukan penelitian yg mendalam? atau pengetahuan dasarnya apakah dia mempelajari dan menguasai sisi patofisiologisnya diabetes? Kerusakan organ apa yg pertama-tama menyebabkan diabetes? Buatku pernyataannya sangat menyesatkan. Seorang anak kecil dimungkinkan untuk kena diabetes dari lahir, yg baru manifes gejalanya di usia sangat muda-ga harus dari bayi, dan o.k.i kerusakan dari sel2 pancreas biasanya didapatkan turunan dari salah satu orang tuanya, terutama ibunya. Bagaimana dia bisa bilang orangtuanya sehat dan tidak diabetes (emangnya dia udah periksa lab?).

Sophie Navita sebagai duta ASI memang sudah memberikan promosi untuk memberikan ASI pada anak supaya ga diabetes. Nah ini juga pernyataan separuh-benar, separuh-menyesatkan. Anak yg tidak mendapat ASI dan hanya mendapat susu Formula meningkat risiko kena diabetes di usia dewasa muda, bukan di usia balita (<10>

Yang aku sayangkan kenapa sih tidak ada panduan script yg sudah didiskusikan sebelum penayangan sehingga keakuratan data bisa dipastikan. Sayang banget padahal niatnya TV One sudah bagus, kenapa ga perfect?

Pengobatan alternatif
Ga ada manusia yg pengen sakit, atau berlama-lama sakit. Dan sudah naluri pula untuk mencari pengobatan. Pertanyaan: kenapa manusia di Indonesia banyak yang mencari kesembuhan instan? Sehingga berbondong2 ke pengobatan alternatif atau pengobatan ajaib ala Ponari (misal) yg jelas2 ga masuk logika? Harga lebih murah? Ga juga kok. Jika makan obat dengan baik dan benar, diikuti dietnya yg benar, gaya hidup yg benar bisa dipastikan penyakit akan hilang.

Salah satu temanku punya kolesterol tinggi yg menimbulkan gejala buatnya. Kalau makan sama kita dietnya bagus, mana dia rajin olahraga, tapi kenapa kolesterolnya sering tinggi? Setelah ngobrol2 ternyata baru ketahuan bahwa yg dia rasa sudah diet dengan baik ternyata salah kaprah. Misalnya ga mau makan cumi, tapi ternyata seminggu sebelumnya dia sering makan di RM padang dengan menu "Paru Goreng" dua porsi lagi, dengan alasan paru ga dimasak santan...oh my God...oh my God, ga heran cholesterolnya ga turun2, gyahahahaha.... emang nih sistem kesehatan di Indonesia ...farahhhh...

Mestinya dokter bekerja sama dengan mereka, jadi kalau udah selesai periksa penyakit langsung deh suruh mereka konsultasi ke nutrician/dietician untuk menghitung dan menyarankan makanan apa yg bagus dalam proses penyembuhan mereka. Ga ada koordinasi sama sekali deh, perasaan lulusan akademi gizi maupun S1 gizi udah banyak di Indonesia tapi ujung2nya mereka kerja ga jelas. Aturan kalau mereka dapat ijin praktek kan lumayan tuh, misalnya 2 dokter dilayani 1 nutrician/dietician, tentunya jgn ngambil honor mahal2 dong, kasian pasiennya.

Tapi karena saling mencaplok lahan (dokter banyak juga yg ambil ahli gizi hanya untuk menjadi konsultan penurunan berat badan dan pusat2 penurunan berat badan yg digandrungi emak2), akibatnya pasien jd dibodoh2in. Akibatnya lagi mereka mencari alternatif pengobatan (bahkan sampai yg ga masuk akal) supaya bisa cepet sembuh.

Ahhh... kapan ya bisa teratur?

No comments: