Buat mereka yang pernah merasakan mesin tik pasti mengerti apa yang disebut dengan mengetik 11 (sebelas) jari, dimana kita akan menekan sekuat-kuatnya tust mesin tik itu supaya dia mau "nakol" pita mesin tik dan menciptakan huruf disana, dengan hanya menggunakan kedua jari telunjuk kita saja. Dan yang paling menyebalkan jika sudah salah tik, makanya jaman dulu tip-ex laku keras, kalau sekarang mungkin sudah kurang laku, karena hanya dipakai untuk mengkoreksi tulisan. Mungkin tidak lama lagi tip-ex akan tinggal menjadi barang kenangan saja.
Kalau melihat film-film Holywood yg berlokasi di ruang sidang, biasanya ada notulen yang tangannya bergerak sesuai dengan kecepatan mulut bicara. Dulu saya kagum sekali dengan mereka, kok bisa ya? Makanya di jaman SMP pada pelajaran ketrampilan pernah juga sih diajarkan cara mengetik 10 jari, dimana semua jari kita berfungsi di tempat yang tepat. Jangan tanya bagaimana cara menghafalnya, karena saya hanya bisa mendapat nilai pas saja untuk tidak merah. Masalahnya jari manis dan jari kelingking saya kekuatannya sangat lemah, jadi ga mungkin mampu menekan tust mesin tik itu.
Masalah hilang setelah kompie mulai menjadi sahabat saya. Bahkan sekarang udah bisa lho ngetik tanpa harus melihat keyboardnya lagi. Asal menggunakan laptop atau kompie yg familiar. Walaupun letak huruf QWERTY sama di semua keyboard, tapi jarak antara tust nya kadang berbeda yang membuat perkiraan jarak jari meleset. Apalagi kalau menggunakan laptop EEE, ampun dah, rapat banget... hampir dipastikan akan membuat saya frustasi kalau harus mengetik di tempat gelap. Yang paling ideal adalah keyboard macbook, karena jaraknya lumayan, tapi dia tidak punya fungsi klik kanan seperti di laptop biasa.
Dan sahabat terbaik jari jemari saya adalah Sebastian, the black cool mac book!


No comments:
Post a Comment