Suatu posisi, jabatan, orang terdekat dengan seseorang di dalam pekerjaan dan organisasi kadang-kadang dijadikan alasan untuk memperlihatkan kekuasaan pribadi. Hal-hal kecil dan remeh temeh seperti penggunaan line telpon dan lain-lain bisa menjadi satu hal yang diperebutkan. Menyebalkan!
Yang lebih keterlaluan lagi manakala pertimbangan kemanusiaan sudah hilang dari pemikiran tersebut karena seseorang merasa dekat dengan atasannya yang otoriter. Seperti yang baru-baru ini terjadi seorang bawahan yang menjadi kepercayaan atasan yang ekspatriat, tega menolak permintaan koleganya yang ingin meminjam mobil untuk kebutuhan kolega lain yang mendadak sakit. Yang orang sakit diminta untuk naik taksi sedangkan yang merasa menjadi atasan ingin langsung diantarkan pulang ke rumahnya. Seandainya atasan tersebut bijak atau bawahan itu welas asih kepada yang sakit aku yakin mereka akan mendapat pandangan lebih positif dari lingkungan yang banyak sudah tidak menyukai mereka. Apa salahnya sih pulang terlambat 10-15 menit tetapi bisa membantu orang sakit, daripada pulang tepat waktu tapi diiringi caci maki.
Catatan hati yang pegal melihat kelakuan pengikut ekspat yang tidak bijak.
Monday, September 25, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment