Malam datang menjelang, angin bertiup dingin, dan bulan mati. Tiada lampu dan penerang jalan, dikelilingi oleh hutan. Saat kulihat jam tanganku waktu masih menunjukkan jam 9 malam, tetapi seakan-akan sudah ada ditengah malam. Kendaraan lain hanya muncul sekali-sekali. Pemandangan yang lumayan membuat miris saat melakukan perjalanan malam dari Kefa ke Kupang.
Kalau sudah begini siapa yang berani mengklaim bahwa keadilan dan kesejahteraan sudah merata di Indonesia. Padahal saat ini sudah hampir 8 th dari kejatuhan presiden kedua kita. Masyarakat dan aparat di Indonesia memang sudah jauh berjalan dari memikirkan sesamanya. Bolehkah aku mengatakan memyesal dilahirkan sebagai orang Indonesia, dan sudah kehilangan kebanggaan sebagai orang Indonesia.
Aku memang bukan patriot, atau chauvinistis yang mencintai negaranya membabi buta.
Sunday, September 17, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment