“Kapal Pecah” adalah istilah yang biasa dilabelkan oleh ibu dan nenekku jika melihat isi kamarku. Tidak heran sih dengan barangku yang berantakan dimana-mana. Ketidakmampuanku mengorganisir keadaan kamarku bahkan berlanjut sampai ke meja kerjaku. Dengan tumpukan semua kertas-kertas dan referensi yang ada keadaan mejaku lebih mirip dengan meja di kantor-kantor kelurahan dan desa. Bertumpukan segala macam file, yang walaupun lengkap akan memerlukan waktu lama mencarinya. Ketidakmampuanku ini bahkan sering membuat aku frustasi, karena tidak peduli berapa besarpun ruangan yang aku miliki aku selalu sanggup membuatnya berantakan. Termasuk penyusunan file di external hardisk.
Aku hanya berpikir apakah keadaan di luar itu menggambarkan cara berpikirku juga, karena seringkali laporan-laporanku selalu tampak seperti seperti tulisan yang penuh dengan flight of ideas. Ide-ide melintas begitu cepatnya di otakku, lebih cepat dari kemampuan tanganku mengetik atau menuliskannya dalam rangkaian kata. Sehingga saat menyusun laporan atau proposal aku bermimpi punya alat yang semacam USB yang bisa ditancapkan ke otakku dan cukup hanya membayangkan saja aku akan mampu untuk memasukkan ide itu ke dalam tulisan.
Aku sering iri melihat tulisan teman-temanku yang tersusun rapi dan mudah dimengerti. Menurutku selain bakat yang tinggi mereka memang mempunyai kapasitas berpikr yang terorganisir. Entah belahan otak sebelah mana di kepalaku yang membuat cara berpikirku menjadi sangat ruwet. Untungnya aku punya hobbi untuk menulis diari dan kalau melihat tulisanku di masa lalu aku bisa terbahak-bahak geli sendiri. Dan sekarang dengan keberadaan blog aku punya sarana terapi agar bisa menulis dengan rapi, tersusun dan terorganisir.
Sekarang ini kamarku, meja tulisku masih menjadi kapal pecah, yang sepertinya tidak mungkin lagi diperbaiki kecuali dengan sering-sering merapikannya. Tetapi aku berharap tulisanku sudah mengalami perbaikan kualitas. Semoga saja.
Tuesday, December 12, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment