Wednesday, July 11, 2007
ALIVE, miracle in Andes
Tragedi ini secara garis besar sudah kuketahui saat SMP dulu, dari majalah HAI. Tentang kecelakaan pesawat di Andes, yang membuat para survivornya bisa selamat dengan mengkonsumsi mayat teman-temannya. Duapuluh tahun kemudian baru diterbitkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, padahal aslinya terbit tahun 1973. Bersamaan dengan terbitnya terjemahan memoir salah satu penumpangnya yaitu Nando Parrado. Di toko buku aku bingung, tetapi akhirnya aku membeli kedua buku itu, dengan pemikiran biasanya satu topik yang luar biasa memerlukan beberapa sumber yang berlainan untuk bisa paham isinya. Ingatan yang tidak lengkap dari artikel yang disarikan dari buku Alive, membuat aku membalik lembar demi lembar penuh antusias. Huh, tetap tak terbayangkan seperti apa rasanya pengalaman seperti itu. Pengalaman yang memaksa manusia melewati limit batasnya untuk menerjang norma-norma yang berlaku tanpa membuat mereka terkena dampak psikologisnya. Ini memang kisah yang hebat, apapun yang terjadi manusia memang tidak pantas untuk berputus asa. Tuhan sudah memberi kehidupan, bukan hak kita untuk mencabutnya. Malaikat maut tidak pernah diketahui kedatangannya, dekat tetapi juga jauh, akrab tetapi juga asing. Suatu pengalaman spiritual yang tidak akan mudah dilupakan oleh siapapun yang mengalaminya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment