Ngalalana a.k.a berkelana adalah cita-cita masa kecilku, bukan menjadi petualang lho. Otakku yang sangat penuh perhitungan tidak bersedia menanggung resiko yang harus dihadapi para petualang. Tapi sayap di kakikulah yang selalu mengompori otakku untuk menapaki semua sudut di bumi ini. Walaupun belum kesampaian untuk berkelana ke negara-negara lain, tetapi sudut-sudut Indonesia telah banyak ditapaki kaki mungilku... Mungil jika dibandingkan dengan kakinya Hagrid si raksasa itu, tetapi jangan dibandingkan dengan kaki nona2 Tiongkok di jaman Ming yang selalu mengikat kakinya agar tetap mungil.
Pengelanaanku membawaku ke kepulauan rempah-rempah di timur Indonesia. Kutapaki seinci demi seinci bumi Maluku Utara yang masih asri ini, entahlah akan berapa lama aku disini, belum bisa kupastikan. Tapi jam terbang pengelanaanku bertambah lagi mileages nya. Sayangnya tidak bisa ditukar dengan tiket gratis yak?


No comments:
Post a Comment