Marhabban ya Ramadhan...! Begitu salam orang-orang selama ini. Lewat sms maupun email. Dan kepribadian sinisku muncul, tuluskah yang ucapan mereka itu. Ah, kapan bisa kuhapus sisi jiwaku satu itu the sinister?
Yah puasa lagi, kembali mencoba purifikasi jiwa kotorku, membilas keangkuhanku, mencoba menikmatinya sesufistik mungkin. Halah bahasanya. Walaupun cacing diperutku sudah mulai memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pasokan nutrisi yang enak dan bukan sekedar disumpel biskuit atau indomi. Yaiks, cacing lagi kena fitnah.
Yup dengan keterbatasan piranti keras untuk memasak, aku sepenuhnya harus menggantungkan diri dengan keberadaan warung2 dan resto2 yang ga jelas jadwal bukanya. Maklumlah, sebagian besar pengusaha makanan K5 maupun warteg adalah pendatang dari P. Jawa dan pulau lainnya, sehingga setelah cukup menabung dalam 11 bulan, ramadhan merupakan kesempatan mereka untuk mudik. Toh siang hari mereka tidak bisa berusaha, lebih baik libur saja bukan?
Jadi, selamat menikmati lagi menu yang tidak jelas, tergantung mood hati ini mau makan seperti apa. Kapan ya aku akan menikmati lagi puasa dengan makanan rumah yang fresh dan tidak sahur sendirian lagi? Hm, konsekwensi dari kerja mengikuti kata hati. Nikmati sajalah.
Marhabban ya Ramadhan... mudah2an tahun ini aku mampu mencuci jiwaku sebersih-bersihnya.
Saturday, August 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment