Sunday, October 19, 2008

Into thin air

Tentang musibah yang menyebabkan kematian pada salah satu pendakian Everest. Pengarangnya Jon Krakauer adalah kolumnist untuk majalah Outsider dan beberapa buku tentang tragedi yang berkaitan dengan keganasan alam di Everest, pegunungan Andes maupun Alaska.

Into Thin Air menjadi sangat istimewa untuk orang yang punya mimpi bisa mendakinya. Mendaki Everest memerlukan pengorbanan waktu untuk meningkatkan stamina fisik dan juga uang. Tingginya yang lebih dari 8000 meter diatas permukaan laut, membuat para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi tipisnya oksigen di sana. Memang para pendaki itu bisa memakai tabung oksigen, tapi berapa besar tabung yang bisa dibawa untuk efisiensi waktunya?

Selain itu Everest atau Chomulongma aka Samargatha, tetap menunjukkan kekokohannya, kedahsyatannya kepada manusia2 yang mencoba seperti semut mendaki sampai ke Puncaknya. Ingat Everest, akan teringat suatu malam dibawah cahaya purnama yang menimpa puncaknya dan memberikan bayangan gelap di bawahnya. Sementara udara dingin menusuk di hamparan padang es dan salju. Misterius dan Gelap tapi dengan daya pikat yang dahsyat yang membuat beberapa manusia tidak bisa berpaling lagi walaupun harus mengorbankan nyawanya.

Robert Hall, Stuart Fischer, Andy Harris telah memberikan nyawa mereka tragedi kemanusiaan di Everest. Jerakah manusia-manusia lain? Rasanya tidak, magnet misterius yang cantik dari Everest tetap memikat manusia untuk bisa berkenalan erat dengannya.

No comments: