Perkebunan teh di Indonesia sebenarnya menghasilkan cukup banyak teh berkualitas tinggi. Sebagian besar masih diproduksi untuk menjadi teh hitam. Mungkin karena perkebunan2 tsb ex belanda kali. Sepertinya cerita akan berbeda jika yang Belanda hanya menjajah 3,5 th dan Jepang menjajah 3,5 abad, mungkin yg akan banyak diproduksi perkebunan teh kita saat ini adalah teh hijau.
Masyarakat Indonesia sendiri masih sedikit proporsi yang mengkonsumsi teh dengan yang mengkonsumsi minuman lain. Beruntung ada pabrik Teh botol sosro yang memulai ide pertama membotolkan teh sebagai bagian minuman ringan. Lupa sumbernya di mana, katanya Coca-cola tidak berhasil memimpin pangsa pasar minuman ringan di Indonesia karena teh botol. Syukurlah… mungkin ada pengaruh dari teh tubruk yg menjadi banyak kegemaran orang jawa dan karena suku ini terdistribusi merata di seluruh Indonesia jadinya bisa turut andil menyebarkan kegemaran akan teh botol.
Aku sendiri termasuk tea-addict, rasanya ga lengkap jika sehari ga minum teh. Untuk produksi dalam negri aku memilih Jasmine tea dibanding jenis lain. Tapi untuk produk luar aku memilih teh hijau dari Dilmah. Sebenarnya lebih enak Sencha, sayangnya jarang bisa didapatkan di sini, sehingga aku harus puas dengan green tea saja. Untuk teh hijau juga aku mengkonsumsi satu merek dari Jepang. Karena rasa tehnya yang sempurna. Green tea di Indonesia ga begitu enak rasanya. Walaupun kalau harga, yah lumayan nguras kantong sih. Jadinya aku sering beralasan membawa teh2 import ini sebagai oleh2 kalau habis cuti atau meeting di Jawa, sebagai alasan pembenaran membeli teh yg harganya berlipat2 dari harga teh produksi dalam negri. Gapapa lah kan cuma beli sekotak dua kotak aja, ntar klo abis persediaan kan beli produk dalam negri juga, yg penting bisa menikmati teh.
Cara menikmati teh, sejatinya tidak ditambahi gula atau susu, jika ingin mendapatkan rasanya yang asli. Diminum panas2, dijamin bisa menghilangkan segala kepenatan dan rasa2 tidak enak lainnya. Menjadi tea addict ada keuntungannya lho, karena mengurangi pertumbuhan plak dan menjaga kadar kholesterol dalam tubuh. Percayalah…percayalah… (huh, kayak bang napi aja deh).


No comments:
Post a Comment