Dicerca dan dihina, bangsa Indonesia semakin tidak jelas mau kemana. Padahal aku masih menemukan banyak orang yang bekerja dengan jujur sebagai pegawai negri, pegawai swasta, staf LSM dll. Mereka punya passion dan compassion. Tapi juga tidak kalah banyak yang jago ngebacot dan melibas orang dengan kemampuannya yang minim tapi dengan kerakusan yang sangat.
Entah kenapa bangsa Indonesia mudah sekali tergiur dengan harta yang tidak seberapa. Sebagai contoh, tidak usah jauh2, cukup di lingkunganku sendiri yaitu di klub yang aku dirikan bersama sahabatku. Sejak awal kami tahu bahwa dalam kegiatan klub ini tidak akan mencari untung dan sebagai tim inti diajaklah beberapa teman yang kami kira sepaham dengan visi yang akan diusung oleh lembaga ini. Ada 2 orang yang dengan kerelaan hati (pada awalnya) minta bergabung. Mereka sudah diperingatkan bahwa di lembaga ini jangan mengharapkan keuntungan materi. Mereka setuju dan menyatakan satu visi dengan kami semua.
Aku sejak awal sudah menyatakan akan menjadi anggota tidak aktif karena lebih membutuhkan satu pekerjaan yang lebih biasa, lebih ambisius dengan gaji memadai. Sahabatku setuju dengan pendirianku, dan dengan dukungan moril+materiel yang bisa aku sumbangkan di luar waktu kerjaku. Sering juga aku mengingatkan pada mereka yang bergabung belakangan jika mereka membutuhkan pekerjaan tetap agar mencari pekerjaan lain dan jangan lama-lama membuang waktu di klub ini. Cukuplah mereka sumbangkan tenaga sebagai bahan mencari pengalaman bekerja di tempat lain.
Waktu berlalu tak terasa lembaga yang kami motori memasuki tahun ke 4, hebat bukan? Sayang di tengah2 perjalanan ada 2 orang yang mengundang diri gugur menghadapi rayuan penyalahgunaan dana. Sungguh tak disangka dan tak diduga 2 orang itu tega memakan dana, melakukan mark up dan menggunakan dana untuk kebutuhan pribadi. Satu orang menyangkal mati2an, yang satu orang berdalih bahwa dana itu dimakan tidak hanya oleh dirinya sendiri tapi juga oleh staf proyeknya. Aku menangis dana yang dimakan tidak lebih dari 20 juta masing2, tetapi besar atau kecil tetap saja penyalahgunaan dana, pengkhianatan terhadap visi dan misi yang didukung. Lembaga kami tidak punya modal lain kecuali kejujuran, yang telah dikhianati oleh 2 orang itu. Tercatat mereka masih muda dan sering menyuarakan suara-suara sumbang masyarakat kecil.
Sedangkan di salah satu LSM besar tempat aku pernah bekerja, dengan penuh hormat aku keluar karena ada supervisorku saat itu adalah orang yang tanpa kemampuan, bossy, bergelar S2 tapi kemampuannya masih dibawah aku yang hanya S1. Terbukti setelah aku keluar, dia dipindahkan ke posisi lain. Tentunya! Akhirnya atas dia melihat seperti apakah orang itu, yang paling pandai memanfaatkan kerja orang lain untuk diakui menjadi kerjanya sendiri, sedangkan kapabilitas analisisnya sama sekali nol besar.
Ada juga dulu subordinatku yang sudah aku promosikan mati2an kepada atasanku akhirnya menusuk dari belakang dengan memfitnah aku di hadapan bos-ku. Weks, maaf-maaf saja, kalau kebijakanku dalam melakukan penilaian dengan fair dipertanyakan, aku memilih untuk keluar saja dari lembaga yang dimaksud. Buktinya tidak lama kemudian kemampuanku malah di recognize oleh orang lain dan aku dengan cepat mampu berganti posisi. Sub ordinatku? Hanya bisa mengandalkan dukungan orang2 yang tertipu dengan kelakuannya yang sok polos, padahal dia selalu menyebar racun untuk menjatuhkan orang. Please deh, fair aja, coba lawan aku dengan kemampuan dan kapasitas kerja,kalau bisa lebih baik silahkan ambil posisiku. Bagiku tujuan utama aku bekerja untuk bisa meningkatkan atau mengubah keadaan kesehatan di masyarakat supaya bisa lebih baik statusnya. Lembaga manapun yang membiayai tidak masalah bagiku. Aku tidak akan pernah mau mempertahankan suatu jabatan lho.
Trus kalau udah begitu deket2in lagi aku. Untuk apa? Mau minta kerjaan lagi? Hiks..hiks, maaf sudah ketahuan belangmu, aku ga bakalan mau mempromosikan orang yang seperti itu lagi, masih banyak orang jujur lain yang bisa aku promosikan.
Friday, June 06, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment