Keadaan semakin menggila, orang miskin semakin terjepit. Dalam berbagai koran disebutkan BBM mau dinaikan lagi, karena ga sehat kalau pemerintah tetap menambah subsidi untuk BBM yg dipakai masyarakat. Dan hampir semua artikel di koran menuliskan alasan pembenaran kenaikan BBM, mungkin untuk meredam demo dari masyarakat. Menurutku ok2 saja kalau menaikan BBM, asaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll..... harga di pasaran sama dengan harga yang diumumkan. Mesti berani tuh menghajar orang2 yg jual dengan harga berlipat. Keduanya yang paling penting adalah mengurangi keuntungan dari pabrikan, misalnya klo bulan lalu untung 100 juta perbulan, nah maunya mereka yang menanggung kenaikan harga BBM dgn mengurangi untung mereka, kayak pemilik warteg2 lah. Masak konglomerat kalah lawan pemilik warteg nyalinya.
Jika ada kepedulian itu artinya kenaikan harga barang di pasar tidak akan mencekik rakyat banyak. Juga jangan lupakan tetep kejar tu para koruptor, jangan kalah sama uang pelicin. Pikir2 bangsa ini beneran parah korupsinya. Nah, jika tidak bisa menjamin hal itu, biar aja kolaps sekalian. Mau apa lagi coba, diajak bener ga bisa, kita mati aja sama2. Jangan cuma orang miskin aja yang mati kelaparan.
Buka mata hai para petinggi, dan buka hatimu juga lah.
Tuesday, May 06, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment