Dulu ada sebuah kaset lama yang berisi serenade klasik dimainkan dengan mandolin dan gitar. Bagus sekali, walaupun tidak kuhafal judul2 lagu klasik itu, tapi tidak pernah kulupakan iramanya. Sayang sangat sukar menemukan CD seperti itu di Indonesia. Masyarakat yang lebih menyukai hingar bingar yang memekakan telinga ataupun lagu dangdut atau lagu2 mendayu-dayu lainnya.
Kenapa aku sangat sensitif dengan suara2 bising, akupun tak mengerti. Tapi suara orang yang bicara bersamaan dan bersahut-sahutan sangatlah menggangguku, salah satu suara yang paling kubenci adalah raungan sepeda motor dijalan maupun saat dipanaskan. Aku sungguh membencinya.
Kemarahanku bisa langsung meledak, darahku serasa naik sampai ke ubun-ubun jika mendengarkan suara sepeda motor, sangat berlainan dengan suara kereta api yg ritmis sehingga mampu menenangkan diriku.
Pernah juga aku di protes di kantor karena gemar memakai earphone untuk menyaring suara-suara orang ngobrol yg dalam keadaan tertentu bisa membuatku sangat teriritasi. Sungguh hal itu bukanlah main-main. Kadang aku berpikir diriku seperti banteng yg mengamuk jika melihat kain dilambai-lambaikan di hadapannya jika mendengarkan suara bising. Kenapa bisa begitu ya?
Dan secara insting aku menganggap sangatlah romantis jika seorang laki-laki bisa memainkan gitar akustik. Biasanya mereka tampak terhisap ke suatu dunia dimana hanya ada dirinya dan gitar itu saja, dan berkolaborasi menghasilkan nada-nada indah bersama. Sehingga aku lebih suka Bujana-nya dibandingkan GIGI, juga ngefans pada Tohpati, Eric Clapton, John Denver. Aku berharap lebih banyak lagi artis yang mencipta lagu khusus untuk dibawakan dengan gitar akustiknya. hahaha


No comments:
Post a Comment