
Ivanhoe, tokoh ksatria baju zirah yang pertama aku kenal. Jaman itu sepertinya adalah jaman yang romantis. Laki-laki berperang mempertahankan puri dan putri di dalamnya. Ada knight templar yang melakukan perang salib, atau the desperado macam ivanhoe. Waktu pertama kali membaca buku itu sempat bingung juga ksatria templar ini baik apa jahat sih. Tetapi dengan adanya the davinci code barulah paham tentang adanya polemik pro-kontra tentang ksatria templar. Ga ngaruhlah.
Walaupun yang kasihan sebenarnya Rebecca, hanya karena dia keturunan Jewish akhirnya keberadaan dia tidak berani diakui di public. Walaupun mungkin kenyataan inilah yang ingin ditonjolkan oleh sir Walter Scott bahwa ksatria terbaik seperti Ivanhoe sendiri tetap mempunyai sisi munafik, tidak bisa menunjukkan dimana cinta sebenarnya berada karena tuntutan masyarakat dan gengsi yang dimilikinya. Jadi masih adakah stock laki-laki yang bisa mencintai perempuannya dengan tulus dan tanpa mempedulikan pandangan sekitarnya? Tuhanku, bolehkah aku memintanya satu saja?


No comments:
Post a Comment