Pacar Merah a.k.a The Scarlett Pimpernell adalah salah satu favoritku. Pertamanya bingung terhadap arti Pacar Merah, kukira pacar adalah boyfriend, padahal merujuk ke tanaman Pacar Merah. Kenapa mesti diterjemahkan Pacar Merah, karena Scarlett Pimpernel adalah bunga dari tumbuhan rumpun yang banyak terdapat di Inggris dan US. Jadi kalaupun ada pohon pacar tentunya bukan berarti scarlett pimpernell.
Pertama kali aku membacanya waktu SD dulu, adalah terjemahan dari versi yang sudah disingkat. Waktu itu Gramedia sengaja menterjemahkan banyak karya klasik dunia dalam versi singkat, ada di bawah brand seri Kancil (untuk anak-anak) dan seri Elang (untuk remaja). Dan waktu SMP aku menemukan versi aslinya di perpustakaan sekolah, dan dengan bersusah payah membaca versi bahasa Inggrisnya sampai tamat. Walaupun banyak kata-kata yang tidak aku mengerti. Buku ini sangat menarik karena bersetting revolusi perancis (salah satu masa dalam sejarah yang paling menarik bagiku karena merupakan dasar untuk demokrasi). Ceritanya sebenarnya ada sedikit kurang adil bagi perempuan, karena suaminya langsung menjudge marguerite bersalah tanpa mendengar cerita sebenarnya. Tapi, jaman itu kan perempuan di eropa pun masih subordinan. Apa daya.
Sampai saat ini aku masih belum berhasil mendapatkan buku aslinya, walaupun sudah hunting di berbagai toko di Indonesia. Dan tetap belum beruntung saat melakukan kunjungan singkat ke negaranya Percy Blakeney itu.
Thursday, November 23, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment