Harus pulang minggu ini, karena setumpuk surat dari bank yang tidak diketahui apa isinya sudah menanti di rumah. Technically aku sengaja memakai alamat ortuku menjadi alamat tetap, soalnya sampai detik ini belum kepikiran untuk mencari rumah untukku sendiri. Tetapi perkembangan akhir-akhir ini, mau tidak mau aku sudah harus memikirkan tempat untuk diriku. Tetapi keuangan belum memungkinkan. Heuu!
Lebih dari 2 minggu aku tidak menengok orangtuaku. Keegoisanku yang dulu kini hadir kembali. Aku tidak ingin merasa terikat dengan kewajiban kembali, dan sekarang adik-adikku sudah mulai merintis jalan mereka untuk mandiri menjadi manusia-manusia dewasa yang bertanggung jawab, rasanya aku seperti mendapatkan sayapku kembali yang dulu pernah patah.
Atau mungkin kakiku kini tumbuh sayap lagi. Seperti saat aku baru lulus sekolah dulu. Percaya ga percaya dengan primbon. Sejak dulu di kakiku ada tahi lalat kecil dan hitam. Nenekku bilang bahwa aku akan berjalan jauh dari rumah, harapanku nyaris musnah karena dari kecil sampai kuliah aku tetap berada di kota kelahiranku. Tetapi setelah kuliah dan WKS ternyata terbukti, karena sejak hari itu aku terbang jauh dari rumahku. Naik pesawat sudah tak terhitung kali, sebagian wilayah Indonesia sudah pernah kudatangi. Dan tidak pernah aku kerja di kota kelahiranku. Keadaan yang membuatku harus sering-sering menengok orangtuaku sungguh-sungguh menyekapku dalam kolam yang kecil, ajaibnya, tahilalat itupun mulai memudar warnanya. Sering aku menatapnya dan bertanya-tanya apakah akhirnya aku akan menetap dan tinggal di kota kelahiranku? Saat ini tahi lalat itu mulai berwarna lebih gelap lagi sejalan dengan kelegaan hatiku dengan kemandirian adikku. Langkahku menjadi ringan lagi, aku bisa kembali mengambil pekerjaan nun jauh disana. Maaf kalau ternyata kakiku selalu gatal dan tidak ingin beristirahat terlalu lama di suatu tempat, biarpun begitu aku pasti masih akan pulang walaupun tidak sering.
Thursday, November 16, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment